Tuesday, 23 October 2018

Nyobain Domino's Pizza [Food Review]



Saya adalah penggemar berat kuliner. Awal mula saya tau merek Pizza ini, yaitu ketika saya duduk di bangku SD. Saya suka sekali baca buku atau majalah. Nah, waktu itu ada kiriman dari pembaca yang sedang menceritakan pengalamannya mentraktir teman-temannya makan di Domino's Pizza Kemang. Kala itu di jaman old saat masih pakai seragam merah putih, jangankan makan Domino's Pizza, makan Pizza Hut aja bisa diitung pakai jari. Apalagi saat itu di daerah tempat tinggal saya belum ada fastfood macam Pizza Hut yang buka cabang.  Jadi kalau mau makan Pizza harus pergi ke Surabaya dulu.

Hingga pada suatu ketika, muncul kebiasaan saya kalo lagi ada di kota besar, yaitu ngeliatin aplikasi ojek online. Terus lanjut ngecekin kuliner di menu food delivery. Eh ternyata di dekat rumah Kakak ada salah satu merek Pizza yang belum pernah cobain, yaitu Domino's Pizza. Sering sekali saya main ke rumah Kakak di Denpasar, tapi sekalipun belum sempat juga untuk memesan Domino's Pizza.

Minggu kemarin saya liburan lagi ke rumah Kakak. Karena tidak ada agenda yang mengikat, akhirnya saya memustuskan untuk pergi kulineran bersama Ibu di hari Ahad, sebelum balik kembali ke Lombok. Siang hari pukul 12.00 kami pergi mengendarai sepeda motor karena jarak Domino's Pizza tidak jauh dari rumah Kakak, hanya sekitar 3 kilometer saja.

Sampai di sana, ternyata tempatnya kecil yang terdiri dari dua lantai. Pada lantai satu hanya tersedia beberapa tempat duduk, sekitar 2 meja makan dan ada satu bangku panjang yang digunakan pembeli take away untuk menunggu pesanannya. Kalau untuk pembeli dine-in mungkin mereka makan di lantai 2. Pegawainya pun sedikit, satu orang di kasir, dua orang di dapur. Kalau tidak salah ingat dan tidak salah lihat, totalnya hanya ada tiga pegawai saja. Mungkin ada juga beberapa pegawai untuk delivery, karena di parkiran juga tersedia motor untuk melayani pesan antar.

Karena kasirnya hanya satu, jadi sebelum memesan saya harus sabar menunggu dia mondar-mandir mengambil kotak pizza yang sudah matang untuk diserahkan kepada pembeli take away. Beberapa kali si mbak kasir bilang, "Tunggu sebentar ya mbak,". Tapi saya tidak masalah sih, toh emang dia banyak kerjaan. Setelah lima menit menunggu, dia menyapa saya. Barulah saya mulai untuk memesan pizza yang saya inginkan. Kebetulan saat itu sedang ada promo buy 2 medium Pizza Rp 100.000 (diluar pajak 10%), padahal untuk dua buah pizza harga aslinya sekitar Rp 160.000. Jadi saya ambil promo itu dan coba memesan Meat and Meat dan American Classic Cheeseburger Pizza. Si mbak juga menanyakan, apakah saya ingin roti tebal atau tipis, saya memilih tebal. 

Domino's Pizza
Setelah menu sudah terpesan, saya mencari mencari tempat duduk untuk menunggu. Kira-kira 10 menit kemudian, pizza yang saya pesan sudah matang dan nama saya dipanggil. Mbak kasir mencocokkan menu pesanan saya yang terletak di nota dengan kotak pizza yang ada, semuanya pas. Kemudian saya meminta plastik kresek untuk membawa pizza tersebut dan kembali pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, saya mulai mencobanya. Pizza yang saya pesan ini tidak ada pinggirannya, toppingnya pun cukup simpel dan tidak berlimpah. Bisa juga ditambahkan pinggiran jika mau. Pizza pertama yang saya coba adalah Meat & Meat, toppingnya terdiri dari pepperoni, sosis, dan saus tomat. Terkstur rotinya lumayan, tapi tidak selembut PH. Roti gandumnya terasa sekali dan banyak butiran-butiran warna oranye, saya kurang tau apa itu. Mungkin seperti tepung panir gitu kali ya? Rasanya lumayan lah. Untuk ukuran medium di sini lebih kecil daripada pizza sebelah, diameternya sekitar 15 cm.

Pizza kedua yang saya pesan, yaitu American Classic Cheeseburger. Ini saya bawa balik ke Lombok, untuk makan malam dan masih sangat enak hingga keesokan harinya. Toppingnya terdiri dari daging cincang, saus tomat, dan saos keju. Rasanya kurang lebih sama seperti varian Meat & Meat. Kejunya tidak terlalu terasa karena tidak melimpah, hanya disiram di atasnya seperti saos gitu.

American Classic Cheeseburger Pizza, yang Meat & Meat Tidak Sempat Saya Foto
Jadi kesimpulan dari nyobain Domino's Pizza ini adalah, rotinya enak ngenyangin walaupun nggak selembut PH. Rasanya juga lumayan enak, toppingnya beraneka ragam. Harganya lebih murah dari PH. Mau beli lagi? Insyaallah kalau ada kesempatan pasti beli lagi untuk nyobain rasa yang lain. Selain itu stand Domino's Pizza juga terbatas di Indonesia, setau saya hanya ada di Jakarta dan Bali. Jadi, masih worth lah bagi saya untuk beli kesitu lagi.

Location:
Domino's Pizza
Jl. Teuku Umar Barat No.168B, Pemecutan Klod, Denpasar

Sampai jumpa di food review selanjutnya ;)

No comments:

Post a Comment