Explore Air Terjun Mangku Sakti Lombok Utara

By 08:52:00




Weekend kemarin pergi kemana? Kalau saya sih jalan-jalan ya, sayang banget kan di Lombok tapi ga dipake jalan-jalan, ehehe *sok-sok an*. Nggak-nggak, sejujurnya meskipun sudah hampir tujuh bulan saya tinggal di sini, tapi saya belum pernah explore pulau indah ini. Cupu banget kan... Jadi, perjalanan liburan saya di cerita ini nanti sepertinya akan jadi perjalanan liburan terjauh saya selama di Lombok.
Flashback 

Ceritanya, hari Sabtu tanggal 12 November bulan kemarin saya pergi ke Air Terjun Mangku Sakti. Air terjun tersebut berada di daerah Sembalun, kabupaten Lombok Timur. Saya pergi bersama dengan teman seperantauan saya yang lain dan seorang teman yang asli dari Lombok. Sebelum pergi ke sana, kami mencari informasi dulu nih terkait dengan rute perjalanan dan trek dari tempat parkir menuju ke air terjunnya. Berbagai media sosial sudah kami selancari untuk menggali informasi lebih dalam. Tujuan kami mencari informasi terlebih dahulu sebelum mencapai ke TKP adalah, supaya bisa mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan tersebut. Selain itu, kami berencana untuk mengendarai mobil, jadi kami harus tau terlebih dahulu rute untuk menuju ke TKP apakah jalurnya sudah bisa dilalui roda empat atau belum. Maklum, di Lombok ini masih banyak sekali wisata alam yang "perawan", alias jarang dikunjungi khalayak ramai. Jadi akses jalannya terkadang masih ekstrim.

Pernah juga beberapa bulan yang lalu kami berencana untuk pergi ke Air Terjun Timponan di kabupaten Lombok Barat, tapi apa hasilnya? Zonk! Ahahaha. Sebelum pergi ke sana, kami juga sudah mempersiapkan diri mulai dari browsing-browsing informasi ke mbah Google maupun YouTube. Tapi ternyata, sampai di tengah jalan ada kendala yang menyebabkan kami harus kembali dan perjalanan pun harus terhenti. Lain kali saya akan cerita tentang perjalanan kami yang Failed itu deh, haha.

Jadi, rencananya kami akan berkumpul di kantor pukul 05.30 WITA dan berangkat pukul 06.00 WITA. Kenapa berangkatnya pagi-pagi sekali? Karena perjalanan dari Mataram hingga ke Lombok Timur itu lumayan jauh, yakni memakan waktu sekitar 3 jam. Kami berestimasi jika berangkatnya pagi, maka kami tidak akan kemalaman jika ingin pulang ke Mataram. Tapi, realisasinya kami baru berangkat pukul 07.15 WITA karena jamnya elastis. Termasuk saya yang baru datang pukul 05.55, ahahaha. Sekitar jam 07.15 kami mulai meninggalkan kota Mataram menuju ke TKP menggunakan dua mobil.
 
Kecamatan Sembalun terletak di kaki gunung Rinjani, gunung ketiga yang tertinggi di Indonesia. Untuk sampai ke tujuan, kami memilih rute melewati kabupaten Lombok Utara. Di perjalanan, saya kegirangan sendiri karena bisa ngeliat monyet-monyet di hutan Pusuk. Lucu banget, ada yang duduk-duduk pinggir jalan, cari kutu bareng temannya, atau lagi gendong anaknya, hehe. Kemudian, kami lewat kecamatan Gondang, yang merupakan daerah pesisir. Di daerah ini banyak padang rumput kering, mungkin karena temperatur di sini agak tinggi. Lumayan panas gitu sih kalo dibandingkan dengan kota Mataram. Kemudian, kami melewati suatu daerah di mana disitu banyak banget pohon Jambu Mete dan Mangga Manalagi. Sepertinya itu adalah kebun milik warga sekitar. Kalau dari kejauhan buah Jambu Metenya keliatan merah menggoda, rasanya pengen metik aja. 

How We Got There?

Setelah beberapa kali menanyakan jalan ke penduduk sekitar, akhirnya pukul 11.00 tibalah kami di gang masuk untuk menuju ke Air Tejun Mangku Sakti. So, kira-kira kami menghabiskan waktu sekitar 4 jam untuk sampai di sini. Kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menunggu teman-teman lain yang ingin ke kamar mandi. Karena hampir masuk jam makan siang, ada beberapa teman saya yang pergi beli nasi sebagai bekal. Di gang menuju ke Air Terjun Mangku Sakti, ada sebuah posko yang dijaga oleh beberapa pemuda. Sepertinya mereka adalah anggota organisasi pelestarian alam di siniKemudian, kami bertanya ke  mereka mengenai bagaimana medan yang harus dilalui untuk sampai ke Air Terjun Mangku Sakti. Dari penjelasan mereka, ternyata kami harus melalui jalan tak beraspal hingga sampai di tujuan dan memakan waktu kurang lebih 20 menit menuju tempat parkir dan jarak tempuh sekitar 3 km.

Dari situ, kami mulai kebingungan haruskah kami pergi ke sana dengan berjalan kaki? Kalau dipikir-pikir, menempuh perjlanan sepanjang 3 km itu lumayan jauh, apalagi kami harus jalan kaki dan jalannya naik-turun berbatu. Akhirnya, kami memutuskan untuk tetap memakai mobil. Mereka menilai bahwa mobil yang saya tumpangi sepertinya tidak cukup kuat untuk menempuh medan dibanding dengan mobil satunya. Sehingga, tiga orang teman saya harus pindah ke mobil yang satunya untuk menyiasati kendala ini. Kami juga memilih untuk ditemani oleh 1 guide yang dikenai biaya Rp 50.000 agar mempermudah perjalanan.  

Jalanannya memang benar-benar naik-turun dan berbatu. Belum lagi ditambah becek dan licin dikarenakan saat ini sedang musim hujan. Di sisi kanan dan kiri kami disuguhi pemandangan hijau dari pohon, ilalang, dan tanaman lainnya di hutan itu. Sampai dengan 20 menit, ternyata kami belum sampai di parkiran juga. Mungkin karena kami pakai mobil, jadi perjalanan agak sedikit terhambat. Ada beberapa insiden dimana mobil yang satu terjerembab di lumpur hingga dua kali, Alhamdulillah kami bisa mengatasi.

Kemudian, kami berhenti di suatu tempat, karena teman saya dan mas guide mau mengecek medan yang akan kami lewati selanjutnya. Jika dirasa memungkinkan, kami akan melanjutkan dengan mobil. Tapi setelah dicek, ternyata tidak memungkinkan karena jalannya sangat curam. Kami memutuskan untuk turun, memarkir mobil di situ, dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. 


Pilih Mana?
Sekitar 20 menit kemudian, tibalah kami di tempat parkir untuk motor para pengunjung. Salah satu kelebihan pengunjung yang mengendarai motor adalah, mereka bisa lebih hemat waktu dan tenaga. Sepanjang perjalanan ke sini, kami dibalap sama pengunjung yang pakai motor. Mereka duluan deh yang nyampek di sini. Kami istirahat dan duduk-duduk dulu sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

Kami beristirahat sekitar 10 menit, kemudian lanjut lagi dong. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, medannya naik-turun dan berbatu. Hanya ada jalan setapak, kendaraan tidak bisa lewat sini. Meskipun cukup jauh, tapi sepanjang jalan kami disuguhan dengan mahakarya Allah yang indahnya luar biasa, masyaAllah. 



Finally...

Alhamdulillah, setelah berjalan cukup lama sekitar 30 menit dengan jalanan yang berbagai macam bentuknya, sampai juga kami di Air Terjun Mangku Sakti ini. MasyaAllah, luar biasa indahnya. Aliran Air Terjun Mangku Sakti ini berasal dari Danau Segara Anak, Gunung Rinjani. Hal ini membuat warna airnya berbeda dengan air terjun pada umumnya yang jernih, di sini warnanya menjadi biru toska keputih-putihan. 

Tidak menyesal saya sudah berjalan jauh untuk melihat keindahan Allah yang satu ini. Airnya dingin, hawanya sejuk, dan yang pasti banyak spot indah untuk dijadikan ajang selfie, ahaha. 


Sejuk
Beautiful!
Family
Setelah kami puas mengeksplor hampir semua spot dan berfoto-foto ria di Air Terjun Mangku Sakti, kami pun menuju ke air terjun yang lain. Oh ya, Selain Air Terjun Mangku Sakti, di sini juga ada Air Terjun Mangku Kodek. Jarak antara Air Terjun Mangku Sakti dengan Mangku Kodek tidak terlalu jauh. Tapi sayangnya, kita harus nyemplung ke dalam sungai dulu untuk ke Mangku Kodek. Saya memilih untuk tidak pergi, begitu juga dengan teman-teman yang lain. Kami hanya numpang makan siang di pinggir sungai yang menuju ke Air Terjun Mangku Kodek. Walaupun menunya sederhana, tapi masyaAllah nikmatnya.


 Makan Siang
Setelah selesai makan siang, kami pun memutuskan untuk pulang. Nah, di sini saya mulai merasa loyo. Saat berangkat tadi rasanya hampir tidak capek, karena kebanyakan jalanannya menurun. Sedangkan untuk pulang ini malah kebalikannya, banyak yang nanjak. Yaa Allah, rasanya... Apalagi saya sekarang jarang olahraga, jadi dipake jalan dengan trek yang seperti itu membuat saya tersengal-sengal. Saat ada tanjakan, saya berusaha jalan dengan memegangi tas punggung teman saya agar jalannya lebih mudah. Berulang kali saya meminta berhenti untuk beristirahat sejenak dan teman saya dengan setia menunggu. Yaa Allah, baik dan sabar sekali mereka. Dan saya bahagia banget saat sudah bisa melihat mobil yang kita parkir dari kejauhan. Alhamdulillah, akhirnya nyampek juga :')

Time to Go Home
 
Di perjalanan pulang, kami lagi-lagi melewati jalanan yang di kiri-kanan terdapat banyak sekali pohon jambu mete dan mangga manalagi. Gemeeees, pengen banget saya metik, tapi nggak boleh ya, haha. Kali ini kami memilih untuk lewat pantai Senggigi, jadi saya agak kecewa karena nggak bisa lihat para monyet di hutan Pusuk lagi :(

Pas pulang, pemandangannya masyaAllah bagus sekali. Kami bisa melihat laut dari kejauhan di dataran tinggi. Kami juga melewati pesisir pantai yang indah banget diliat pas lagi sunset. Apalagi kalo ngeliat sunset pas di area persawahan yang hijau, perpaduan warnanya jadi cantik banget, hijau bercampur oranye. MasyaAllah, bikin saya terharu hingga menitihkan air mata. Allah benar-benar baik sekali karena telah menciptakan lukisan yang indah ini. Perjalanan kali ini membuat saya semakin bersyukur atas apa yang telah Allah ciptakan dan bersyukur karena telah ditempatkan di pulau indah ini meski harus jauh dari orangtua dan keluarga :')


Indah kan?
Kalau kamu, saat kapan kamu terharu melihat keindahan yang Allah ciptakan?

PS: Ada video perjalanan saya ke Air Terjun Mangku Sakti, coming soon di YouTube dan masih ada foto-foto lainnya saya upload menyusul ya ;) 
 

You Might Also Like

0 comments