Sherly's Diary

Today is a new story for a new history



Assalamu’alaikum, hai semuanya!

Welcome July!

Hari ini saya baru menyadari bahwa ada banyak sekali kenikmatan yang mungkin terlewatkan tanpa adanya rasa “syukur”. Salah satunya adalah, amanah pekerjaan ini. Saya baru tersadar betapa tidak bersyukurnya diri ini. 

Assalamu'alaikum, halo semua!

Setiap manusia pasti pernah mengalami kejenuhan dan rasa tidak semangat. Kala rasa itu menghampiri, saya selalu mengingat bagaimana perjalanan saya hingga mendapatkan amanah pekerjaan ini. Saat itu pula kembali terkenang perjuangan saya untuk dapat melanjutkan pendidikan dari SMA ke bangku kuliah.



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Halo, apa kabar temen-temen semua? Semoga senantiasa sehat ya.

Kali ini saya ingin memberikan 10 Rekomendasi Merk Baju Bayi Newborn untuk digunakan di siang hari nih (daily wear). Ngomong-ngomong ada nggak nih yang lagi hamil atau bahkan sedang menunggu detik-detik kelahiran buah hati? Postingan berikut bisa banget untuk dijadikan referensi.

Sebelumnya, saya sudah pernah memposting beberapa tips memilih baju untuk bayi newborn yang bisa menjadi sedikit pedoman sebelum membeli. Nah, berdasarkan dari tips tersebut saya udah menemukan beberapa brand yang memenuhi nih.

Berikut adalah 10 Rekomendasi Merk Baju untuk Bayi Newborn (daily wear):

1. KIKI PUP

Rekomendasi yang pertama yaitu ada merk lokal, "Kiki Pup". Mereka menjual berbagai model baju bayi yang masing-masing secara terpisah untuk atasan, bawahan, serta sarung tangan dan sarung kaki. Berdasarkan aplikasi Shopee, barang yang mereka jual dikirim dari Malang, Jawa Timur.

- DETAIL

Nama Merk    : Kiki Pup

Material          : Tidak ditulis spesifikasinya, tapi sepertinya katun yang halus banget.

Ukuran           : 0-3 bulan (BB 2-4,5 kg)

Harga             : Atasan Rp 21.500; Bawahan Rp 24.500.

Link Shopee   : https://shp.ee/jw9n985

2. SHOP BY AUNTY

Ini juga merk local, namanya “Shop by Aunty. Mereka menjual bajunya satu stel atasan, bawahan, lengkap dengan sarung tangannya. Berdasarkan aplikasi Shopee, barang yang mereka jual dikirim dari Tangerang, Banten.

- DETAIL

Nama Merk    : Shop by Aunty

Material          : 100% Katun

Ukuran           : Newborn – 6 bulan (s.d BB 7,7 kg)

Harga             : Rp 53.900/stel

Link Shopee   : https://shp.ee/np6cjp5

3. NICE KIDS

Selanjutnya ada merk Anak Baik alias “Nice Kids”, hehehe. Mereka mengklaim bahwa bahan baju yang mereka gunakan itu Hypoallergenic loh, atau tidak menyebabkan alergi dan aman dari zat kimia berbahaya. Berdasarkan aplikasi Shopee, barang yang mereka jual dikirim dari Jakarta Utara.

- DETAIL

Nama Merk    : Nice Kids

Material          : Teteron Cotton

Ukuran           : 0-3 bulan (2-4,5 kg)

Harga             : Rp 54.900/stel

Link Shopee   : https://shp.ee/8kbbmwm

4. AKUSVARA

Yang keempat, ada merk “Akusvara”. Model bajunya seperti kimono gitu, bukan berupa kancing tapia ada tali di sampingnya. Lucu ya! Berdasarkan aplikasi Shopee, barang yang mereka jual dikirim dari Bekasi.

- DETAIL

Nama Merk    : Akusvara

Material         : Tidak ditulis spesifikasinya, tapi mereka mengklaim bahwa bahan yang 

                       mereka gunakan bersifat very soft material, atau material yang sangat halus.

Ukuran           : Newborn up to 7 kg

Harga             : Rp 75.000/stel

Link Shopee   : https://shp.ee/jufzk5m

5. FLUFFY BABY WEAR

Berikutnya, ada merk lama yaitu “Fluffly”. Tahun 2020 kemarin saat anak saya masih newborn juga pakai merk ini. Bahannya halus dan motifnya tidak terlalu rame. Karena ini merk lama jadi untuk membelinya juga tidak harus online, di berbagai toko perlengkapan bayi (Baby Shop) juga banyak. Kalau di official shopee nya, mereka menjual per seri yang terdiri dari 3 pcs, terpisah antara atasan dan bawahan.

- DETAIL

Nama Merk    : Fluffy

Material          : Kaos TC, yaitu gabungan antara serat kapas (serat alam) dan sintetis

Ukuran           : Newborn (3-5 kg)

Harga             : Atasan Rp 58.000 (3 pcs); Bawahan Rp 51.000 (3 pcs)

Link Shopee   : https://shp.ee/nphiaam

6. LIBBY

Yang keenam, ada merk legendaris sepanjang masa nih. Siapa lagi kalua bukan “Libby”. Dulu semasa masih single, merk baju bayi newborn yang saya tau juga hanya Libby, hahaha. Anak saya kemarin juga saya pakaikan Libby, motifnya lucu-lucu. Sama seperti Fluffy, Libby ini juga banyak yang jual di berbagai toko perlengkapan bayi (Baby Shop).

- DETAIL

Nama Merk    : Libby

Material          : Special Cotton yang lembut

Ukuran           : Newborn 0-3 bulan

Harga             : Rp 28.890/stel

Link Shopee   : https://shp.ee/zw3peym

7. VELVET JUNIOR

Selanjutnya, ada merk “Velvet Junior”. Pasti Ibu-ibu maupun calon Ibu tidak asing dengan merk ini ya. Hampir di semua toko baju (baby shop) anak menjual baju merk Velvet Junior ini. Merk ini mempunyai ciri khas desain baju yang mirip dengan merk Libby. Atau jangan-jangan mereka bersaudara ya? Hehe.

- DETAIL

Nama Merk    : Velvet Junior

Material          : Tidak ditulis spesifikasi materialnya, sepertinya hampir sama dengan Libby.

Ukuran           : Newborn 0-3 bulan

Harga             : Rp 24.900/stel

Link Shopee   : https://shp.ee/m4ibm9m

8. BOHOPANNA

Siapa sih yang nggak kenal merk ini? Yup, “Bohopanna” namanya. Sepertinya dialah yang menjadi pioneer outfit bayi dan anak ala-ala aesthetic warm dengan warna earth tone. Saya pernah beberapa kali membeli baju anak dari Bohopanna ini. Untuk ukurannya sepertinya dibuat “fit to body” alias agak “ngepres” gitu ya kalau Bahasa Javanese nya, hehe. Jadi, kalau mau beli baju merk ini untuk anak yang agak bongsor saya akan melebihkan 1 size di atas usianya. Supaya nggak terlalu kekecilan dan bisa lebih lama dipakai (Mommy nggak mau rugi, hehe).

- DETAIL

Nama Merk    : Bohopanna

Material          : Cotton

Ukuran           : Newborn 0-6 bulan, up to 7,7 kg.

Harga             : Rp 47.700/stel

Link Shopee   : https://shp.ee/a4fdncm

9. SHANKUSEN

Lanjuuut… kali ini ada merk “Shankusen”. Di official e-commerce nya, dia menjual produknya langsung 3 stel. Per stel terdiri dari 1 motif dengan 3 warna berbeda. Lumayan untuk dipakai bayi gonta-ganti. Harganya juga tergolong murah.

- DETAIL

Nama Merk    : Shankusen

Material          : Katun

Ukuran           : Newborn, up to 5 kg.

Harga             : Rp 60.000/3 stel

Link Shopee   : https://shp.ee/qtkkxnm

10. BOOGYBABY

Terakhir, ada merk “Boogybaby”. Baju yang mereka jual adalah kebanyakan baju polos minim motif dan gambar. Saya sendiri belum pernah mencoba merk ini, tapi kalau dilihat dari harga sepertinya cukup lembut ya.

- DETAIL

Nama Merk    : Boogy Baby

Material          : Katun

Ukuran           : 0-3 bulan

Harga             : Rp 126.750/2 stel

Link Shopee   : https://shp.ee/ydf7kw5

Itu dia 10 Rekomendasi Merk Baju Bayi Newborn untuk digunakan di siang hari (daily wear) beserta link produknya yang dijual di Shopee. Semoga dapat menambah informasi bagi Ibu-ibu maupun calon Ibu baru yang sedang mempersiapkan kelahiran buah hatinya.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya! 

 


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Halo, apa kabar temen-temen semua? Semoga senantiasa sehat ya.

Tak terasa sekarang kita sudah memasuki bulan ke-tiga di tahun 2022 nih. Tahun ini anak saya akan memasuki usia yang ke-2 tahun. Tidak terasa juga ya waktu berjalan cepat sekali. Masih ingat bagaimana euphoria persiapan menyambut kehadirannya, salah satunya yaitu belanja baju bayi newborn, hahaha. Hiburan banget buat bumil di kala pandemic. Meskipun saat itu saya terbatas untuk berpergian kesana-kemari karena wabah yang terjadi, tapi saya masih bisa belanja online di e-commerce.

Biar belanja online baju bayinya nggak salah pilih, Kali ini saya ingin memberikan beberapa tips memilih baju untuk bayi newborn.  yaitu:

1. Pilih Baju Yang Mudah Untuk Digunakan

Karena bayi newborn sangat masih sangat rentan, jadi sebisa mungkin kita memilihkan baju yang mudah untuk lepas-pasang dan memiliki bukaan di depan. Contohnya, kaos yang berkancing atau bertali seperti model kimono.

2. Prioritaskan Kenyamanan Bayi

Agar kulit bayi terjaga dari benda-benda asing, maka kita harus mencari pakaian yang minim aksesoris. Hindari memilihkan baju yang memiliki resleting, tag baju yang berada di dalam, dan pastikan juga tidak ada ujung kancing yang tajam agar kulit bayi bayi terluka.

3. Periksa Bahan Baju Bayi

Ada baiknya memilih baju yang terbuat dari material katun. Ini karena katun adalah material yang lembut dan aman untuk kulit bayi.

4. Jangan Membeli Baju Bayi Newborn Terlalu Banyak!

Ini nih yang paling penting, jangan beli baju bayi newborn terlalu banyak ya. Karena bayi newborn pertumbuhannya cepat sekali. Jadi, cukup membeli 3-6 stel saja.

Itulah beberapa tips untuk memilih baju bayi newborn dari saya. Untuk selanjutnya akan saya share beberapa rekomendasi merk baju bayi newborn untuk dipakai sehari-hari ya.

Sekian sharing dari saya, terima kasih sudah membaca ya. Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Wassalamu’alaikum!


Assalamu'alaikum, halo semua apa kabar? Semoga sehat selalu ya.

Akhir-akhir ini saya jadi sering buka file foto di laptop. Melihat banyak foto lama sewaktu jalan-jalan ke Singapore, membuat saya jadi ingin sedikit bercerita tentang Orchard Road. Sebuah nama jalan yang mahsyur, surganya berbelanja produk fashion di kota Singapura. Berbagai merk kenamaan yang high-end tersedia di sini. Kalian bebas pilih mau beli baju, sepatu, tas, jam tangan, atau apapun itu, yang penting kuat kantongnya aja. Hahaha.

Orchard Road Singapore

Seperti biasa, ada satu hal menyenangkan yang saya lakukan di sini yaitu "Beli Es Krim". Sebagai pecinta kuliner saya selalu ingin tau bagaimana rasa dari kuliner yang terkenal di suatu daerah. Dan lagi, rasanya tak lengkap jika berkunjung ke Singapore tanpa mencicipi kudapan satu ini, Es Krim Singapore. Sebuah dessert terdiri dari Es Krim potong yang diapit oleh selembar roti tawar adalah pilihan yang pas di tengah teriknya matahari.

Kala itu, mata saya terpikat pada "rombong" penjual yang berwarna kuning ini. Letaknya berada di depan gerai Michael Kors di Orchard Road. Untuk menemukan penjual ini, saya harus berjalan sekitar 700meter dari ION Mall, tempat saya terakhir turun dari bus. 

Penjual Es Krim Singapore

Pilihan Rasa

Ice Cream Singapore

Harga sepotong Es Krim ini adalah S$ 1.20 atau saat itu senilai Rp 12.900 (S$ 1.00 = Rp 10.300). Ada berbagai macam pilihan rasa es krimnya, saat itu saya memilih rasa coklat dan suami saya memilih rasa durian. Tapi untuk rasanya menurut saya tidak ada yang spesial, hehe. Es krimnya kurang creamy, justru cenderung asin. Rotinya pun keras seperti roti tawar bakery yang kualitasnya kurang baik. Ya lumayanlah untuk mengobati rasa penasaran. Mungkin beda penjual rasanya akan beda ya. Lain kali jika ada kesempatan ke Singapore lagi, saya akan mencoba ke penjual yang lain. Kalau kalian ke Singapore boleh mencoba juga Es Krim Singapore juga ya, biar afdhol hehe.

Yummy!

Baiklah, sekian cerita-cerita saya kali ini. Sampai jumpa lagi di cerita selanjutnya ya, insyaallah.



XOXO,

- Sherly ND.




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, apa kabar semuanya?

Menginjak tahun baru 2022, tentunya sudah banyak rencana yang disusun. Salah satunya adalah Traveling Wishlist, atau rencana jalan-jalan. Terakhir saya membuat Traveling Wishlist yaitu di tahun 2018. Kala itu saya berencana untuk bisa mengunjungi Labuan Bajo, Thailand, dan Makassar atau Tana Toraja. 


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Halo temen-temen semua, apa kabar? Semoga sehat selalu ya! Alhamdulillah hari ini kita sudah memasuki tahun 2022. Kenapa rasanya waktu ini berjalan cepet banget. Masih teringat jelas apa aja yang saya lakukan di pergantian tahun 2021 kemarin.

Tahun baru identik dengan resolusi baru. Sudahkah temen-temen semua menyusun apa saja target dan resolusi di tahun ini? Target, rencana, mimpi itu harus ditulis ya, jangan biarkan dia menguap begitu saja tanpa ada eksekusi. Semua target kita di tahun baru ini harus kita tulis ke dalam daftar, bahkan kalua perlu kita print dan tempel di kamar agar kita selalu ingat.

Sebuah penelitian menyebutkan, "Struktur alam pikiran manusia sebanyak 95% dipengaruhi oleh subconsciousness (alam bawah sadar), sedangkan consciousness (alam sadar) hanya berpengaruh 5%,”. Dengan menulis target, kita akan sering membacanya dan menjadi motivasi. Sehingga, target-taget tersebut bisa masuk ke alam bawah sadar kita dan akan mempengaruhi sikap kita untuk dapat mewujudkannya menjadi nyata.

Untuk menuliskan target juga ada caranya, salah satunya yaitu dengan metode “SMART”, yaitu:

1. Spesific (Spesifik) = Rancang target secara jelas dengan mempertimbangkan unsur 5W,

- What = Apa yang ingin dicapai?; 

- Why = Kenapa target itu harus dicapai?; 

- Who = Siapa yang akan membantu terwujudnya target?; 

- Where = Dimana target itu akan tercapai?; 

- When = Kapan target itu akan tercapai?

2. Measurable (Terukur) = Pastikan target tersebut selalu diukur progresnya agar dapat dipantau perkembangannya sudah sejauh apa.

3. Achieveable (Dapat dicapai) = Tentukan target yang realistis dengan kondisi dan peluang yang kita miliki saat ini.

4. Relevant (Relevan) = Pastikan target tersebut membawa manfaat dan sesuai dengan kebutuhan kita.

5. Time Bound/Timely (Tepat Waktu) = Tentukan batas waktu kapan akan dicapainya target tersebut, agar ada urgensi dan motivasi untuk merealisasikannya.

Untuk penyusunan target SMART yang lebih detail, insyaallah akan saya tuliskan di lain waktu. Semoga di tahun berikutnya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik serta semakin berkah urusan dunia dan akhirat kita. 

Selamat menyusun target dan mimpi-mimpi! Semoga Allah mengijabah semua doa kita. Ngomong-ngomong, apa aja target kamu di tahun 2022? 😊




Assalamu'alaikum, halo semuanya! Apa kabar?
Semoga teman-teman semuanya sehat dan tentu saja selalu ada dalam lindungan Allah Al-Hafiizh. Apalagi di musim pandemi yang semakin mengganas, semoga Allah jauhkan kita semua dari musibah ini. Aamiin yaa Rabbal alamiin.

Hari ini saya nggak bisa tidur, akhirnya mencoba untuk kembali mengisi halaman blog ini yang sudah sangat jarang saya isi. Sejak menikah saya jadi merasa tidak ada semangat lagi untuk menulis, padahal banyak unforgetable moment yang ingin saya ceritakan loh, apalagi di tahun 2019. Jadinya saya ceritain sekarang aja random aja ga usah urut sesuai suasana hati, hehe.

Bulan Maret 2019 adalah bulan ter-random yang pernah terjadi sepanjang hidup. Di pertengahan Maret 2019 yang lalu, saya memutuskan untuk mengubah haluan "masa depan" dikarenakan ada beberapa hal yang mengganjal di hati saya. Beberapa hari setelah kejadian itu, ada notifikasi dari Instagram bahwa saya mendapatkan Direct Message dari seseorang yang berisi, "Assalamu'alaikum Mbak...". Dalam hati saya bergumam, "Lah, ini kan yang dulu pernah DM saya di Maret 2018. Isinya sama-sama salam, tapi di 2018 setelah saya bales dianya cuma baca doang," Ternyata di bulan yang sama di tahun 2019, orang itu kembali menyapa.

Saya balas salam tersebut dan berlanjut saling bertanya background masing-masing, tidak lebih. Ternyata dia tau saya dari friend suggestion saat dia buka IG teman kuliahnya. Ah, bisa-bisa aja nih sosmed. Kemudian saya tidak membalas lagi DM nya dan komunikasi kami tidak berlanjut.

Beberapa minggu kemudian, dia mengkomentari postingan saya. Dia menegur saya lewat DM lagi, kemudian dia meminta nomor WhatsApp. Kami masih berkomunikasi sekedar bertanya tentang pekerjaan masing-masing, yang mana masih saling terkait. Hingga pada suatu hari dia bertanya alamat rumah domisili saya dan dia berkata ingin mengenal serta bertemu langsung dengan Ibu saya. Kaget dong saya, kok nekat nih anak!

Akhirnya di bulan Ramadhan tahun 2019, tepatnya tanggal 11 Mei 2019 dia pergi menemui saya di tanah rantau. Dia juga memberanikan diri untuk mengungkapkan keseriusannya dengan saya ke Ibu. Tentu saja dia tidak menginap di kediaman saya ya, tapi dia saya carikan hotel yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. 

Di saat itu juga, kami mulai merancang acara pertemuan dengan keluarga. Akhirnya, dipilihlah tanggal 9 Juni 2019 untuk melaksanakan acara khitbah atau pertunangan.

Oke sekian dulu, cerita kelanjutan tentang khitbah bersambung ya. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

 




Assalamu'alaikum, hai semuanya! Apa kabar?

I'm back! Akhirnya saya bisa nulis-nulis lagi di sini. Terakhir posting  udah lama banget ternyata, di tahun 2019. Padahal di tahun itu, ada banyak banget kejadian yang mengubah hidup saya.

Awal tahun 2019 tepatnya di bulan Januari, saya dan tim Alhamdulillah memenangkan lomba ide karya inovasi tingkat kantor. Tau sendiri kan, saya paling anti banget untuk berbicara di depan umum alias demam panggung. Eh tiba-tiba diajakin lomba ginian, mana selain ngomong kita juga harus mikir kan presentasinya. Kalau buat makalah sih oke aja buat saya, karena dari jaman kuliah seneng banget nulis makalah. Tibalah hari presentasi itu datang. Saya udah latihan buat ngomong berkali-kali, tapi saat tiba waktunya presentasi kok yang keluar beda ya sama yang tadi latihan. Kan saya jadi bingung, wkwkwk. Pas pengumuman eh taunya malah menang juara 1, trus makalahnya dibilang paling lengkap pula sistematika kepenulisannya. Alhamdulillah hadiahnya lumayan, bisa buat ngajak temen-temen makan sama buat nambah uang jajan. 

Pada bulan Februari, tiba-tiba Ibu ditelepon oleh pihak KBIH bahwa porsi ibadah haji Ibu yang semula akan diberangkatkan di tahun 2021 dimajukan menjadi tahun 2019. Kami belum ada persiapan apa-apa. Jangankan untuk keberangkatan, nadzar saya untuk melunasi sisa uang porsi yang harus dibayarkan setelah ada kepastian waktu keberangkatan dari KBIH saja masih jauh. Sedangkan jarak antara Februari ke Agustus itu tidaklah jauh. Gimana dong, kok bisa majunya cepet banget 2 tahun?

Di bulan Maret, saya membuat suatu keputusan yang mengubah hidup saya ke depannya. Akhirnya, di akhir bulan Maret saya dipertemukan Allah dengan seseorang. Bulan Juni awal dia melamar saya, kemudian pertengahan November kami menikah. Singkat sekali bukan? Hahaha. Cerita selengkapnya insyaallah akan saya tulis di postingan berbeda.

Di November 2019 juga, saya dan suami pergi ke Singapura. Ada banyak cerita dari Singapura yang harus saya tulis di sini. Duh, cerita tentang Bangkok aja belum kelar-kelar, eh sekarang nambah Singapura. Mana udah mau lewat 2 tahun lagi, semoga ga basi wkwkwk.

Lalu di 2020 juga banyak sekali kejadian yang mengejutkan. Apakah itu? Ya, tak jauh tentang anak. Jadi, Alhamdulillah di 2020 Allah amanahkan saya dan suami menjadi orangtua. Dengan begini, kami jadi belajar banyak hal terutama soal persiapan kehamilan, saar hamil, parenting, mengurus anak, sampai MPASI. Banyak sekali hal baru yang saya pelajari dan harus dibagi ke temen-temen semua di sini, karena itu bisa jadi ilmu tambahan.

Ah, pokoknya ada banyak deh yang harus ditulis di sini. Semoga angan-angan ini tidak terkalahkan oleh rasa malas, hehehe. Semoga bisa saya share satu-persatu yang ada di otak ini.

Akhir kata, selamat berpuasa, sampai jumpa di postingan selanjutnya!



Source: Booking.com

Assalamu’alaikum!

Halo semua! Ini adalah konten pertama pada Februari yang ditulis di akhir bulan. Kali ini saya pengen sedikit cerita sekaligus kasih review tentang penginapan yang saya tinggali saat ke Thailand kemarin.


Assalamu’alaikum, hai semua!

Bulan Januari adalah bulan terbitnya jadwal dan tempat pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di instansi tempat saya bekerja. Salah satu penentuan tempat diklat biasanya dapat dilihat dari bidang apa yang diambil. Contohnya saja saya yang selalu mengambil diklat bidang Pembangkitan. Jadinya, tahun 2017 sampai 2018 saya kebagian tempatnya di Udiklat Suralaya terus. 


Assalamu’alaikum semua!

Sebelum berangkat ke Thailand, saya sempet browsing di mbak Gugel tempat makan yang deket dengan tujuan wisata kami. Tidak lupa saya juga mencari tempat yang dekat dengan Santorini Park, karena jam berkunjungnya bertepatan dengan jam makan siang.

Assalamu'alaikum semua!

Saya adalah penggemar berat kuliner. Dimanapun berada, saya pasti menyempatkan diri untuk mencoba kuliner khas di suatu daerah ataupun kuliner yang tidak ada di tempat domisili saya. Tidak terkecuali saat saya pergi ke Thailand di akhir tahun kemarin. Saya tuh penasaran banget sama resto fast food yang menjual Sandwich dengan aneka isian sayur. Ada yang tau nama restonya apa? Yup, dari judul tulisannya aja udah ketahuan kalo nama restonya adalah "Subway".




Backpacker Manja ke Thailand (Part 2) - Day 1


Assalamu’alaikum semua!

Salah satu mimpi saya yang terealisasi (atas ijn Allah) di tahun 2018 kemarin yaitu bisa jalan-jalan ke Thailand. Kali ini, saya mau cerita bagaimana perjalanan saya di Thailand pada hari pertama. 

Baca juga:
Backpacker Manja ke Thailand (Part 1)
Drama Bandara Sebelum ke Thailand


Assalamu’alaikum, hallo semuanya! 

Di era yang serba canggih ini, rasanya hamper semua orang punya benda kecil berbentuk persegi yang bernama “HP”. Nggak peduli itu masih bocah SMP bahkan SD, kakek-nenek pun kebanyakan sudah punya telepon genggam pribadi. 

Sebelum bercerita tentang hari pertama, saya mau sedikit flashback tentang keberangkatan kami. Jadi, sebelum berangkat ke bandara kami janjian buat kumpul di rumah kakak Saya, di daerah Monang Maning. Kemudian, kami berangkat ke bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 22.30 WITA pakai Go-Car. 


Backpacker Manja ke Thailand (Part 1) - Preface

Assalamu'alaikum!

Eh nggak kerasa udah hari Ahad lagi aja nih, selamat hari Ahad! Alhamdulillah. Hari ini saya mau cerita tentang pengalaman saya jalan-jalan di hari Jumat minggu kemarin. Jadi, seminggu yang lalu saya ada agenda keluyuran bareng dua temen, mereka adalah mbak Dimmy dan mbak Putri ke negara yang punya julukan negeri gajah putih, Thailand. Postingan ini saya bahas tentang cerita secara umum ya, detailnya akan saya ceritain per-hari atau per-part, insyaallah. 

Bermula dari rencana di akhir tahun 2017 yang hanya menjadi wacana dan wacana, akhirnya di bulan Agustus kemarin kami bertiga memutuskan untuk membeli tiket pesawat ke Bangkok. Saya langsung cus berkunjung ke situs sebuah maskapai yang mempunyai slogan, "Now Everyone Can Fly". Meskipun saat itu sedang tidak ada promo, kami tetap memperteguh pendirian untuk memesan tiket. Intinya saat itu, 'mbuh piye carane kudu budhal', titik. Sesudah pesan tiket, saya mau bayar nih ke ATM. Eh ternyata nggak bisa dong, ada keterangan di layar kalo pembayarannya gagal gitu. Akhirnya, saya tanya-tanya ke teman yang dulunya rekan sekantor, karena beliau sering pergi melancong ke luar negeri. Bertanyalah saya via DM Instagram, kenapa kok bisa begini begitu, susah banget mau bayar booking-an. Eh beliaunya malah mau bantu mesenin sekaligus bayarin duluan, jadi nanti saya tinggal transfer bayar ke masnya. Alhamdulillah baik sekali masnya, dan drama pun berakhir. Terima kasih mas Isa. Akhirnya, salah satu dari daftar Traveling Wishlist di tahun 2018 saya tercoret sudah. 

Baca juga: Traveling Wishlist in 2018

Skip skip skip, tibalah di hari keberangkatan. Oh iya, kami memesan penerbangan ke Thailand yang keberangkatannya dari Bali supaya bisa dapet yang langsung tanpa transit. Tapi sama aja sih, ujung-ujungnya saya dan mbak Dimmy harus pesen tiket dari Lombok-Bali dan Bali-Lombok. Jadi, pada hari Kamis sore tanggal 25 Oktober kami berdua dari Lombok berangkat ke Bali. Tanggal 26 Oktober pukul 01.35 dini hari, kami berangkat dari Bali ke Bangkok, Thailand. Hari Senin pagi, tanggal 29 Oktober pukul 06.00 dari Bangkok kami kembali ke Bali, terakhir di sore harinya pukul 16.50 kami pulang ke Lombok. Begitulah, tidak bisa dikatakan simpel dan murah sih. Tapi, kami menikmatinya, ahayy. Oh iya, teman saya mbak Putri dia nungguin di Bali, karena udah pindah dong kantornya sekarang. Dulu kami sama-sama di Lombok, sekarang markas kantornya pindah ke Bali. Uhuhu senangnyaaa, selangkah ke Barat. 

Senin, 26 Oktober dini hari sambil ngantuk-ngantuk kami menanti panggilan boarding ke Bangkok di bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Di sinilah, ada beberapa drama dimulai. Kudu ngakak dan sebel juga sih kalo diinget. Alhamdulillah, empat jam kemudian kami sudah mendarat cantik di bandara Internasional Don Mueang, Bangkok. Yuhuuu, perjalanan panjang pun dimulai! Langkah pertama kami mengarah pada tujuan yang telah saya bikin di itinerary. Kalau pengen tau boleh cek di sini

Baca juga: Itinerary Thailand 3 Hari 2 Malam (Rencana)

Sawadee kha! 
Siap Menjelajah!
Yap, hari pertama kami langsung pergi ke sebuah daerah bernama Cha-Am, di kabupaten Hua Hin. Eh entahlah Hua Hin itu kabupaten apa bukan ya? Jaraknya lumayan jauh dari Bangkok, 160-an kilometer gitu. Kami menempuh perjalanan selama 2,5 jam untuk pergi ke sana. Alhamdulillah tidak ada kendala di hari pertama, meskipun kami agak puyeng karena kebanyakan barang. Iya dari pertama landing, kami belum sempet mampir ke penginapan. Jadinya ya kemana-mana bawa bontotan backpack gede, demi efisiensi waktu. 

Kemudian, di hari kedua kami melakukan perjalanan jauh lagi nih. Tujuan di hari kedua yaitu ke Pattaya. Kemarin habis ke arah Timur, sekarang ke arah Barat ujung bawah. Kenapa milih ke Pattaya? Ya nggak apa-apa sih, pengen aja gitu. Soalnya kami menganggap bahwa Pattaya itu sebuah daerah destinasi liburan yang cukup terkenal gitu kan. Karena kita udah ke Thailand, jadi kenapa nggak sekalian ke Pattaya aja? Emang sih jaraknya juga jauh, sekitar 150an kilometer. Kami harus menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai di Pattaya. Daaan, di sinilah drama kedua dimulai. Kalo diinget jadi ngakak liat kelakuan sendiri dan sedikit merasa berdosa. Pokoknya, Pattaya ini adalah tujuan yang penuh dengan drama. Ahaha.


Naik 'Songthaew'
Terakhir, di hari ketiga kami memutuskan untuk berkelana di Bangkok aja untuk menyusuri pusat perbelanjaan dan berkunjung ke landmark-nya. Di sinilah datang drama ketiga buat kami, tapi nggak terlalu parah sih. Masalahnya cuma di bagasi. Kami berangkat cuma bawa satu tas besar dan satu-dua tas kecil, eh baliknya sudah beranak pinak dong. Apalagi di Bangkok harga-harga barangnya nggak jauh beda sama Indonesia, bahkan bisa lebih murah. Dan lagi, godaan terbesar wanita adalah belanja, lengkap sudah, ahaha. 


Bagaimana Nasib Mereka? 
Alhamdulillah, semuanya sudah berhasil teratasi dengan rapi dan kami berhasil mendarat dengan selamat di tanah air meskipun disambut dengan berita duka yaitu jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Yaa Allah Lion Air, maskapai favorit kami sebagai perantau yang sering pulang. Semoga semua korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah, keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan, dan kita semua senantiasa diberikan keselamatan dimanapun ya. 

Kalau dari segi presentase, kira-kira nilai dari trip kami 95 lah. Nilainya dibagus-bagusin sendiri, ahaha. Itu karena sekitar 90% dari itinerary yang kami susun sudah berhasil dituju. Meskipun awalnya banyak yang meragukan kami karena hanya pergi bertiga, cewek-cewek pula. Kami sangat-sangat bersyukur karena diberi kesempatan oleh Allah untuk menikmati keindahan yang telah diciptakanNya di belahan bumi yang lain. Selain itu, bersyukur pula karena masih diberi keselamatan dan kesehatan dari mulai berangkat sampai kembali lagi ke Indonesia tercinta. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. 

Baiklah, sekian cerita secara umum tentang backpacker manja kami ke Thailand seminggu yang lalu. Cerita selengkapnya dari mulai hari pertama sampai ketiga beserta aksesorisnya akan saya update di hari mendatang ya, insyaaallah. Sampai jumpa di cerita selanjutnya! 



Siapa sih yang nggak suka Udon? Sudah lama sekali saya tidak makan mie Jepang ini, terakhir kali ya di tahun 2014. Sedihnya lagi, dia belum buka cabang di Lombok. Antara sedih dan agak lega sih. Agak leganya karena saya jadi nggak kebanyakan jajan ini, wkwk. Karena beberapa minggu kemarin saya ke Bali, sekalian aja deh melepas rindu bersama dengan brand udon ini karena letaknya tidak jauh dari rumah Kakak saya, hanya sekitar 3 km.

Saya pergi ke Marugame Udon bersama dengan Ibu pada pukul 10.30, ditepatin sama waktu makan siang. Saking lapernya, saya sampek salah parkir kendaraan di tempat parkir pegawai, yaa Allah bisa-bisanya. Resto ini buka pukul 10.00, saat saya ke sana masih kelihatan sepi karena baru buka. Tempatnya lumayan luas, adem, saat itu masih terlihat 3-4 meja saja yang digunakan pengunjung, sisanya kosong. 

Sampai di depan meja pemesanan, saya langsung milih menu udon. Awalnya agak bingung, saya ingin pesan Beef Curry Udon lagi, tapi juga pengen nyoba yang lain. Berdasarkan referensi yang saya dapatkan, ada satu menu yang most wanted, yaitu Niku Udon, akhirnya saya pilih itu. Kalau untuk Ibu, saya pesankan Beef Curry Udon saja yang sudah nyata enak dan cucok di lidah saya, Ibu juga belum pernah makan yang menu itu. Kemudian untuk gorengannya, saya milih "Nori Tempura" yang kayak Tao Kae Noi ditepungin gitu dan Ebi Tempura, alias udang tepung yang gede. Minumnya saya milih "Ice Lemon Tea" dan Ocha hangat untuk Ibu. Untuk milik Ibu, kami hanya dikasih tea bag dan air panasnya ngisi sendiri di sebelah kiri. Untuk milik saya, hanya diberi gelas kosong yang bisa diisi di bagian depan. Keduanya free refill, alias bisa langsung isi sendiri kalo yang di gelas udah abis, sepuasnya.


Aneka Gorengan
Sembari menunggu, kami berfoto ria dulu, hehe. Kemudian mulai nyemilin gorengan, Nori Tempura. Emang bener, rasanya persis kayak Tao Kae Noi yang lembaran besar terus ditepungin. Enak sih krispi gitu, apalagi kalo ditaburi bubuk cabe di atasnya. Kemudian, saya mengambil berbagai macam tambahan bumbu yang disediakan di tengah ruangan, seperti irisan cabe, irisan daun bawang, dll. Lima belas menit kemudian, mbak-mbak pramusaji datang mengantarkan pesanan kami. Tadaaa, ini dia penampilannya...


MasyaAllah!

Itadakimasu!
Pesanan saya, Niku Udon, kuahnya bening disertai dengan suiran daging sapi sukiyaki yang melimpah di atasnya. Kuah beningnya ini namanya sup kake dashi. Apa itu sup Kakedashi? Kalo dari webnya sih begini, Sup Kakedashi adalah "sup resep asli dari Jepang, terbuat dari ikan dan rumput laut dengan shoyu". Rasanya gimana? Enak kok, gurih, asin, manis, emang berasa aroma ikan-ikan gitu.

Pesanan Ibu, Beef Curry Udon, kuahnya kental dari kari khas Jepang gitu disertai daging sukiyaki juga di atasnya. Rasanya gimana? Ya jelas enaaaak dong, masyaAllah gurih banget. Ini salah satu varian yang jadi favorit saya.  Daging sapi bumbu sukiyaki nya pun melimpah dan 'gamoh' alias empuuuk banget.


My Mom
Kalau minuman Ocha nya ya seperti rasa teh hijau pada umumnya lah, sepet gitu apalagi ga ada gula. Saya sendiri sih bukan penggemar berat teh hijau, jadi nggak suka hehe. Kalau lemon tea rasanya ya seger, sepertinya mereka pake brand Nestea deh. Oiya, karena kekenyangan akhirnya Ebi Tempura nya saya bawa pulang ke rumah, rasanya ya jelas enaaak lah. Kayak udang goreng biasa gitu, cuma tepungnya yang bikin beda.

(1) Niku Udon
1. Niku Udon
Rp 50.909 (exclude tax 10%)

(2) Beef Curry Udon
2. Beef Curry Udon
Rp 50.909 (exclude tax 10%)

(3) Ebi Tempura & (4) Nori Tempura

3. Ebi Tempura
Rp 14.545 (exclude tax 10%) 
4. Nori Tempura
Rp 10.909 (exclude tax 10%) 

5. Hot Ocha
Rp 11.818 (exclude tax 10%)
6. Lemon Tea
Rp 11.818 (exclude tax 10%)

Lokasi:
Marugame Udon
Jl. Teuku Umar No. 141 Simpang 6 Denpasar.

Baiklah, sepertinya segitu dulu curhatan pendek saya tentang Makan Mantap di Marugame Udon ini. Kapan-kapan kalau ada kesempatan insyaallah saya balik makan di sini lagi untuk mencoba varian yang lain, ehehe. Sampai jumpa di food review berikutnya, insyaallah :)