Drama Bandara Sebelum ke Thailand (BMKT Part 2)

By 07:10:00


Sebelum bercerita tentang hari pertama, saya mau sedikit flashback tentang keberangkatan kami. Jadi, sebelum berangkat ke bandara kami janjian buat kumpul di rumah kakak Saya, di daerah Monang Maning. Kemudian, kami berangkat ke bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 22.30 WITA pakai Go-Car. Sampai di sana, kami langsung menuju ke tempat check-in. Seperti biasalah, sebelum masuk ke bandaranya pasti ada Bapak-bapak Avsec yang nanyain tiket sambil nanya-nanya, "Mau liburan ya mbak di Bangkok?". Lah kita bertiga nih sukanya cekikan mulu sambil jawab, "Iya Pak mau liburan,". Bapaknya sampek heran dan nanya, "Kok ketawa-ketawa mbak?". Entahlah, mungkin beliau heran dengan kerecehan kami.

Udah sampai di dalem bandara, lanjut lah kami nyari counter check in AirAsia. Satu per-satu lorong kami telusuri. Dari mulai ujung ke ujung, kemudian balik lagi sampai dua kali. Mana nih counter AA, kok nggak ada? Apa karena efek udah malem dan mengantuk ini jadinya kami nggak ngeliat. Spai di lorong terakhir, kami noleh ke atas ada tulisan seperti ini. Oh, ternyata maskapai AA counter check in nya beda toh, dia ada di satu lantai sendiri.

Akhirnya kami jalan menelusuri lorong jalanan menuju counter. Sambil hati ini masih bingung dan bertanya-tanya, "Eh ini bener ta rek?". Tetep aja cekikikannya belom ilang. Dan ini dia, akhirnya ketemu juga meskipun agak capek dan lelah jalan.

Setelah check in, kami liat-liatan Boarding pass-nya. Lah kok ada satu dari kita nggak duduk sederet sih? Padahal kan pesennya jadi satu kode booking. Disitu kami merasa sedih. Masa iya perjalanan ke negeri orang, ada satu dari temen kita yang harus duduk sendiri? *ah lebay*

Counter Check In
Next, Immigration
Kemudian, kami menuju ke tempat imigrasi. Untuk sampai ke sana dari counter AA, kami muter lagi nih. Letak tempat masuk imigrasinya ada di depan counter check in maskapai yang sebelumnya kami puterin. Sebelum ke imigrasi, kami harus melewati security check lagi. Daaan, ada drama terjadilah drama pertama dimana mereka menemukan air di dalam tas saya. Teman saya, mbak Dimmy juga bawa air tapi ukurannya kecil banget. Ini juga gara-gara mbak saya sih, katanya nggak apa-apa bawa air ke dalem gate karena dia dulu lolos aja. Eh ternyata sekarang terjadi di saya, disuruh buang dong airnya. Saya tanya ke mereka apa boleh saya minum airnya di kursi di belakang security check. Eh mereka bilang nggak boleh dengan nada yang tegas banget. Akhirnya saya memutuskan untuk duduk di kursi itu dan menunggu mbak Dimmy untuk kembali ke depan buat ngabisin minum. Eh saya kembali diteriakin lagi, "Nggak boleh minum di situ loh mbak,". Iya Ibuk, saya paham. Mungkin mereka takut saya ngelanggar kali ya, jadinya teges banget.

Setelah mbak Dimmy dateng, keluarlah saya ke depan. Dan air mineral 600 ml yang saya bawa, habis sudah dalam sekejap. Ternyata, emosi bikin cepet haus :(


Bawa Air Botol Dilarang Masuk
Kemudian, sampailah kami ke tempat imigrasi. Untuk imigrasi warga Indonesia sendiri antriannya nggak banyak sih, jadi nggak terlalu lama berdiri. Seperti biasa, pihak imigrasi akan memeriksa paspor kita dan akan bertanya, "Mau liburan ya di Thailand? Berapa hari? Sama rombongan itu?". Udah sih pertanyaannya gitu aja, nggak ada syarat-syarat lain yang harus ditunjukkan.

Setelah dari imigrasi kami langsung menuju ke gate 1A, sesuai dengan apa yang tertulis di boarding pass. Ternyata gate internasional itu penuh banget, meskipun saat itu sudah hampir jam 12 malam. Sedangkan kursinya kurang banyak. Banyak sekali saya lihat warga asing duduk lesehan, sambil nunggu panggilan boarding. Termasuk kami juga, leyeh-leyeh manja di lantai.


Menunggu Boarding
Karena tadi saya minum banyak banget ngabisin air botol 600 ml, jadinya kebelet pipis. Pergilah saya ke kamar mandi. Sampai di sana saya shock berat. Apakah kalian tau seperti apa kondisinya? Jorok sekali pemirsa, bau banget. Ada yang tombol flush-nya nggak bisa alias rusak, ada yang klosetnya penuh dengan tisu, ada yang banyak warna kuningnya. Pokoknya jorok banget, saya nggak tega mau pipis. Baru kali ini saya liat toilet kayak gitu. Akhirnya, saya ngikutin saran mbak Dimmy buat pipis di tempat disabilitas. Meskipun agak kotor, tapi masih layak pakai lah. Nggak apa lah ya pakai toilet punya disabel, dikarenakan kepepet berat. Lagipula waktu itu juga nggak ada yang ngantri. Entah kenapa pula kamar mandi di bandara keberangkatan internasionalnya kotor banget gitu. Mungkin karena udah malam banget kali ya, petugasnya udah pada pulang, nggak ada yang bersihin. Disamping itu juga kan masyarakat dari luar negeri sana ada yang nggak terbiasa toilet pakai air. Jadi, yah begitulah.

Oke drama kamar mandi selesai. Kami tinggal nunggu panggilan boarding aja nih sambil tiduran. Ngantuk sekali, capek juga karena siangnya abis kerja. Rasanya mata ini berat sekali pengen nutup, kayak ada lemnya gitu. Lalu saya liat jam sambil berkata ke temen-temen, "Udah jam satu tapi kok belum ada pengumuman boarding ya?".

Mbak Putri kembali memastikan nomer gate tempat kami berada saat ini. "Bener kok gate 1A. Tadi di counter bilangnya gate liat di layar. Aku tadi liatnya ya gate 1A. Eh bentar-bentar aku liat ulang lagi deh," katanya sambil berjalan menuju ke layar.

Dan benar saja, di sana tertulis bahwa untuk tujuan Don Mueang adalah melalui gate 8. Bisa ya tiba-tiba berubah gini tanpa ada pemberitahuan. Mana kurang dikit lagi jam 01.30 pula, kan boarding. Apa kami yang kurang fokus dengerin pengumuman karena ngantuk ya? Ahaha, entahlah. Yang jelas, ini adalah drama ke-tiga.


Lari Dari Ujung ke Ujung
 Segera kami berjalan menuju ke gate 8 yang ternyata letaknya berada di paling ujung. Gate kami tadi 1A, letaknya juga di paling ujung. Jadilah kami berjalan dari ujung ke ujung. Di seperempat perjalanan, kami mendengar pengumuman bahwa ada pengumuman panggilan boarding untuk pesawat yang akan kami tumpangi. Sedangkan kalau tidak salah, saat itu kami masih sampai di gate 2. Nah loh gimana nih, nggak ada pilihan lagi selain lari. Kami lari sekuat tenaga, jangan sampai ketinggalan kan bikin sedih. Udah ngantuk, capek, kami harus lari dengan menggendong tas ransel gede-gede pula. Ahahaha, lucu banget lah drama ketiga kita ini. Kami juga melihat ada beberapa penumpang yang lari-larian kayak kami untuk menuju ke gate 8.

Alhamdulillah Belum Ketinggalan 
Jarak antara gate 1A dan 8 sekitar 500 meter. Alhasil, kami sampai di gate 8 sambil ngos-ngosan, keringetan, dan gemeter saking capeknya. Alhamdulillah penumpang yang lain belum pada boarding, mereka masih antri di pintu gate. Entahlah kenapa kok bisa-bisanya ya pindah gate tanpa woro-woro? Sekali lagi, mungkin saat itu sayanya yang kurang ngeh karena ngantuk (?)

Alhamdulillah, setelah sekian drama terlewati akhirnya kami bisa boarding ke pesawat dengan aman. Ini adalah kali pertama saya terbang menggunakan maskapai AA. Ternyata, jarak antar kursinya agak sempit ya daripada maskapai L**n Air. Untuk penerbangan 4 jam dari Denpasar ke Bangkok jadi lumayan terasa capeknya. *yaiyalah, ono rego ono rupo, Sher. Ehehe*

Selama penerbangan, alhamdulillah saya dan teman-teman tidak menemui kendala yang berarti. Hanya saja ada satu-dua kali goncangan saat pukul 03.00 dini hari. Mungkin turbulensi. Saya agak was-was sih, karena mbak pramugarinya ngasih pengumuman sambil tarik nafas kayak orang ngos-ngosan ketakutan gitu. Tapi alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa. Alhamdulillah pula, akhirnya kami bisa landing cantik di Bandara Internasional Don Mueang, Bangkok. Finally! :)

Oh iya, pas di pesawat kami dikasih kertas untuk diisi yang nantinya harus dikumpulkan di imigrasi Thailand, di bandara. Ini penampakannya...

Demikian sedikit cerita drama dan perjalanan kami menuju ke Thailand. Cerita tentang hari pertamanya akan segera menyusul ya, insyaallah. See you, warganet! :)


You Might Also Like

0 comments