Apakah Niatmu yang Sesungguhnya?

By 10:15:00 ,


Malam hari menjelang tidur selalu menjadi waktu yang tepat untuk merenung. Melukiskan pemikiran ke dalam sebuah tulisan. Tulisan ini adalah suatu refleksi, renungan bagi diri sendiri yang terkadang masih lalai. 

Kali ini menjelang tidur, terlintas di pikiran saya tentang dunia.Terkadang, saya sendiri pun masih bertanya-tanya dalam hati. Untuk apa saya mencari ilmu bertahun-tahun? Untuk apa saya membuat suatu postingan di media sosial? Untuk apa saya jatuh bangun meraih cita-cita? Untuk apa saya capek-capek berwisata ke beberapa daerah? Untuk apa saya melakukan ini dan itu? Benar-benar untuk beribadah kah atau hanya untuk mengejar kesenangan dunia? Untuk apa sih sebenarnya saya bekerja jauh-jauh hingga ke luar pulau dan rela terpisah dengan keluarga? Untuk benar-benar mencari ridho Allah kah, atau hanya untuk memperkaya diri dan memuaskan nafsu akan harta? 

Dunia itu luas tapi kecil, fana tapi mempesona. Dunia itu sementara, tidak kekal. Mobil, motor, handphone, tanah, rumah, sebenarnya semua itu adalah sarana yang kita gunakan untuk beribadah. Beribadah untuk mengumpulkan bekal akhirat, mengejar pahala yang telah Allah janjikan di balik setiap kebaikan yang telah kita perbuat. Semua yang kita miliki di dunia ini, suatu saat pasti akan kita tinggalkan. 

Jika kita telah tiada, maka yang tersisa hanyalah tinggal kenangan di ingatan orang lain. 
"Oh iya, ini dulu mobilnya si Alm. A,"
"Dulu Alm. B kerja keras sekali ngumpulin uang untuk bisa beli ini,"
"Rumah ini dulu yang desain Alm. C sendiri, katanya biar tenang tinggal di rumah impian yang nyaman,"

Selepas itu, semua harta benda tersebut akan berpindah tangan ke ahli waris kita. Saat kita diantar menuju ke tempat peristirahatan terakhir, mereka tidak akan ikut dikubur bersama jasad kita. Mobil mewah yang kita miliki di dunia, tidak akan dapat kita rasakan nyamannya lagi saat dikendarai. Baju mewah dan bermerk, tidak akan kita gunakan lagi untuk menghangatkan tubuh kita di dalam dinginnya liang lahat. Uang yang kita tabung dahulu, tidak akan dapat menebus dosa yang telah kita lakukan. Semuanya tidak akan berarti lagi. Kecuali jika ahli waris kita menggunakan harta yang kita tinggalkan untuk menghasilkan amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir meskipun kita sudah tiada. 

Apa yang akan kita bawa hingga di akhirat nanti? Semua pasti sudah tau jawabannya. Iya, satu-satunya harta yang kita miliki hingga di akhirat nanti adalah amal baik. Tapi, sudah cukupkah amal baik yang kita tabung di dunia ini untuk kita bawa jika sewaktu-waktu malaikat Izrail menjemput? Semua tidak akan pernah tahu sampai kapan kontraknya di dunia akan berakhir. Saya, kamu, kita semua tidak akan pernah tahu kapan waktu itu akan tiba. Mungkin jauh beberapa tahun ke depan, atau bisa jadi sedetik setelah ini. Semua tidak akan pernah mengerti. Maka jangan sia-siakan setiap waktu yang kita miliki hingga terbuang percuma. 

Setelah ini, tanyakan kembali pada diri masing-masing. Untuk apa tujuan hidupmu? Apa niatmu yang sesungguhnya dalam melakukan setiap sesuatu? Jadikanlah setiap detik waktu yang kita miliki ini untuk menghasilkan amalan sholeh. Niatkan segala sesuatu yang kita lakukan untuk beribadah. Jangan pernah terlintas sedikit pun dalam benak ini untuk berbuat keburukan atau bermaksiat. Rugi deh, bener-bener rugi! Jangan niatkan apa yang kita kerjakan ini hanya untuk dunia. Niatkan semuanya semata-mata hanya karena Allah. Memang yang berat itu istiqomah dalam ketaqwaan, karena dia berhadiah surga.

Semoga kita senantiasa menjadi hamba Allah yang selalu istiqomah di dalam ketaqwaan. Semoga kelak kita dapat berkumpul kembali di jannahNya yang terbaik. Aamiin yaa Rabbal alamiin. 

Semangat, istiqomah, niat karena Allah! 😇

You Might Also Like

2 comments