Mimpi-Mimpiku

By 00:03:00




Bissmillahirrahmanirrahim...
Mimpiku, tetaplah berpijak di tempat tertinggi...
Kugantungkan pada langit di atas langit...
Menunggu hingga kudapat menjemputnya dengan rendah hati...
Hingga kini, setia berusaha menjemput dan merajut yang lainnya tiada henti...

Semua orang pasti memiliki mimpi, begitu juga dengan aku. Aku hanya seorang mahasiswi biasa yang bermimpi untuk dapat mengubah dunia menjadi yang lebih baik. Ketinggian? Ya, mungkin itu ketinggian. Tapi itulah mimpiku, mimpi yang indah. Dan salah satu cara untuk mewujudkan mimpi itu adalah dengan bangun dan berusaha dengan maksimal.

Bukan mimpi lagi lebih tepatnya, tapi cita-cita. Sedari kecil, aku ingin menjadi orang yang terkenal. Hingga aku ingin ikut-ikutan menjadi seperti kakakku yang dulu pernah menjadi juara 1 “Duta Pariwisata” (Tourism Ambassador)di kabupatenku, Mojokerto.

“Kamu pasti bisa menjadi orang terkenal, tetapi dengan cara yang lebih terhormat,” Kata Ibu saat aku menyatakan keinginanku itu.  Hingga saat ini, aku tetap mengingat-ingat perkataan Ibuku itu dan aku masih tetap menunggu sampai kapan perkataan Ibuku itu akan menjadi suatu kenyataan.

Sesuai dengan potongan ayat di Al-Qur’an:

....إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ...

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” (QS.Ar-Ra’d:11)
Dari petikkan ayat di atas dapat dimaknai bahwa jika seseorang ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya, maka dia harus berusaha untuk mengubah faktor penyebab terhalangnya perubahan itu. Intinya, nasib kita di masa depan itu ditentukan dari bagaimana usaha kita di masa sekarang. Tetapi jika Allah menghendaki terjadinya suatu bala kepada seseorang, maka tidak akan ada yang bisa menghindarkan.

Sesuai dengan teori Hukum Gerak Newton yang ke-3:
“Gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya.” (http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_gerak_Newton)


Jika dikaitkan dengan usaha di kehidupan nyata, usaha seseorang yang besar akan membuahkan hasil yang besar pula. Sehingga, harus berusaha dan bekerja dengan maksimal. Jangan lupa juga untuk berdoa, karena bagaimanapun besarnya usaha yang telah kita lakukan, hasilnya tergantung dari bagaimana kehendak Allah.
Dan sampai saat ini, aku masih tetap berusaha untuk dapat menjemput mimpi-mimpi itu. Mumpung masih muda, kan kucoba tuk terus berkarya dan memberikan kontribusi untuk negeri dan dunia. Insya Allah niat baik ini akan dimudahkan oleh Allah. Karena sebuah hadits menyatakan:
عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »
 
Artinya: Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Aku ingin di sisa usiaku ini, aku bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Semua ini ingin kulakukan dengan ikhlas, hanya karena Allah semata. Semoga Allah meridhoinya. Aamiin...
Wallahu 'alam bisshowab...

You Might Also Like

0 comments