Tentang Dia

By 02:46:00



Bissmillahirrahmanirrahim...
 
Tak tau mengapa, air mata ini tiba-tiba ingin menunjukkan keberadaannya saat terbesit namanya di benakku. Mungkin, dialah malaikat tak bersayap yang dikirimkan oleh Allah untuk menjagaku. Dengan suatu peristiwa yang menjadikan kita dapat bertemu. Tiada sesuatu yang terjadi secara kebetulan, semua itu telah diatur oleh-Nya.

Kala luka itu masih menganga perih, perlahan dia sembuhkan. Kala hati ini membeku dan tak dapat mengartikan lagi rasa, perlahan dia luluhkan. Sampai saat ini ku tak habis pikir, bagaimana ini dapat terjadi kepadaku dalam waktu yang begitu cepat? Dan mengapa Allah mengirimkan dia, seseorang yang luar biasa untukku sedangkan aku, sama sekali tidak. Tapi kembali lagi, tiada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Setiap detail kejadian dari skenario-Nya pasti ada benang merahnya. Sekecil apapun detail itu berubah padaku, pasti akhirnya tak akan seperti ini.

Dia ajarkan aku secara tersirat bagaimana cara menjemput cinta agar menjadi halal. Walau mungkin saat ini, di usiaku yang ke-18 ini belumlah saatnya untuk merealisasikan. Tapi aku bahagia karena dia mengajarkanku bagaimana bersikap secara dewasa dan bijaksana.
Yaa Allah, terima kasih karena Engkau telah mengirimkan dia untukku, seseorang yang telah mengajarkanku bahwa cinta itu tak harus selalu memantau dengan saling berpesan singkat, telepon, ataupun lainnya. Tapi cinta itu saling menjaga dan mendoakan. Semoga dia dapat menjadi halal untukku seiring dengan berjalannya waktu dan takdir-Mu.

Kini adalah saatnya untuk menyelam di lautan ilmu, berbakti kepada walidain, dan mempersiapkan diri untuk dapat menjadi istri yang shalihah. Karena cepat atau lambat, predikat istri itu pasti akan terjadi kepadaku.

Yaa Allah, kutitipkan semua rasa cintaku untuknya padamu. Jagalah dimanapun dia berada. 

Karena Engkau-lah, aku mencintainya. 

Uhibbuka Fillah (´⌣`ʃƪ)

You Might Also Like

0 comments