Sherly's Diary

Today is a new story for a new history

Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Aku berniat untuk meneleponnya pada jam 12 malam, seperti pada setahun yang lalu. Tapi sayang, aku ketiduran. jadi aku telepon dia jam 3 pagi saat aku terjaga. Aku berharap, dia akan mengangkat telepon dariku dan bersedia untuk berbicara denganku, walaupun mungkin dia terpaksa melakukan itu.
Hape yang sedari tadi aku charge, kini kuraih. Aku ingin berbicara padanya. Aku tak merasa salah, karena niatku baik, aku ingin mengucapkan ini adalah hari ulang tahunnya. Bukankah itu juga menandakan bahwa aku masih mengingat harinya dan aku masih peduli padanya meskipun kita sudah tak berhubungan lagi.
Namun ternyata niat baikku harus dibayar dengan penuh kekecewaan, telepon dariku tidak diangkat. Sekali, dua kali, tiga kali, belum juga diangkat. Aku terus mencoba meneleponnya kembali hingga mungkin telah puluhan kali aku meneleponnya. Tapi tetap saja tiada jawaban. Aku mulai putus asa.
Salah apakah aku? Aku hanya ingin mengucapkan "selamat ulang tahun" saja. Kenapa dia tak mau mengangkat telepon dariku? Apakah aku membuat kesalahan yang begitu hina kepadanya, hingga dia mencampakkanku seperti ini. 
Aku tak menyangka. Masih teringat tahun lalu saat aku masih tinggal di asrama. Aku sampai meminjam hape ke temenku, aku isikan pulsanya hanya untuk mengucapkan "selamat ulang tahun". Meskipun saat itu kami juga dalam kondisi sudah tidak ada hubungan lagi.
Mengapa begitu cepat sekali dia melupakanku? Apakah ini cara dia untuk berhenti berkomunikasi denganku karena dia dijodohkan? Oh Allah, kebangetan sekali dia. Padahal dia sudah berjanji akan mempertahankanku dan akan meyakinkan orangtuanya bahwa aku lebih baik daripada perempuan yang akan dijodohkan dengannya nanti. begitu tidak berharganya janji-janji yang dia ingkari itu.
Semuanya seakan-akan sudah dia lupakan. Padahal baru dua minggu yang lalu dia menangis, memohon agar aku tak meninggalkannya.
Tapi kenapa secepat itu dia berubah? Bilang sajalah kalau lebih memilih pilihan dari orangtuanya untukn dijodohkan.
Sungguh, secepat itu Allah membolak-balikkan hatinya untukku.

Hai kalian semua, khususnya para mahasiswa baru alias MABA. Umumnya universitas kalian masing-masing pasti punya lagu hymne dong? Udah pada apal belom? Nah kebetulan nih, aku maba Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), jadi aku mau nulisin hymne ITS disini biar kalian apal.

Waktu dengerin lagunya, hmm rasanya gimana gitu. apalagi waktu padus nyanyiin pas upacara penerimaan maba tanggal sembilan Agustus kemarin, merinding euy! Itu sih ceritaku, kalo kamu? Haha.
So, let's watch out bro n sista ! ;)

___________________________________________________________________________________

HYMNE ITS

Syair : Sri Amiranti El Pohan






Refrain 1:
Almamaterku yang kucinta
Ibu yang luhur, ITS
Tetap membara semangatmu
Cita-citamu tak kendur

Sepuluh Nopember Empat Lima
Mendorong, Menjiwaimu
Melangkah ke arah tujuan
Dengan tekadmu yang teguh

Membina bangsa
Atas dasar Pancasila
Dan Undang Undang Dasar Empat Lima
Landasan juangmu……

Refrain 2:
Almamaterku yang kucinta
Ibu yang luhur, ITS
Amatlah kokoh gemblenganmu
Membina putra-putrimu

Menuntut teknologi yang canggih
Berbudi agung dan cerdas
Menuju kesejahteraan
Bangsa dan umat manusia

Alma..materku
Kan kuturut bimbinganmu
Jadi pejuang yang takkan kenal letih
Membangun negeri

Hidup ITS… Hidup ITS
Almamaterku Jaya…
Allah, aku ingin menjadi manusia yang berguna bagi semua makhluk yang ada di dunia. Setiap kali melihatnya, aku ingin menjadi seperti dia. Astaghfirullah, betapa tidak bersyukurnya aku telah memiliki semuakarunia ini yang tak semua orang mungkin bisa memilikinya. Aku telah Engkau karuniai pemikiran yang walaupun, yah hanya pas-pasan, namun aku mampu masuk ke perguruan tinggi ikatan dinas yang tak semua orang mampu menembusnya.
Aku harusnya bersyukur dengan apa yang aku miliki saat ini. Aku tak boleh meminta yang lebih, itu namanya kufur. Ampuni aku yaa Allah, yang telah melakukan banyak dosa. Aku telah mengorbankan silaturahmiku dengan adik kelasku di masa Aliyah dulu hanya karena kebodohanku. Saat ini, aku jadi menyesal dengan keputusanku yang payah dulu. 
Tapi apa boleh buat, itu semua telah terjadi. Malam ini, adalah malam yang amat suci. Esok adalah hari yang terindah, Hari Raya Idhul Fitri 1433 Hijriyah. Andai aku masih bisa berkomunikasi dengan adik kelasku itu, aku ingin mengucapkan kata, "Dek, maafkan mbak ya!" Yang menjadi pertanyaan, apakah ia masih mau mendengarkan omonganku?

Jika suatu saat nanti aku pergi ke sekkolahku Aliyah dan bertemu dengan adik kelasku, aku akan mendatanginya, memeluknya, dan aku akan meminta maaf padanya. Aku tak mau ada silaturahmi dengan sesama manusia harus putus. Hmm. Rasanya cukup aku begini, sekarang saatnya tidur. Esok adalah hari suci, aku harus Shalat Idhul Fitri. Nite ;)