Sherly's Diary

Today is a new story for a new history

Suasana dalam Kereta

Akhirnya, tiba juga tanggal 23 Oktober. Dengan begitu berakhir pula liburan saya di Central Java dan Yogyakarta. Hmm.. Rasanya kayak baru kemarin nyampek Klaten ya, cepet bangeeet. Habis ini di rumah siap-siap jd pengangguran lagi deh. Haha.

Sekarang saya lagi di kereta api logawa kursi kelas ekonomi. Ini adalah kereta dg harga termurah dibandingkan dengan kereta tujuan Klaten-Mojokerto lainnya, cuma 80rb. Soal fasilitas juga cukup lumayan bagus, ber-AC. Ini adalah kali ketiga saya naik kereta api dan yang kedua kali naik kelas ekonomi. *selama 20 tahun kemana aja ya mbak?* 😜

Pertama kali saya naik kereta ekonomi hanya dalam jarak dekat aja, Surabaya-Krian. Jadi ga begitu kerasa kekurangannya, enak-enak aja. Tapi sekarang, di jurusan Klaten-Mojokerto yang membutuhkan waktu sekitar 5 jam dengan kereta ini, kerasa bangeeeet capeknya terutama bagian kaki dan punggung. Kursinya tegak dan duduknya berhadap-hadapan, jadi kalo capek mau selonjor agak susah, takut mengganggu orang yang duduk di depan kita. Tapi untungnya orang yang duduk di depan saya ini kira-kira anak kuliahan seusia saya (emang saya masih kuliah?😂) Sedangkan samping saya ada seorang mbak cantik yang abis liburan dari Purwokerto. Mbaknya ramah banget, tadi sempet kesulitan naruh barang trus saya dibantuin. Mbaknya nyuruh saya naruh tas ke bawah kolong kursinya. Trus kita ngobrol-ngobrol banyak seputar liburan. Satu petikan kalimat yang berarti dari Mbaknya yang mungkin sudah sering kita dengar, "Waktu masih kuliah itu waktunya banyak tapi ga punya uang, sedangkan waktu udah kerja uangnya banyak, tapi hampir nggak ada waktu buat liburan,".

Oh ya, tadi sebelum ke stasiun sebenernya saya pengen beli serabi, tapi karena waktunya mepet, jadi ga sempet lah pdhal pengen banget. Pukul 9.02 saya udah sampai di stasiun, dianterin jeng Erma tersayang. Dia ikutan masuk sampek dalem trus nungguin barang-barang saya sebentar karena saya kebelet pipis. Haha. Kira-kira saya butuh waktu 15 menit untuk menunggu sebelum keretanya datang. Setelah saya boarding tiket dan siap-siap mau masuk kereta, eh tiba-tiba ada anak cowok ngasih saya plastik kresek isinya kardus. Pas saya liat, saya bingung, ini siapa sih.. Kalo pas buru-buru gitu saya suka blank, eh saya amati lagi orangnya. Yaa Allah, itu kan mas Fajar, "calon"-nya si Erma. Dia nyodorin sambil bilang, "Hati-hati ya, ini ada serabi buat dibawa pulang". Yaa Allah, so sweet banget kalian.. Aku terharu dibawain itu, kayak semacam sureprize. Bukannya lebay, tapi saat saya dikasih kejutan-kejutan kecil kayak gitu jadi berasa terharu aja. Bingung antara harus menerima atau menolak, si bapak pemeriksa tiket ketawa sambil bilang "Udah dibawa aja mbak buat oleh-oleh". Makasih ya jeng Erma dan mas Fajar, semoga Allah membalas semua kebaikan kalian dengan yang lebih baik.

Btw banyak banget yang belum saya kunjungi di sana padahal itu lokasinya deket sm tempat Erma. Misal candi prambanan dkk, pantai-pantainya. Saya juga belum makan Selat Solo, Rujak Eskrim deket UGM, Galantine, dll. Yaudahlah, kapan-kapan saya insyaAllah ke sana lagi bersama dengan yang "halal" hahaha.

See you Klaten, Jogja, Magelang. And thanks for Erma's family, Ibu, Bapak, dek Dimas yang sudah berbaik hati menerima saya sebagai tamu yang sangat merepotkan. Banyak hikmah yang saya ambil dari perjalanan ini dan InsyaAllah akan membuat saya untuk berusaha menjadi seseorang yang lebih baik di mata Allah. 

Sekarang saya sampai....(ga jelas sampai mana karena kanan kiri cuma liat sawah) 😆
Dan juga udah jam 11.54, berarti kira-kira kurang 2 jam lagi saya sampai rumah. Alhamdulillah...

Lain waktu insyaAllah saya akan posting perjalanan liburan saya kemarin ya ☺

Akad Nikah Mas Koko


Brother...
Just yesterday it seems
We were fighting while we played
Just yesterday it seems
You were taking me looked around our village by your bicycle
Just yesterday it seems
You were accompanying me when there was a new student enrollment

Yesterday is gone, now
Today is finally here
As I watch you are standing there,
I'm shedding a million tears.

I know that she will be good to you
But still, it makes me cry
I'll never forgot our talks
On you I'll still rely

Now , you're hers, that's alright
And also forever you'll always be my brother
I'm wishing that you always be happy
And Allah always bless your new little family
Barakallahu lakuma wa baraka alaik...
Thanks Allah for everything ❤

-Malang, 10th of October 2015-

Jadwal Sidang Tugas Akhir (TA)

Dan akhirnya, hari itupun akan segera tiba. Yaa Allah, rasanya hectic banget. Mata inipun tak dapat terpejam dengan nyenyak. Kopi selalu menjadi sahabat sejati sepanjang hari. Waktu minumnya pun kira-kira hampir sama dengan minum obat. Bagaimana bisa tidur nyenyak, lha wong tidurpun masih dimimpiin sama dosen pembimbing dan terbayang-bayang sidang TA. Allah, bantu hambaMu ini.

Pengen nangis, apa aku bisa? Yaa Allah, mereka-mereka yang sudah lulus saja bisa. Masa aku sendiri ga bisa?

Jadwal Sidang TA Saya

Pusing sekali kepala ini, sama sekali ga ada rasa ngantuk. Hanya pusing, karena masih ada tanggungan. Yaa Allah, mudahkanlah jalan hamba.


Assalamu'alaikum..
Dear calon imamku, apa kabar kamu?
Ada dimana kamu sekarang?
Semoga baik-baik saja dimanapun kamu berada.
Jika kamu sakit, semoga Allah segera mengangkat oenyakitmu dan menggugurkan dosa-dosamu atas sakit yang kamu rasakan.
Semoga selalu dalam lindungan Allah.
Aku di sini sedang merindukanmu.
Bukannya aku tak sabar ingin bertemu, bukan.
Aku hanya penasaran siapakah kamu?
Saat ini, aku sedang membaca buku tentang islamic parenting dan juga sarah hadits-hadits dari kitab arbain nawawi atau bulughul maram, yang dulu pernah aku pelajari di pesantren.
Sebenarnya aku masih punya buku yang lain, tapi entah kenapa saat ini aku lebih tertarik membaca buku tentang tema tersebut.
Ya, sembari mengalihkan perhatian dari mengerjakan tugas akhir, aku baca saja buku tersebut.
Aku ingin suatu saat nanti kita bisa mendidik anak dengan metode-metode yang telah diajarkan Rasulullah SAW.
Aku juga ingin membina keluarga yang islami, hidup di bawah panduan Al-Qur'an dan Al-Hadits, hidup di bawah ridho Allah.
Kadang dalam hati ini bertanya-tanya, apa mungkin kamu juga sedang mempelajari apa yang aku sedang pelajari?
Apa mungkin kamu juga sedang melakukan apa yang aku lakukan?
Apa mungkin kamu juga sedang mempersiapkan apa yang sedang aku persiapkan?
Apa mungkin?
Tapi saat keraguan itu muncul, aku kembali mengingat tentang janji Allah dalam Al-Qur'an surat An-Nur ayat 26.
Aku yakin, jika aku baik pasti kamu juga baik, iya kan ya?
Aku saat ini berusaha menjadi makhluk yg bertaqwa, bukan semata-mata karena ingin mendapatkan kamu yg juga taqwa, tapi yg utama adalah karena aku ingin cinta dari Allah.
Bukankah jodoh itu juga cerminan diri, ya?
Apa kamu di sana juga sedang bertanya-tanya tentang hal yang sama?
Mungkin kamu di sana saat ini sudah mempelajari buku-buku atau kitab yang lebih dariku, dan sedang bertanya dalam hati apakah aku juga sudah membaca buku atau kitab itu?
Terkadang, aku juga takut jika aku tidak sebaik dirimu, pengetahuanku tidak sebanding denganmu.
Tapi tenang, aku di sini juga akan belajar lebih giat lagi, baik tentang agama maupun dunia.
Aku akan terus dan terus membaca buku apa saja, yang berilmu.
Karena keduanya sama-sama penting dan harus seimbang.
Aku akan terus memperbaiki diri, insyaAllah.
Tapi jika memang ada yang belum aku ketahui, tolong bimbing aku.
Tolong ajari aku dengan sabarmu ya, aku akan memperhatikan dan mendengarkannya, insyaAllah.
Aku masih dengan sabar menunggu, karena kurasa saat pertemuanku denganmu masih lama.
Aku tidak terburu-buru kok :)

Suatu saat ada orang baru yang satu-persatu maju kepadaku, hingga saat ini.
Terkadang aku bertanya-tanya, apakah itu kamu?

Ahhh, hanya Allah yang tahu :)
Assalamu'alaikum...

Dear calon imamku, bagaimana kabarmu?

Entah kenapa hari ini tiba-tiba kepikiran pengen nulis ginian. setelah shalat malam. Hari ini saya galau berat, saya kangen rumah. Tepatnya kangen dengan orang-orang rumah. Oh ya, saya belum kasih tahu kamu ya? Saya sekarang lagi Kerja Praktek (KP) alias PKL alias magang di PT.PJB UP Gresik, tepatnya di bagian PLTU.

Padahal saya sudah hamoir terbiasa jauh dari rumah, hidup mandiri semenjak bangku Aliyah. Tapi tak tahu mengapa, belum seminggu saja rasanya sudah kangen. Saya kangen dengan beliau berdua. Sepertinya tidak ada yang bisa mengerti saya seutuhnya selain beliau dan juga Allah tentunya. Tidak ada yang bisa memahami perasaan saya, memperlakukan saya sesuaindengan keadaan yang saya alami, mencintai saya tanpa syarat, pokoknya beliau itu the best deh. Hal ini bikin saya jadi mewek sehabis mandi tadi. Saya mewek sampek sesenggukan, anak TK aja kalah mungkin ya.

Pokoknya nggak ada yang bisa menandingi kasih sayang beliau. Tidak itu teman, sahabat, bahkan saudara sekalipun. Orangtua tetep yang nomor satu. Saya sayang banget sama orangtua (ya iyalah, siapa coba yg ga sayang sama orangtuanya). Saya sayang semua keluarga saya, kalau saya kangen saya sampai bisa mewek. Saya paling nggak tahan kalau mendengarkan lagu, puisi, film, atau apapun jenisnya yang mengangkat tema tentang orangtua, atau saudara kandung. Saya bisa mewek sampai mata saya benjol keesokan harinya. Ini aja mungkin besok pagi mata daya benjol gara-gara mewek sesenggukan.

Dari sini, saya berdo'a untukmu calon imamku. Siapapun engkau, dimanapun engkau berada, baik di dalam ataupun di luar negeri, saya harap engkau adalah sosok laki-laki/ikhwan yang menyayangi keluarga. Tidak hanya keluargamu saja, tapi juga keluarga saya. Karena saya juga pasti akan sama-sama menyayangi keluargamu, insyaAllah. Saya harap, engkau adalah orang yang adil dalam membagi waktu untuk bertemu dengan keluarga. Misalnya saat lebaran. Jika kita memang harus tinggal jauh dari orangtua, saya harap mudik hari pertama lebaran itu bisa diganti bergiliran tiap satu tahun sekali antara keluarga saya dan keluargamu.
Bicara soal mudik, saya jadi pengen ketawa sendiri, konyol ya. Hehehe. Tapi saya ga neko-neko kok. Cuma itu saja contohnya, yang lain biar dipraktekkan langsung nanti.

Oh ya, besok hari Jum'at, semoga barokah ya. Jangan lupa kamu sholat Jum'at, tapi datengnya jangan nunggu khutbah selesai! Jangan lupa gunting kuku, mandi yang wangi, dan baca surat Al-Kahfi. Saya yakin, tanpa saya harapkan kamu akan melakukannya kok. Karena saya juga yakin dan berharap bahwa kamu adalah seorang lelaki/ikhwan yang hanif, Aamiin. Karena di sini, saya juga sedang memantaskan diri dengan niat lillahi ta'ala sebelum bertemu denganmu.

Oh ya, ini bonusnya saya kasih foto orangtua saya ya. Kalo mungkin ketemu di jalan bisa disapa. Hehe.

Ayah dan Ibu

Wassalamu'alaikum..

Berjuta do'a dari calon istrimu,

Aktivitas Padat
Sumber: http://blajar.co.id

Hari ini tanggal 24 Desember dan dalam kalender akademik harusnya saya sudah ada di rumah nih. Tapi ada beberapa alas an kenapa saya masih setia di kos. Sebenarnya kemarin sudah ada niatan mau pulang. Tiba-tiba saya teringat akan perpustakaan. Bukan karena saya ingin cari buku bacaan buat liburan atau refrensi materi untuk UAS, tapi batas waktu peminjaman saya sudah lewat alias kena denda bro, hiks. Jadilah hari ini saya ke perpus.

Sudah ada beberapa agenda yang saya canangkan untuk hari ini tadi. Pertama, bikin surat cinta plus ngirim paketannya untuk teman saya di keluarga ODOJ 880. Harusnya itu terakhir ngirim paketannya tanggal 18 Desember, soalnya biar bisa sampek minimal tanggal 23 lah, kan ultahnya alias 1st anniversary-nya ODOJ 880 kan tanggal itu. Tapi saya kan (sok) sibuk ya jadinya baru bisa ngirim sekarang.. Lha wong kadonya aja saya baru dapat kemarin kok. Terus tadi saya bikin surat cinta, ya semacam ucapan gitu deh. Awalnya bingung mau nulis apa, pengennya nulis puisi gitu. Tapi sekali tangan ini menari di atas kertas (ceilah), eh mengalir sendiri deh tiada henti. Sampai saya nggak bisa nulis ttd saking nggakcukupnya. Oh ya, tadi pinggiran surat cintanya saya bakar lho, biar ada seninya. Hohoho. Tapi karena bakar di atas kompor gas, jadinya kurang sesuatu, kurang ada gosong-gosongnya gitu. 

Kedua, ngembalikan buku plus bayar denda ke perpus. Saya udah telat banget ngembalikan bukunya. Asumsi saya bakalan kena denda sekitar 35 ribuan gitu. Saya merasa ada sesuatu yang bikin beban gitu kalau mau ke perpus. Secara perpus tempat buku-buknya ka nada di lantai 5, sedangkan lift nya itu loh rusak, hiks. Jadi saya harus menempuh kira-kira 100an anak tangga untuk mencapainya. Dan benar saja, saat saya otw ke lantai 5, nafas terasa tersengal-sengal. Kayak lari marathon gitu, apalagi saya bawa 6 buku yang semuanya lumayan gede dan tebel-tebel. Sampai-sampai Bapak kasir perpus (ga tau istilahnya apa) bilang ke saya, “Pelan-pelan, pergi kesitu hilangin angin dulu (nunjuk air cooler),”. Eh setelah saya sampai ke air cooler dilanjutin sama Bapaknya, “Satu, dua, tiga, tarik nafas…Mulai!,”. Buset dahhh, emangnya saya mau lomba lari? Haha. Btw emang beneran, saya keringetan banyaaak banget tadi. Dan ternyata saya Cuma kena denda Rp 28.800,00 untuk 6 buku selama telat 24 hari. Alhamdulillah, sedikit kurang dari perkiraan :D

Ketiga, beli kertas untuk tulis laporan plus lilin di Sakinah. Mungkin aja waktu pulang ntar kertas saya yang buat nulis laporan teknik las kurang, kan saya ga perlu keliling Mojosari buat cari kertas A4 80gr. Saya suka mager kalo sudah ada di rumah. Trus lilinnya itu rencana buat ditarus di brownies buat dikasih ke Ibu sama Mama (tante) saya. Maksudnya buat ngucapin Hari Ibu gitu loh. Tapi setelah sampai rumah, taraa…lilinnya nganggur.

Keempat, rencana yang datang secara tiba-tiba, yaitu beli brownies di Kampoeng Roti. Nah, ini pelengkapnya lilin. Tapi saya pikir-pikir nggak usah ah, toh Hari Ibu udah lewat. Lagian tadi brownies yang mente udah saya iris dikit soalnya saya laper. Hahaha. Oh iya, kalau mau pulang ke rumah dan uang saku saya masih sisa (lumayan) banyak gitu, saya suka beliin oleh-oleh buat orang rumah. Oleh-olehnya apa aja deh, yang penting makanan. Kadang Roti Boy kesukaannya Ayah 5 biji (dihitung sama rumah Mama ada dua orang, karena setiap saya beli oleh-oleh saya selalu belikan Mama juga), brownies Kampoeng Roti kesukaan Ibu saya, entah itu yang rasa oreo atau keju, brownies Amanda, waffle, dll. Beli yang simple-simple, sederhana gitu, yang penting bawa oleh-oleh. Karena setiap ada orang dari jauh yang datang ke rumah (contohnya kakak saya), saya selalu mengharapkan dia bawa oleh-oleh. Jadi saya menerapkan ini, hahaha.

Dan yang kelima adalah pulang. Udah dari pagi tadi Ibu saya sms nanyain mau pulang kapan, bapak saya juga telepon. Tapi saya kan nggak punya pulsa ye, jadi nggak saya jawab. Hahaha, maaf ya Bu. Tadi dikasih tau kalau mau pulang disuruh ke rumah Pacet aja, okelah nggak apa-apa meskipun itu membuat pengeluaran premium saya semakin banyak, hiks. Apalagi tadi muaceeet parah, gilaaa. Padahal saya berangkat ba’da maghrib langsung. Dari CITO sampai Medaeng aja makan waktu 25 menit. Saya sempet hamper mau nyerah, macetnya parah banget soalnya. Udah perempuan, malem-malem naik motor sendirian, muacet pula. Nyelip sana-sini, berdampingan dengan pick up,bus, sampai truk tronton yang bikin ngeri waktu nyelip. Eh ternyata Cuma sampai Medaeng aja macetnya. Alhamdulillah… :’D

Oh ya, tadi waktu saya sampai rumah, saya buka tab. Eh ada sms dari sebuah nomor, kayaknya IM*. Dan intinya beliau menanyakan, apa benar ini ananda Sherly? Nah, siapa ini kira-kira kok pake manggil saya dengan sebutan “ananda”? ini pasti orangnya tua, tapi kok bisa tau nomer saya yang 3 padahal nomer ini masih baru dan hanya pernah saya gunakan untuk sms ke beberapa temen sekelas saya, keluarga, sama olshop. Saya nggak punya pulsa lagi buat balesin...


Menjaga Hati
Sumber: http://markazdakwah.or.id

Entah, menjadi orang baik hati susah banget ya. Harus belajar terus tiap hari, belajar dari kehidupan, belajar menata hati. Padahal niat sudah kuat, tapi ada saja hal yang membuat usaha ini jadi gagal. Baik hati itu tidak sekedar untuk diucapkan begitu saja, untuk penerapannya asli susah! Apa saya perlu jadi anak yang rajin menabung ya biar jadi baik hati juga?  Apa juga perlu jadi anak yang suka menolong? Kalau tidak sombongnya sih, insyaAllah tidak (bukan narsis). Bingung ya saya lagi nulis apa ini? Hahaha.

Berat sekali ujiannya untuk bisa menjadi anak baik. Lebih spesifiknya lagi mungkin ini bisa disebut dengan "menghargai seseorang". Contoh kecilnya saja, misal sedang terjadi percakapan dengan teman saya. Saat saya selesai bicara, si dia itu mau memberitahu/membenarkan sesuatu yang telah saya ucapkan. Sedangkan saya sebenarnya juga sudah tahu hal itu. 

Harusnya kan saya tetep diam saja sambil manggut-manggut atau menimpali dengan jawaban "oh, begitu ya...", "emmm, iya ya...", dan lain-lain. Hal itu sebenarnya lebih baik saya lakukan, agar lawan bicara saya senang karena merasa dihargai. Tapi kenyataannya, tak seindah apa yang saya inginkan, yang saya niatkan. Saya malah menyahuti gitu aja sambil menambahi jawabannya juga, sok lebih ngerti gitu lah. Kalau seperti ini, hanya membuat sakit hati lawan bicara saya bukan? Hiksss, reflek yang nggak bagus ini harus segera diberantas!

Hanya sekedar opini dari saya tentang baik hati, wallahu a'lam bisshowab...

Syntax ERROR
Sumber: https://i.ytimg.com


How’s life? Hope that always be OK coz this is a weekend!


Well, pagi ini saya dibangunkan dengan suara ibu-ibu yang lagi ribut dengan kalkulator. Jadi ceritanya tadi pagi jam 8 saya ngantuk dan ketiduran lagi sampai kebangun jam setengah 11, hahaha. Saya inget ibu saya bangunin dan tanya sambil nyodorin tas saya, “Shel, Ibu nyambut kalkulatore,” (Shel, Ibu pinjam kalkulatornya).

Tapi saya tetep merem sambil agak-agak terbawa mimpi gitu. Saya malah nyodorin bantal ke Ibu. Bayangan saya, bantal itu ya kalkulator. Maklum lah, masih setengah nggak sadar, terpengaruh mimpi. Ibu ngomong lagi ke saya, “Loh, iki loh tas e, pundi kalkulatore?” (Loh, ini loh tasnya, mana kalkulatornya?)

Baru deh saya ngeh kalo yang saya kasih itu bukan kalkulator tapi bantal. Sambil tetep merem, saya meraba-raba tas dan nunjukin kantong letak kalkulator. Saya terusin deh tidurnya sambil sedikit-sedikit terdengar percakapan Ibu saya sama temannya, bu Anwar.

Lama-lama saya bangun lagi karena suaranya makin keras aja dan saya denger, “Loh kok error yo Bu, padahal iki sek tas tuku. Digawe anakku ngitung pas kuliah,” (Loh kok error ya Bu, padahal itu baru beli. Dipakai anak saya berhitung waktu kuliah)

What? Kalkulatorku masa’ error sih? Akhirnya saya bangun dan ngelirik jam menunjukkan pukul setengah 11. Saya penasaran, apa iya sih kalkulator saya rusak? Padahal masih 3 bulanan kan masih garansi ya kalau missal rusak beneran gitu. Tapi saya sebagai anak kecil umur 19 tahun ya diem aja nggak berani ikut campur urusan ibu-ibu bendahara bhayangkari ini. Tapi waktu saya lirik ternyata kalkulator saya ada tulisan “Syntax ERROR”. Hmmm, pasti nggak bisa ngoperasikan ini. 

Akhirnya malem tadi Ibu saya bolak-balik bilang minta anter ke rumah bu Anwar abis Maghrib, katanya ada yang masih belum beres. Tapi tadi ujan mulu, jadi molor deh nggak jadi kesana abis Maghrib. Ibu saya masih berkutat dengan hitung-menghitungnya sambil sesekali mengeluh bingung. Saya ya kasian lihat Ibu saya kebingungan gitu, katanya sampai sakit kepala mikirin buku kas yang selisih terus, hasilnya nggak sama. Akhirrnya saya bantuin lah ya, terus Ibu saya ngomong, “Iku kalkulatore Shelly rusak ya?” (Itu kalkulatornya Shelly rusak ya?)

Saya lihat, raba, dan terawang (emangnya uang) tuh kalkulator dengan seksama. Nggak ada sesuatu yang janggal dan saat Ibu saya minta tolong untuk dihitungkan pakai kalkulator itu, hasilnya juga bener. Ah, ini rasanya Ibu yang nggak bisa pakai nih. Ibu sempet heran gitu waktu saya tunjukkin hasil perhitungan dari kalkulator normal, sehat wal afiat. Menurut hypothesis saya sih ya, ini Ibu waktu mau ngoperasikan dari hasil perhitungan sebelumnya terus mau dilanjutin ngitung lagi, itu tanda “Ans” nya kehapus gitu, atau kalau nggak ya karena symbol-simbol perhitungannya ada yang kepencet, makanya jadi ada tulisan “Syntax ERROR”. Ya emang sih, Ibu-ibu yang biasanya pegang kalkulator biasa (kata dosen saya kalkulator lombok, karena biasanya dipakai sama orang jualan di pasar) terus dikasih kalkulator scientific akhirnya bingung deh kalau kepencet-kepencet. Hahaha.

Terus tadi saya juga bantuin nulis-nulis, kasian Ibu masih ngeluh pusing-pusing terus. Haha. Waktu makan malam tadi juga saya disuapin loh sama Ibu, karena makannya pakai ikan mujaer acar. Saya agak riweuh makan pakai tangan, karena nggak terbiasa dan risih tangan jadi amis plus belepotan.  
Dan sampai saat ini, pukul 22.33, Ibu saya masih nggak jauh-jauh dari buku kas untuk tulis-menulis. Maklum sih ya, udah ganti kepengurusan Kapolsek, jadi ketua Bhayangkari (istrinya Kapolsek) juga ganti. Itu yang buat Ibu harus nulis rinci buku keuangan sama buku kas Bhayangkari, biar Ibu ketua tau apa aja pengeluaran-pemasukan di kepengurusan sebelumnya.

Ayo Ibu, semangat yaaa, ganbatte kudasai! Hehe :D 


Kelompok 3 Praktikum PH bersama Pak Bambang (Teknisi Lab.PH)
Hai, long time no see bloggers! Hari ini saya ada praktikum Pneumatik & Hidrolik (PH) bersama temen saya sekelas, Davi dan tiga orang anak dari kelas disnaker. Jadilah kita sekelompok ada 5 anggota. Awalnya jadwal kita bukan hari ini, tapi minggu depan. Berhubung minggu depan ada liburan (lumayan) panjang menjelang UAS yang biasa disebut “minggu tenang” (padahal sebenernya juga liburan), jadi kami minta dimajuin aja jadwalnya. Jadilah akhirnya kami bisa masuk lab. PH untuk praktikum hari Jum’at pukul 07.00.
      
Saya ini termasuk orang yang kadang suka nggak tau waktu kalau lagi tidur atau biasa disebut “mbangkong”. Jadi abis shubuh gitu saya tidur lagi sampai pernah suatu hari saya baru bangun setengah 7 padahal jam 7 ada kelas. Saya juga gampang banget ketiduran meskipun bentar lagi ada jadwal atau acara yang urgent gitu. Nah, Kamis malemnya kan hujan deres banget sampai kos saya mau banjir (lagi). Jadi rencana saya buat ngerjain tugas PH terhalang karena saya sama adik-adik kos kerja bakti untuk antisisapi, eh maksudnya antisipasi biar kosan nggak banjir lagi.

Alhamdulillah, kosan nggak jadi banjir. Dasarnya saya suka nunda-nunda, jadilah nggak langsung saya kerjain tuh tugas PH. Saya main-mainan dulu, main HP, main tablet, main-main nggak jelas gitu. Akhirnya sampai saya baru nyadar kalo itu sudah jam 1 pagi dan tadaaa, saya nggak bisa tidur alias insomnia. Saya mau ngerjakan tugas tapi ada aja yang menghasut dan berkata, “Jangan dulu Sher, main-mainan dulu aja,” hahaha. Yaudah, fix deh hari itu saya putuskan untuk nggak tidur malam karena ya itu tadi, saya takut nanti bangunnya kesiangan. Sedangkan kalau terlambat 15 menit sama dosen nggak dikasih ijin buat masuk lab alias ketemu lagi sama bapaknya semester depan (ngulang). Naudzubillah…

           
Padahal sudah semaleman nganggur dengan main-main nggak jelas, tapi tugasnya baru saya kerjain abis shubuh. Hahaha. Tugas udah saya tulis dengan selengkap dan sejelas-jelasnya (padahal Cuma 1 soal). Waktu saya tanya harus dikumpulin ke siapa, eh temen saya bilang, “Tugas kelompoknya udah dikerjain sama Mamang,”. Grrrr, saya keciwaaa T.T ya salah saya sendiri juga mungkin ya, mau ngumpulin kok waktunya mepet.


Akhirnya saya siap-siap mau praktikum. Sebelumnya saya makan dulu lah, biar nggak gemeteran pas praktikum karena kelaparan. Dari malemnya udah saya niati buat nggak masak, jadi saya makan mie instant duo aja, pokoknya kenyang. Hihihi.


Tibalah saatnya praktikum, rada ribet juga karena harus baca rangkaiannya tapi lama-lama juga bisa. Eh pas saya disuruh ngerangkai sistem pneumatik, alatnya nggak jalan brooo. Si Bapak petugas lab nggojloki saya, “Nah ini kabelnya kurang mentok, si Sherly Malinton kurang kuat tenaganya,” Isshh, makin banyak aja yang manggil saya begitu. Tapi saya nggak keberatan sih, yang penting semua senaaang, haha. Dan bener aja, emang penyebab utamanya adalah karena kabel yang saya colokin kurang rapet. Padahal kan saya udah sarapan meskipun pake mie instan duo. Seru praktikumnya, saya excited kayak anak kecil yang punya mainan baru, haha. Ini dia penampakannya, yang praktikum hidrolik nggak punya fotonya…  

Rangkaian Sistem Pneumatik
Sepulang praktikum, saya kerja kelompok beresin laporan praktikum kompresor di kosnya Erma. Eh tapi sebelum itu saya makan dulu, makan nasi goreng di pasar Jum’at deket masjid kampus. Rencananya jam 4 sore nanti mau asistensi laporan biar di acc. Eh tak taunya dapet kabar kalo udah banyak yang ngantri mau asistensi jadi diperkirakan kita nggak kebagian. Padahal kita udah janjian loh yaa, hiks. Akhirnya bilang deh ke pak dosen, diganti hari Senin aja asistensinya. Okelah, kita selfie aja kalo gituuu…


Hahaha

Seperti biasa, di weekend kayak gini pasti Ibu saya sms, “Shelly kapan pulang?” saya jawab aja insyaAllah jam 5 biar nggak dimarahin. Emang rencana mau pulang jam segitu sih, soalnya saya sekarang agak takut pulang malem. Eh namanya juga rencana, sepulang dari kosnya Erma sekitar jam 4, abis sholat Ashar saya ketiduran sampai Maghrib. Setelah sholat Maghrib saya ketiduran lagi sampai jam 8, mungkin karena malemnya saya nggak tidur, sorenya jadi ngantuk gini. Hwahhh, yaudah nekat pulang aja malam-malam gini. Akhirnya jam 9 pas saya berangkat deh, meskipun beberapa menit sebelumnya udah dapet sms dari Ibu, katanya kalo kemaleman disuruh pulang besok. Namanya juga saya, nekatan. 


Sampai rumah sekitar jam 10, pager udah digembok. Biasanya jam segini belum waktunya rumah ditutup, tapi karena disini abis ujan kayaknya jadi sepi pas malem dan dingiiiiin banget. Setelah dibukain pintu dan masuk rumah, jadilah saya dimarahin Ayah untuk yang berpuluh kalinya, “Kok mantuk bengi sih nduk,” (kok pulang malam sih nak). Saya sih udah kebal dan udah siap-siap mental juga dari kos buat dimarahin sebelum sampai rumah. Haha.


Ya, begitulah daily life saya. Saya sering tidur larut malam sampai insomnia. Saya juga sering nekat pulang malem ke rumah, haha. Jangan ditiru ya, nggak sehat! :p
Semuanya awal dari hujan deras dari siang hari sekitar jam setengah 1 hingga sore sekitar jam 5. Ceritanya saya abis ngisi mentoring ke adek-adek mente (yang dimentoring) di jurusan, terus saya pulang ke kos. Saya abis pulang dari rumah nih, ambil tas buat dipakai ke kondangan hari Sabtu. Sekitar jam setengah 12 udah mulai kelihatan tanda-tanda mau ujan, mendung gitu langitnya terus juga turun ujan rintik-rintik. Dan benar saja, setelah mentoring saya nggak bisa langsung pulang ke kos karena ujan deres banget. Akhirnya sekitar jam setengah 2 bisa pulang karena ujannya lumayan reda. Tapi ya gitu lagi, abis saya sampek di kos, ujannya turun lagi deres banget.
Abis sholat dhuhur, seperti biasa saya main-main hape diatas kasur. Lagi asik nih liat instagramnya mbak Indah Kalalo, ngeliat foto anaknya yang lucu-lucu. Eh tiba-tiba temen kos saya, Nurin panggil-panggil dari luar, “Sherly, kamare sampean nggak kebanjiran a?” (Sherly, kamarmu nggak kebanjiran?). 

Saya langsung noleh ke sekeliling sudut kamar, ke dinding-dindingnya. Pikir saya maksud anak ini tuh nanyain, apa dindingnya ada yang kebocoran sampai bikin banjir? Setelah mendapati nggak ada satupun rembesan air hujan di dinding, dengan santai sambil tiduran saya jawab, “Enggak Rin,”

Tapi anak ini masih nggak percaya, nanya lagi dia kayak nggak yakin gitu, “Mosok seh?” (masa’ sih)

Langsung nggak enak hati nih saya. Kan udah jelas-jelas nggak ada apa-apa kenapa masih aja nggak percaya. Akhirnya saya turun dari kasur, mau buka pintu buat ngomong langsung ke dia. 

Dan saat saya menapakkan kaki ke lantai… 

“Clupp,” terdengar suara benda nyemplung ke air dan kaki saya terasa basah. 

Oh tidak, kamar saya banjir pemirsa! Airnya sampai di atas mata kaki, sekitar hampir 2 cm. 

Hwahhh, baru sadar saya kalo yang dimaksud itu banjir beneran. Langsung aja saya jawab, 

“Hey, iyo Nurin kamarku banjir sisan e. Yok opo iki?” (Hey, iya Nurin kamarku banjir juga. Gimana nih?) Berikut penampakannya... 
Banjir Brooo!
Saya terdiam sesaat terus beresin barang-barang saya yang fragile kemudian saya buka pintu kamar sambil teriak-teriak ke Nurin. Akhirnya saya sama Nurin keliling-keliling kos, nyariin apa yang bikin banjir. Hipothesis sementara sih karena ruang cuci di belakang itu saluran belakangnya nggak muat buat nampung air hujannya yang deres banget, sampai meluber. Kamar saya sama kamar Nurin satu blok searah sama ruang cuci. Anak-anak pada heran dan kaget waktu tau itu.

Langsung deh kita (saya sama Nurin) kerja bakti. Nurin nguras airnya pakai cikrak, kalo saya pakai kresek karena cikraknya Cuma satu terus dimasukin dah ke ember. Dan saya baru nyadar kalau semua buku saya itu saya taruh bawah. Basah semua deh bukunya, hiks. Padahal ada satu buku yang saya pinjem dari kakak kelas, textbook lagi :(

Akhirnya setelah sms bu Kos, sorenya ibunya datang. Ruangannya juga kebanjiran, kasur lantainya basah semua. Akhirnya kita kerja bakti bareng-bareng. Kaki saya sampai gatal kena air banjir. Adik-adik yang nggak kebanjiran juga ikutan ngepel lantai kamar kami yang kebanjiran. Ah, baiknya adek-adek ini.

Untung saya nggak pulang, jadi bisa beresin kamar. Coba aja saya pulang, apa ya nggak membusuk tuh buku-buku plus kardus?

Astaghfirullah, pengen liat Habib Syekh langsung aja ada saja halangan. Tiba-tiba di kelas tadi dosen saya bilang hari Rabu malam besok pukul 18.30 ada kuliah pengganti. Hmmm...rasanya kecewa. Saat ini saya hanya berharap adanya suatu keajaiban yg mengubah pikiran beliau sipaya nggak jadi hari Rabu malem. Andai saya bisa beralasan gitu, saya bakal bilang, "Kuliah penggantinya jangan hari Rabu malem ya Pak, saya mau nonton Habib Syekh. Jarang-jarang loh Pak ada Habib Syekh ke Surabaya," :(

Andai saja saya punya cukup keberanian untui bilang seperti itu. Tapi nyatanya, ah sudahlah. Sekali lagi, hanya berharap suatu keajaiban. Satu-satunya pilihan lain adalah dengan bolos kuliah. Hahaha. Mau bolos tapi takut juga, udah pernah komitmen untuk ngikutin kuliah full di semester ini. Yaa Allah, berklah jalan :(

Beralih topik, hari ini kerongkongan saya rasanya sakit. Entah itu kerongkongan atau tenggorokan, yang jelas sakit. Seperti ada benda asing yang nusuk gitu. Ya emang ada benda asing itu sih. Jadi ceritanya, saya hari Sabtu waktu pulang kampung kemarin itu lagi sikat gigi. Nggak tau kalo ada bulu sikat gigi yang lepas terus ketelen sebiji. Kalo ketelen dan langsung masuk ke perut sih nggak apa ya, lah ini malah nyangkut. Rasanya jadi kayak ditusuk-tusuk gitu. Yaa Allah, mohon keajaiban lagi untuk sakit ini. Kadang pikiran alay saya pun muncul, ini apa nggak pengaruh sama jeroan saya? Kalo ntar tiba-tiba ini terbawa masuk ke saluran pernapasan trus ikutan masuk ke paru-paru gimana? Ntar waktu tes kesehatan lagi trus di rontgen lagi bagian tenggorokannya keliatan ada benda kayak jarum gitu gimana? Astaghfirullah, naudzubillah deh T.T

Mata saya juga sakit, tadi sepulang dari makan malem abis ada hewan yang nyasar ke mata saya. Seketika langsung saya kucek ini mata, sampek merah tapi si hewan imut itu nggak mau keluar juga. Akhirnya saya berhenti di pinggir jalan, minta tolong dilihatin sama Erma. Eh ternyata ada hewannya beneran. Mau saya ambil pake tangan itu kok yq susah, tangan saya bau sambel soalnya tadi abis makan penyetan. Alhamdulillah, Erma bawa tissue. Setelah itu langsung deh saya mencoba mengambil hewan imut itu dengan sekuat tenaga. Lumayan susah, tapi akhirnya bisa diambil juga. Dan ternyata hewan itu adalah nyamuk! Hmmm...

Saya tadi rencananya mau belajar soal dari textbook. Tapi rencana hanya tinggal rencana, tiba-tiba lampu kamar saya mati. Hmmm...pengeluaran lagi buat beli lampu. Ya sudah akhirnya saya memutuskan untuk tidur aja, daripada harus belajar di gelap-gelapan. Belajarnya besok abis shubuh aja. Hehehe.

Btw tenggorokan saya yg kena bulu sikat gigi sekarang kok cenut-cenut gini ya, saya jadi takut :'( 

Semoga nggak ada apa-apa. 

Well, bone nuit^^
Bunga atau Coklat?
(Source: http://www.aqilaflorist.com)




Bunga...

Apa sih yang menarik dari bunga? Bentuknya? Warnanya? Harumnya? Apa lagi? Beri saya alasan untuk menyukai bunga. Entah satu tangkai, satu buket, satu karangan, they aren't make a sense for me. Saya tetap nggak suka bunga, nggak peduli berapapun jumlahnya. Mau mawar, melati, anggrek, kamboja, dahlia, lili, apapun itu namanya, saya tetap nggak suka.

Nggak suka di sini bukan berarti saya anti banget sampai nggak mau pegang. Artinya hanya pada ketertarikan, sense, moodbooster, or anything lah. Saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri kenapa ada orang yang suka banget dikasih bunga. Sebuket bunga mawar merah contohnya, apa sih yang menarik dari dia? Iya sih indah, wangi, tapi bagi saya kurang bermanfaat, useless banget gitu. Indahnya hanya sesaat tapi kemudian ia memudar dimakan waktu. Trus jadi layu deh, jadi kering warnanya coklat gitu.

Lebih baik coklat aja lah, itu akan lebih sangat-sangat menarik. Nggak peduli coklat batangan yang ada di pasaran atau coklat koin yang harganya 500an, itu tetap lebih baik dari bunga. Yeah, much much better than a bouquet of red roses.

Jadi, alasannya simpel saja kenapa saya nggak suka bunga. Karena bunga nggak bisa dimakan, that's the point. Hehehe :D

Well, good nite^^
Muslimah
Sumber: https://dpu-daaruttauhiid.org

Hallo, lumayan lama tidak menorehkan isi hati di sini. Sekarang saya ingin membuat blog ini menjadi (sedikit) lebih berarti dengan cara tidak terlalu banyak menuliskan kegalauan hati saya, hehe. Kata 'aku' pun sekarang mulai diganti dengan kata 'saya', biar lebih ada formal-formalnya dikit gitu.
Well, kemarin saya dapet cerita dari teman saya. Jadi begini, ceritanya temannya lagi berkeluh-kesah gitu. Maksudnya hanya buat lucu-lucuan aja sih. Tapi pada akhirnya, statement dari temennya membuahkan suatu kesimpulan yang sedikit 'wow'. Khususnya untuk para ladies, ini lumayan penting, hahaha.

Berikut kisahnya:

Temen laki-laki curhat (A)
Temen saya(B)
Temen cantik (C)
Temen perempuan alim (D)
Temen laki-laki figuran (E)

A : Kenapa ya di jurusan kita kok nggak ada anak yang cantik? Nggak kayak di jurusan tetangga gitu, imut-imut, cantik-cantik.
B : Lah itu si C kan cantik.
A : Iya sih, tapi ada yang nggak aku suka dari si C.
B : Apaan? Dia itu udah cantik, baik, 'enteng'an banget kalo dimintain tolong sama temen.
A : Tapi dia bukan tipeku. Dia suka keluar malem, main ke kos cowok.
E : Kan dia mainnya ke kos cowok yang temen kamu juga.
A : Sama aja, nggak pantes gitu dilihatnya.
B : Trus tipemu kayak gimana?
A : Tipeku itu kayak si D. Agamanya bagus, nggak suka keluar malem, nggak suka masuk-masuk kos cowok. Tapi cantiknya enggak.
(Untuk kata terakhir, *plakkk* *tepokjidat*)
B : Eh D, kamu dihina loh sama si A *sambil tertawa*
D : *diam saja sambil tetap fokus ke bukunya*

Bagaimana? Apa yang dapat disimpulkan?

I think everyone can get the conclusion.
Hanya sebagai catatan pribadi, pengingat diri:

Tetaplah berusaha memperbaiki diri dengan niat hanya karena Allah. Menjaga apapun yang akan kita ucapkan, mempertimbangkan baik-baik apa yang akan kita lakukan. Karena secuek apapun teman, pasti ada diantara mereka yang mengamati, menilai, dan membandingkan secara diam-diam. Hindari melakukan sesuatu yang sekiranya tak pantas untuk dilakukan, demi menjaga diri dan izzah.
Siapa?
Sumber: http://www.dakwatuna.com

Bismillah...

Sudah lama nggak nulis yang panjang-panjang. Perkaranya sekarang lagi males buka laptop sih. Sudah terhitung sekitar 3 minggu vakum pegang laptop. Okay, back to the topic. Sesuai dengan judulnya, (padahal saat ini belum terpikir apa judulnya) I wanna share what is happening with me right now. Tidak tahu sampai kapan harus merasa seperti ini.

Apa yang kurasa? Hambar, mati rasa. Iya, there's nothing special. Ya mungkin karena setelah adanya suatu kejadian itu, sekarang tidak ada rasa apa-apa di hati ini. Yang kutahu, tugasku saat ini hanyalah belajar, nothing else. Aku sudah tak lagi terpikirkan kapan harus menikah, dengan siapa, dan bagaimana seperti dulu. Yang ada hanya aku, ayah, ibu dan tentunya yang paling utama adalah Allah dan nabi Muhammad. Entahlah, rasanya menerima cinta dan kasih sayang dari Ayah, Ibu itu sudah lebih dari cukup. Ibarat gelas yang diisi itu sampai tumpah meluber dan tidak pernah berkurang. Aku hanya menyayangi beliau, Ayah, Ibu. Dan caraku yang tepat saat ini untuk membalas semuanya adalah dengan bersungguh-sungguh dalam belajar.

Biar orang di sana berkata, "kalau nggak punya pacar, nanti gimana nikahnya?"

I don't care. Jodoh sudah diatur Allah dan tidak akan tertukar yang penting diri ini juga ikut berusaha. Dan jika ada lagi yang bilang, "mau nghak pacaran terus nikah? Gimana ntar kenalnya sama suaminya? Iya kalo dapet yang baik, kalo dapet orang yang jelek gimana?" Once more, I don't care, I'll never care with their opinion. Let them judge anything, but Allah' promises is never false. Semua sudah dituliskan di Lauhul Mahfudz dan bahkan di Al-Qur'an juga telah dijelaskan bahwa yang baik pasti juga dapat yang baik (lihat QS. An-Nur:26). Jadi tugasku saat ini menjadi pribadi yg baik, memperbaiki diri agar mendapatkan yg sama. Karena jodoh adalah cerminan diri. 

Saat ini, aku ingin hengkang dari semua hal yang berkaitan dengan 'feeling'. Bukan menutup hati, menutup mata, tapi hanya berpuasa. Lagi pula seperti di atas, saat ini sama sekalo tidal ada sesuatu yang spesial. Mati rasa. Aku tidak terpikirkan untuk ini-itu selain kuliah, belajar yang sungguh-sungguh. Karena aku sudah memiliki cinta dan kasih sayang yg infinity sekarang, yang sudah menungguku sukses. Cinta yang melindungi, cinta yang menguatkan, cinta yang tak pernah menyakiti.  A huge of love from Mommy and Dady. I love you bcoz of Allah♥

Drrrt...drrtt...
Tiba-tiba hape berbunyi saat pelajaran Pneumatik Hidrolik berlangsung. Aku buka ternyata dari kakakku yang isinya seperti di bawah.

Buseeet dah, baru 4 bulan yg lalu keluar, eh sekarang mau keluar lagi. Pake nggak ngajak2 adeknya lagi. Emang sih kalo ngajak juga nggak bakalan bisa ikut, kan masih belom punya paspor. Huhuhu. Padahal udah minta ke bapak buat bikinin, tapi ya sepertinya percuma juga. Ibu juga bilangnya gini, "Nanti kalau kamu sudah kerja, ikut2an kayak kakakmu gini silahkan,. Sekarang belom waktunya,"

Iyasih kalo dipikir2, sebackpacker2nya orang kalo perginya ke negeri seberang ya kudu punya dompet tebel. Dan aku cukup tau diri lah, budget kita tidak sama kakak :'(

Oke, safe flight untuk kakakku tersayang yang mungkin sekarang sudah landing di Manila. May Allah bless you always. 

Love ya to the moon and back^^