Sherly's Diary

Today is a new story for a new history



Selamat hari Rabu, semoga hari ini menjadi barokah. Oh ya, cerita ini sebenernya udah saya tulis agak lama sekitar 2 bulan yang lalu saat saya masih OJT. Tapi saya lupa untuk mempostingnya di blog, sampai akhirnya tadi buka-buka file dan nemu dokumen ini hahaha. Nulisnya di Sumbar, tapi postingnya di Lombok. Nggak apa-apa ya, daripada nggak diposting kan sayang.




Selamat pagi! Selamat liburan! Alhamdulillah, semoga weekend pertama di bulan Ramadhan ini jadi lebih menyenangkan. 

Oh iya, weekend kemana aja nih? Jangan bilang nggak kemana-mana karena lagi puasa loh ya… Meskipun lagi puasa kita semua harus semangat.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya jalan-jalan pertama di pulau Lombok. Sekitar dua minggu kemarin, saya nengokin pantai yang terkenal di pulau ini. Yes, pantai Senggigi. Senggigi mempunyai garis pantai yang panjang dan lokasinya lebih rendah daripada jalan raya. Di seberang jalan dari pantai Senggigi banyak tebing-tebing yang membuatnya semakin indah walau kita hanya numpang lewat jalan.




Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya kesempatan untuk bernafas hingga detik ini. Alhamdulillah pula, pada hari Jum'at tanggal 13 Mei kemarin telah diumumkan tempat penempatan untuk semua Prajab PLN Angkatan 50. Sebenernya saya nggak terlalu deg-degan sih hari itu, karena teman saya sudah memberi informasi dimana saya akan ditempatkan di hari Kamis sebelumnya, hehe. Seperti pada judul di atas, itulah tempat penempatan saya. Iya, di Lombok provinsi Nusa Tenggara Barat. (Cerita tentang pengumuman proyeksi penempatan insyaAllah akan saya tulis di edisi mendatang)

Sebelumnya, saya mau curhat sedikit tentang liburan. Setelah liburan seminggu, akhirnya hari pemberangkatan itu datang juga. Ga kerasa banget, liburan rasanya kurang dibandingkan dengan lamanya waktu diklat yakni lima bulan tanpa putus. Namun, berapapun waktu yang diberikan kita harus bersyukur ya karena masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan keluarga sebelum merantau kembali.

Sebelum berangkat, saya pamitan dulu sama Tante dan Mbah Pu'ah (bibi dari Ayah saya). Kemudian saya berangkat ke bandara pukul 06.30 ditemani oleh Ayah, Ibu, Mbah Putri, dan Cak Jon (orang yang biasanya dimintain tolong buat bantu-bantu Ayah). Alhamdulillah jalanan nggak macet, jadi waktu perjalanan hanya ditempuh selama 1,5 jam. Pukul 08.00 kami sudah sampai di bandara, Cak Jon bantuin saya buat nurunin koper dan barang yang lain.





Di bandara, saya langsung menuju ke tempat teman-teman saya kumpul. Jeda waktunya singkat banget, sekitar 5 menit kemudian saya mulai check in. Saat penimbangan bagasi, Alhamdulillah koper saya nggak melebihi muatan, pas 20 kg. Jadi saya nggak perlu ngeluarin uang lagi buat bayar dendanya, hehe.

Setelah selesai timbang bagasi dan ngurusin segala macem, akhirnya saya menuju ke gate tempat ruang tunggu sebelum boarding. Ternyata gate belum dibuka, alhasil saya nunggu selama kurang lebih 10 menit bersama dengan penumpang yang lain. Setelah check in, saya langsung nyari tempat duduk dan menunggu sampai final call pukul 08.55 WIB.


Ternyata penerbangannya ditunda lagi sampai pukul 10.55 WIB. Yaa Allah, harus banyak-banyak sabar ini sepertinya. Jadilah saya menunggu sambil ngobrol dengan Ibu yang duduk di samping saya. Beliau adalah seorang pengusaha garment, tujunnya ke Lombok mau liburan. Katanya, si Ibu setiap bulan pergi ke Lombok. Jadi beliau agak hafal daerah-daerah di Lombok, terutama di Mataram. Oh ya, karena pesawat yang akan saya tumpangi delay lebih dari sejam, jadi pihak maskapai ngasih snack. Alhamdulillah, lumayan buat ngganjel perut yang sarapan cuma sedikit pagi tadi.






Sampai di pesawat juga akhirnya, nggak kerasa udah berangkat lagi padahal kemarin-kemarin baru nyampek Juanda. Sedih, tapi mau gimana lagi, kan demi masa depan yang cerah. Saya di pesawat Cuma bisa duduk-duduk aja. Bosen banget, saya dapat duduk di ujung dekat jalan jadi nggak bisa ke arah jendela. 



Baru aja duduk “mapan” di pesawat, eh si pak Pilot udah bilang kalo bentar lagi mau landing aja. Ternyata jarak antara pengumuman sama landingnya agak lama, jadinya saya ketiduran sebentar. Maklum lah, kemarin malem saya tidurnya Cuma 2 jam karena waktunya kebanyakan kebuang gara-gara packing).



Alhamdulillah setelah 55 menit di atas awan akhirnya landing juga, cepet banget. Akhirnya, sampai juga di Bandara Internasional Lombok, Praya. Sampai di bandara, kami ngambil barang bagasi dulu, kemudian langsung menuju ke depan bandara. Bapak sopir pesanan sudah sampai dan menunggu. Walaupun udah nungguin dengan waktu yang lumayan lama, si Bapak tetep bantui kita ngangkat-ngangkat koper ke dalam mobil. 







Kata pertama setelah menginjak Lombok dan keluar dari bandara adalah: PANAS. Hawanya sedikit mirip dengan Surabaya, tapi jauh lebih panas di Lombok. Sepanjang jalan yang terlihat adalah dataran dengan rumput-rumput gersang karena saat ini sedang musim kemarau. Sungguh sangat eksotis. Sesekali terlihat pegunungan, tapi saya nggak tau nama gunungnya, hehe.


Perjalanan dari Praya ke Mataram memakan waktu kurang lebih 45 menit. Sampai di kota Mataram, kami keliling dulu nih buat nyari tempat penginapan sementara buat cowok-cowoknya. Kalo saya dengan temna-teman cewek yang lain udah booking di hotel dekat kantor wilayah.



Saat lagi muter-muter naik-turun mobil buat tanya-tanya tentang kosan, tiba-tiba turun hujan. Akhirnya, kami yang cewek diantarkan ke hotel dulu. Alhamdulillah, saya dan teman-teman sampai dengan selamat sampai pengumuman penematan jilid 2 diumumkan. Semoga diberikan tempat yang terbaik, aamiin.



 

Selamat malam, selamat hari Senin semuanya. Alhamdulillah, di hari ini saya bisa posting pengalaman saya pertama kali liburan di Ranah Minang. Akhirnya, jadi juga tulisan ini meskipun sudah tertunda berhari-hari, berminggu-minggu, sampai akhirnya jadi sebulan karena saking malesnya saya ngetik.

Sebulan kemarin tepatnya hari Sabtu tanggal 5 Maret, saya dan teman-teman OJT di Ombilin pergi main. Kami mau eksplor ke tempat wisata yang terdekat dari tempat tinggal kami. Namanya juga OJT, kepanjangan dari On the Job Traveling, jadi kita harus eksplor-eksplor tempat wisata selama ada di sini *ehhh*. 


Assalamu'alaikum, selamat weekend semuanya. Akhirnya, hari ini  saya bisa bikin postingan lagi setelah beberapa kali kalah dalam perang melawan rasa malas. Ternyata cukup lama juga ya saya nggak nulis-nulis di sini.

Pada postingan kali ini, saya mau cerita tentang liburan saya di minggu kemarin. Pertama kali dalam hidup saya liburan di pulau orang, yakni pulau Sumatera. Liburan saya terasa jadi cukup berkesan karena ada beberapa perbedaan di sini dengan kampung halaman saya. Perbedaan pertama adalah budayanya, dapat dilihat dari contoh kecil yakni bentuk atap rumah di sini seperti rumah gadang. Bahkan ada rumah yang modern, tetapi atapnya masih berupa atap rumah gadang. Budaya di sini masih terasa kental dan saya seneng liatnya. Perbedaan kedua adalah jalanannya yang berkelok-kelok karena berada di daerah perbukitan. Sangat seru, tapi kadang juga merinding saat mau papasan sama truk atau kendaraan besar lainnya tepat di kelokan.





Kamis, 4 Februari 2016
23.35

“Menantimu, hingga saat cintaku temukan dirimu
Usai sudah sampai di sini
Berdiri, melabuhkan asmara

Menikah denganku, menempatkan cinta
Melintasi perjalanan usia
Menikah denganmu, menetapkan jiwa
Bertahtakan kesetiaan cinta
Selamanya…”

Entah kenapa, saya suka sekali mendengarkan lagu ini mungkin sejak setahun yang lalu. Meskipun liriknya sederhana, tapi menurut saya artinya dalam sekali. Saya pernah searching video klipnya karena pengen tau kayak gimana so sweet-nya, apakah sejalan dengan lagunya atau nggak. 
Vitamin Sea
Hai, selamat hari Jum’at! Sepertinya sudah lamaaa banget saya nggak posting di blog, biasa anak prajab sibuk, haha. Kali ini saya mau ceritain tentang liburan tipis-tipis.



Alhamdulillah sudah masuk di minggu kedua pembidangan. Ga kerasa, udah sebulan saya menjadi anak perantauan karena diklat prajab. Mulai dari hari Rabu kemarin sampai Jumat besok jadwal kelas saya praktikum terus. Kemarin praktikum valve, tadi praktikum pompa, besok praktikum kompressor.

Kalau praktikum pompa sama compressor saya udah pernah sih pas kuliah, tapi kali ini beda. Pas kuliah lebih banyak praktikum tentang performanya, kalau pas diklat ini praktikumnya di bawah naungan mata pelajaran NDT (Non Desructive Test) atau Pengujian Tidak Merusak. Ya, NDT adalah salah satu jenis perawatan pada mesin untuk mengetahui kerusakan atau umur suatu mesin. Ada banyak jenis dari NDT, salah satunya adalah penetrant test yang saya dan temen-temen sekelas praktikumkan. 







Walaupun alatnya bermacam-macam seperti valve, pompa, dan compressor, tapi prosedur praktikumnya tetep aja sama. Bongkar mesin, diuji NDT, terus pasang lagi. Satu hal yang tak akan terlewat untuk diucapkan, SERU! Mainan sama kunci pas, kunci ring, grease, oli, dll itu adalah sesuatu yang akan sangat jarang untuk dilakukan bagi seorang perempuan. Dan saya merasa sangat beruntung, bersyukur bisa mendapatkan amanah dari Allah untuk masuk di bidang ini.




Kotor nggak? Ya jelas dong, tangan kena alat uji seperti penetrant, remover, developer. Tapi sekali lagi, ini seru! Haha. Terlepas dari itu, pasti ilmu yang didapatkan jadi tambah banyak banget. Paling susah kalau masang bagian-bagian mesin yang udah dipretelin. Biar nggak keliru, diurutin aja bagian-bagian mesinnya pas dipretelin. Ngatur alignment antara motor sama pompa juga susah, harus angkat dikit ganjel, angkat dikit ganjel, gitu terus sampai pas. Tapi yang banyak kerja untuk itu anak-anak cowok kok, saya sebagai cewek lebih banyak nyatet-nyatet doing, hihi. Sambil sesekali nyobain nyemprot remover, penetrant, developer atau  masang mur baut. Ya pokoknya yang ringan-ringan gitu, yang penting paham. Hehe.





Baiklah, sekian dulu. Besok saya mau senam karena hari Jumat. See you next day! 



My Love, In White Hijab

Akhirnya atas izin Allah, pada hari ini (12/12) saya akan memulai babak baru dalam kehidupan, yakni dunia kerja. Kehidupan yang nyata akan segera dimulai...
Rencananya, saya mau berangkat pukul 5.00 dari rumah. Yah, sepertinya rencana akan hanya tinggal rencana. Ternyata jam 5.00 kami semua baru mandi! Dan semua pada tergesa-gesa, belum lagi ada tragedi dimana SIM A saya hampir hilang. Setelah saya periksa kembali, ternyata ada di saku dalam tas. Fiuhh, Alhamdulillah nggak jadi ngurus SIM A lagi, nggak jadi dimarahin Ayah 😂 Karena saking molornya, sampai akhirnya saya memutuskan untuk sarapan di dalam mobil demi menghemat waktu.
Alhamdulillah lagi, saya sampai di PLN Disjatim pukul 6.55, mepet ya. Tapi percuma aja saya dateng sebelum pukul 7 karena ternyata pengarahannya sudah dimulai kira-kira pukul 6.45. Tetep aja telat. Hehe.
Setelah selesai pengarahan, kami diabsen kembali kemudian keluar sesuai nomor urut bus masing-masing. Saya ditempatkan di bus 1, dimana ceweknya cuma 10 orang. Tempat duduknya juga banyak yang kosong termasuk di sebelah saya, enak, kalo capek tinggal selonjor sana selonjor sini, nyaman. Hehe.
Setelah keluar dari ruang pengarahan, kami tidak langsung menuju bus. Kami diberi waktu untuk pamit ke orangtua dan keluarga masing-masing. Ada yang foto-foto, salaman, cipika-cipiki, dsb. Sekejap suasana bahagia berubah menjadi haru biru. Tak sedikit yang menumpahkan airmatanya saat berpisah, termasuk keluarga saya. Ibu, Tante, Mbah, bahkan Ayah saya yang kelihatannya tegar itupun ikut menitihkan airmata, terlihat lebih sedih daripada yang lain. Hanya Yuk Kus (orang yang biasa dimintai tolong keluarga saya) yang nggak nangis. Saya berusaha untuk tidak menangis karena memang saya tidak ingin menangis. Tapi, begitu melihat keluarga saya menangis, saya jadi ikut-ikutan mellow. Saya mellow, tapi saya berusaha untuk tidak menunjukkan kesedihan saya, supaya keluarga saya tahu, bahwa si Bungsu ini tegar dan mampu mandiri. Lagian sudah dari lama saya belajar mandiri, dari mulai Aliyah.
Daaan... perjalanan dilanjutkan seperti biasa. Ada 3 rombongan bis yang diisi oleh anak D3K Teknik Mesin, Teknik Elektro dari ITS, dan D3K Teknik Kelistrikan dari Polinema. Semuanya dicampur, diacak, tapi tempat duduk boleh milih, 
Jujur, saya sama sekali nggak ngerasa sedih. Saya malah ngerasa seneng karena bisa jalan-jalan jauh, terutama ke tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya meskipun hanya lewat. Mungkin karena dari awal saya sudah punya motivasi kalau kerja jauh saya anggap itu sebagai bagian dari jalan-jalan kali yah, jadinya saya enjoy untuk ngejalani. Semoga saja terus seperti ini hingga beberapa bulan ke depan.
Selama perjalanan, kami berhenti di dua tempat rest area, yaitu di Tuban dan Kendal. Tempat makan di Tuban bagus, view belakangnya langsung pantai. Sayangnha saya belom sempet foto-foto.
Ini adalah perjalanan panjang denga  bus yang pertama kali saya lakukan dan Alhamdulillah saya sangat menikmatinya.
Oh ya, perjalanan saya ke tempat diklat prajabatan PLN 50 ini melewati jalur pantura. Sampai detik ini, saya sudah melewati rute Surabaya, gresik, lamongan, tuban, rembang, pati, kudus, demak, semarang, kendal, batang, pekalongan, pemalang dan sekarang entah sampai mana. Sepertinya sudah hampir memasuki wilayah Tegal, that's mean that we still need 4.15 hours more to reach the location. Mungkin kami nanti tiba di lokasi kira-kira pukul 04.00.
Temen-temen di bus sudah banyak yang mengheningkan cipta. Dan akhirnya, sekian dulu yang bisa saya bagikan. Maaf jika ada kalimat-kalimat yang membingungkan dikarenakan saya agak-agak mengantuk (sebenernya meski ngantuk juga harus profesional ya, hehe).
Semoga saya bisa menyambung ceritanya sebelum semua gadget dikumpulkan.
Sekian 😊

(PS: foto-foto lainnya menyusul)

See you, family

Mommy, Daddy, and Aunty, maybe this is not the first time for us being separated by long distance. But now, the situation is different.. 

"Iya, si kecil bungsumu ini akan mulai berjuang untuk hidup mandiri. Mulai hari ini, kehidupan yang nyata akan dia jalani. Tapi dia percaya bahwa dimanapun dia berada, doa2mu akan selalu merangkul jiwanya," 

Terima kasih atas semua doa dan kasih sayang yang telah diberikan selama ini. Sehingga atas izin Allah, saya bisa meraih satu persatu asa yg terbesit dlm hati. I hope you both will always be healthy. Semoga Ibu, Ayah, Tante, dan keluarga semua selalu dlm lindungan dan penjagaan Allah.

Sampai jumpa di tiga bulan kemudian dalam keadaan yang lebih baik ya, InsyaAllah. 
Shelly will always loves you...😊😘👪❤ 

12 Des 2015, dalam perjalanan menuju Cimahi.





Dear...
Bagaimana bisa aku tidak patuh padamu?
Bagaimana bisa aku melawan tutur katamu?
Bagaimana bisa aku tidak melakukan kewajibanku untukmu?
Bagaimana bisa aku berkata kasar padamu?
Rasanya tak mungkin semua hal buruk dan larangan-larangan itu aku lakukan padamu. 
Naudzubillah, tsumma naudzubillah.

Kenapa?
Karena aku butuh kesabaran untuk dapat bertemu denganmu, 
Karena aku tlah meneteskan airmata di sela2 munajatku kepada Allah untuk memintamu,
Karena aku memilih menyendiri dan memperbaiki diri sebelum dapat bersanding denganmu,
Aku butuh perjuangan keras untuk mendapatkanmu.

Tapi aku menikmati setiap waktu yg kugunakan untuk menunggumu,
Bagaimana mungkin aku dapat menyia-nyiakanmu?
Aku akan menjaga dan merawatmu dengan sepenuh hatiku,
Karena bagiku, kaulah anugerah terindah dari Allah dalam hidupku,
Hadiah terindah yg akan membuatku semakin mencintaiNya dengan penuh,
Pelengkap jiwa yang akan membimbingku untuk bertakwa selalu,
Semoga cinta ini akan dapat terkawal hingga ke JannahNya yang syahdu,
Aamiin.


Tertanda,
Istri (masa depan)mu^^


Mungkin udah sekitar 6 bulan yang lalu, tapi nggak apa-apa lah ya ditulis sekarang. Alhamdulillah, di tanggal 23 Juli 2015 yang lalu usia saya telah memasuki kepala dua, yakni 20 tahun. Itu berarti bahwa saya sudah bukan remaja lagi, tapi saya sudah memasuki usia dewasa. Jujur, rasanya berat meninggalkan masa-masa remaja untuk menjadi dewasa, haha. Karena dengan menjadi dewasa otomatis tanggung jawab seseorang akan semakin berat. Semoga saja dengan bertambahnya usia ini, saya dapat menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, terutama baik di mata Allah. 

Terima kasih untuk semua teman-teman yang telah mengucapkan. Semoga semua doa dari kalian akan diijabah oleh Allah dan kembali lagi ke diri kalian masing-masing, InsyaAllah. As a credit for them who had congratulate me, I'll post their congratulation messages, words, pictures, and voice note (voice note menyusul ya). Karena semua itu menurut saya akan sayang kalau hanya saya diamkan terus di tablet. 

Here we go!

Terima kasih dek Fifi :)

Terima kasih Zeni :)

Terima kasih Mbak Nina :)

Terima kasih yang sudah mengucapkan lewat BBM :)





Terima kasih yang sudah mengucapkan lewat WA :)





Terima kasih yang sudah mengucapkan lewat LINE :)




Terima kasih yang sudah mengucapkan lewat FB :)




Dan terima kasih dek Fikri atas hadianya (belum sempat difoto). Alhamdulillah, tahun ini ada yang ngasih hadiah. Hehe.

Sekali lagi, terima kasih untuk semua yang telah mengucapkan. Semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik untuk temen-temen semua. Aamiin.
Barakallahufiikum♡


Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Jum'at (4/12) saya telah melewati salah satu gerbang menuju pintu masa depan saya. Saya dan teman-teman D3 Kerjasama PT.PLN (Persero) angkatan 2012 telah mengikuti


Saat saya buka-buka folder foto di galeri, ga sengaja nemu foto di atas. Sepertinya sayang kalo cerita dibalik foto itu dibuang.

Dari fotonya saja sepertinya sudah bisa ditebak ya, ada cerita apa di balik foto itu. Yup, foto itu diambil saat ulang tahun Ibu saya. Tepatnya di tanggal 22 Agustus yang lalu. Sebenarnya ulang tahun Ibu saya tanggal 21, tapi saya baru bisa pulang ke rumah di tanggal 22. 

Awalnya, saya nggak punya rencana membeli kue untuk Ibu saya. Jangankan beli kue, ngucapin ultahnya pun saya telat. Anak macam apa ya saya ini, ultah Ibu sendiri kok lupa, hehe. Eh kok paginya temen saya ngajakin ke salah satu mall dekat kampus buat beli donat. Akhirnya saya juga beli baby donat isi 24. Di situ saya belum kepikiran apa-apa, beli ya cuma beli karena pengen. Pas waktu saya inget2 lagi ini tanggal berapa, sy baru ngeh kalo ultah ibu saya udah kelewat. Ya udahlah, sekalian aja nggak saya ucapin. Bilang aja sengaja nggak ngucapin karena mau dibikin sureprize, haha. *maafkan anakmu ya Bu 😁*

Sampai di kos, saya berfikir keras nih gimana caranya biar donat ini bisa nggak rusak sampai rumah. Soalnya saya naik motor, apalagi jalannya banyak yg bergelombang dan jaraknya lumayan jauh. Si sisi lain, waktu itu sudah malem,  kira2 pukul 19.30 jadi saya harus ngebut biar sampek rumah nggak kemaleman. Akhirnya, sy cantolin kresek di depan jok dan berusaha menjaga kardusnya agar tetap mendatar. Bayangkan, dengan ukuran kardus yg selebar itu sy harus berusaha agar letaknya tetap mendatar. Sy juga mutusin buat motoran pelan2 sambil menghimpit kerdusnya pake kaki biar nggak jomplang atau tumplek, haha. Yang susah itu kalo nggak sengaja ngelewatin lubang di jalan, pasti kreseknya lepas dari cantolan padahal sy udah berusaha memperlambat kecepatan motornya. Itu terjadi berkali2 sampai terkadang sy harus berhenti di pinggir jalan buat benerin letaknya. Begitu sudah sampai deket.rumah, lega bangetlah saya.

Sesampainya di rumah, seperti biasa saya salim ke Ayah Ibu, terus nyelonong ke dapur nyari korek api. Begitu ketemu, saya langsung ke depan lagi dan naruh lilin di atas donat2 imut ini. Yg susah itu adalah, menjaga agar lilin ini ga sampek kena donat. soalnya lilinnya kecil bgt jadi gampang leleh. Pas saya nyalain lilin2nya, Bapak saya tanya2, soalnya kan keliatam terang banget. Saya cuma bilang, "Ssst..." sambil menaruh telunjuk di depan mulut. Bapak sy mulai teriak2 ke ibu sambil senyum2, "Bu mau dikasih roti nih Bu,". Aduh, Bapak saya ini nggak bisa diajak kompromi ya. Tapi untung Ibu saya nggak denger.

Setelah semua lilin yang saya tancapkan menyala, berjalanlah sy ke kursi tempat Ibu saya duduk sambil bilang, "Happy Birthday Ibu,". Ibu saya terlihat kaget dan nggak bilang apa2. Perlahan mulai terlihat matanya berkaca2 dan berkata, "Makasih ya.Sel," Iya, ini adalah pertama kali sy memberi sureprize untuk Ibu saya. Bahkan mungkin ini adalah yg pertama kali di sepanjang hidup Beliau. Sy yg melihat Ibu sy berkaca2 jd ikutan pengen nangis. Kemudian sy bilang, "udah Bu jangan nangis," Ibu sy bilang, "Terharu," sambil tertawa. Ternyata, untuk membuat orang lain bahagia tidak perlu dengan barang yang mewah, tetapi semampunya. Yang penting adalah ketulusannya, bukan hanya nilainya. 




Sampai saat ini dan entah sampai kapan, sy tidak akan pernah berhenti untuk menitihkan airmata saat menuliskan cerita tentang kedua orangtua saya.

Ibu, terimakasih sudah merawat dan menyayangi Shelly dengan tulus.  Semoga usia Ibu rambah barokah dan diberi Allah usia yang panjang ya. Shelly masih ingin terus ditemani oleh Ibu. Maafkan Shelly krn belum cukup untuk menjadi anak yg berbakti kpd Ibu dan Ayah. Shelly janji, akan selalu bahagiakan Ibu dan Ayah hingga kapanpun, insyaAllah. 




Selamat ulang tahun yang ke-53, Bu. Shelly sayang Ibu.