Sherly's Diary

Today is a new story for a new history


Wisuda 112 ITS

Hari ini Senin, 19 September 2016. Ada apa dengan hari ini? Oh, sepertinya di tanggal ini tepat setahun yang lalu ada hal bersejarah dalam hidup saya. Saya wisuda.

Weekend kemarin, tepatnya hari Sabtu tanggal 13 Agustus 2016, saya dan teman-teman kantor pergi rafting. Sebenernya acara rafting ini sudah diumumkan sejak hari Selasa saat ada rapat, tetapi infonya baru disebar di grup hari Kamis. Jadinya, peserta yang ikut Cuma sedikit karena acaranya terkesan mendadak. Akhirnya, dari ruangan saya hanya ada 4 orang yang berangkat.

Sebelum rafting, ada beberapa perlengkapan yang perlu dipersiapkan, khususnya untuk muslimah seperti saya, seperti:
1. Kaos panjang
2. Rok celana
3. Kerudung
4. Kaos kaki
5. Baju ganti
6. Sunblock
7. Peralatan mandi
8. Handuk
9. Sendal jepit/sendal gunung

Untuk sandal jepit, tidak usah dipakai saat rafting. Takutnya nanti hanyut, atau istilah Jawanya ‘kintir’. Tapi kalo sandal gunung, bisa dipakai saat rafting, kan rapet sandalnya.

Kami semua kumpul di kantor Sektor pukul 09.00 pagi. Kemudian, kami foto-foto dulu sebelum berangkat ke lokasi. Penumpang mobil sudah diplot, jadi tinggal masuk saja ke mobil yang sesuai dengan daftar plotting. Lokasi rafting kami yaitu di Lombok Rafting, Narmada, Lombok Barat. Perjalanan menuju ke lokasi hanya memakan waktu sekitar 30 menit.
 



Sampai di lokasi, kami langsung diajakuntuk berjalan ke basecamp rafting, berupa aula yang ukurannya lumayan besar, tempat untuk kami mempersiapkan peralatan dan briefing sebelum memulai  rafting. Anggota kami berjumlah sekitar 40an orang, tetapi jumlah perahunya terbatas, hanya ada sekitar 7 perahu karet. Jadi, kami dibagi menjadi 2 kloter yang akhirnya saya kebagian kloter pertama.

Setelah selesai pembagian helm, pelampung, dan dayung, kami diberikan briefing tentang keamanan dan tata cara rafting. Kemudian setelah briefing, kami berangkat ke lokasi start rafting. Untuk menuju tempat start rafting, kami perlu naik jeep dan bak terbuka. Seru banget lah naik bak terbuka bersama dengan teman-teman. Apalagi saat ada jalan yang tidak rata dan bergelombang, kasihan sama teman-teman yang duduk di pinggiran bak terbuka. Pasti badannya terbentur dengan pinggiran yang keras itu. Tapi lucu juga kalo dilihat, haha.
 



Sesampainya di lokasi start, kami berfoto-foto lagi. Peserta perempuannya berjumlah 5 orang, tetapi untuk alasan keselamatan kami tidak boleh dijadikan dalam satu perahu. Akhirnya, saya kebagian untuk berada di satu perahu dengan mas Bagus, pak Tri, dan mas Suko (PIC diklat K3 dari PT lain). Saya sudah cukup kenal dengan orang-orang tersebut. Kemudian kami mulai naik ke perahu masing-masing. Dari awal, kami sudah basah karena saling serang ciprat-cipratan air. Seperti kembali ke masa kecil, lucu dan seru juga, haha. Dari Pak Manajer, Pak Asman, sampai pegawai baru saling adu ciprat-cipratan air.



Rafting dimulai kira-kira pukul 11.15 WITA. Aliran air di sungainya tidak terlalu deras karena bukan musim penghujan, jadinya ya lumayan memakan waktu yang lama, kurang lebih 2 jam. Ini adalah rafting pertama bagi saya. Meskipun aliran airnya tidak terlalu deras, tapi cukup seru. Sekali lagi, maklum ini pengalaman pertama. Oh ya, masing-masing perahu memiliki satu instruktur yang tugasnya mengarahkan dan membantu untuk mendayung. Dayung saya diminta sama instrukturnya, jadi di perahu saya diam saja. Sepertinya semua peserta yang perempuan juga gitu ya, tidak mendayung saat rafting. Padahal sensasi serunya itu ya pas mendayung. 





Jalur rafting-nya tidak terlalu ekstrim menurut saya, mungkin karena aliran airnya tidak terlalu kencang kali ya. Tiap kali ada aliran sungai yang menurun, perahu kami selalu tersangkut di batu. Bisa jadi karena perahu kami kelebihan muatan alias overload, wong penumpang di perahu kami badannya lumayan berisi, haha. Selain itu, perhau kami juga agak kempes.

Sampai akhirnya kami tiba di satu lokasi yang dekat dengan tebing. Kami turun dari perahu dan loncat dari atas tebing. Saya pernah nonton ini di tivi dulu, sangat asyik sekali. dan akhirnya, sekarang saya melakukannya sendiri. Untuk naik ke atas bukit butuh sedikit perjuangan, karena susah sekali. Sampai pelampung saya ditarik oleh instrukturnya supaya bisa naik ke atas tebing. Sampai di atas tebing, saya sedikit deg-degan. MasyaAllah, lumayan keder juga ngelihat air dari atas ketinggian 7 meter. Orang-orang di bawah menunggu saya sambil teriak, “Ayo mbak Sherly,”. Bismillah, akhirnya terjunlah saya ke bawah, “Byurrr”.

Aduh, ada air yang masuk ke dalam hidung saya. Rasanya lumayan sakit, dan rasanya cukup mengganggu. Tapi saya biarkan saja, lama-lama ilang juga. Setelah itu kami melewati perkampungan warga dimana tempatnya agak sedikit kotor. Ada yang atasnya langsung berhadapan sama kandang sapi dan kami hanya bisa tertawa.

Kurang lebih 2 jam kami mengarungi trek sungai yang panjangnya kurang lebih 7 km. akhirnya sampai juga di finish. Saya dan bu Netty tidak langsung naik ke atas, tapi kami berendam dulu di sungai sembari menunggu kedatangan teman-teman dari perahu yang lain. Teman-teman yang lain pun ikut berendam, kami sambil main ciprat-cipratan air lagi. Seru, benar-benar pengalaman baru yang tak terlupakan.



Setelah itu kami naik dan di aula makan siang sudah tersedia. Karena kamar mandi hanya ada 3, jadi saya mempersilahkan ibu-ibu untuk mandi terlebih dahulu. Saya dan mbak Risa menunggu sambil makan siang. Kemudian ganti kloter kedua berangkat untuk rafting.

Setelah mandi, saya dan mbak Risa pergi sholat ke mushola yang jaraknya kurang lebih 400 meter dari aula. Musholanya terletak di perkampungan warga. Kembali dari mushola, eh tiba-tiba sudah tersedia rujak buah aja di meja. Mantap sekali, masyaAllah. Beberapa menit kemudian habis sudah rujaknya dan disusul dengan pisang goreng hangat yang manis. 

Setelah kloter dua selesai rafting, mereka makan snack, kemudian mandi. Mereka semua adalah cowok, jadi mandinya lumayan cepet. Sekitar pukul 4 sore, kami meninggalkan tempat dan kembali ke kantor sektor kemudian pulang ke rumah masing-masing. Sampai di kos, badan saya rasanya lemes, akhirnya saya tidur deh sambil nunggu sholat maghrib (jangan dicontoh ya, ga boleh, hehe).

Nah, begitulah pengalaman saya rafting di weekend kemarin. Semoga nanti bisa rafting lagi, dan kalau bisa gratis lagi, hihi :p

Buka Puasa Bersama

Oh ya, sebelumnya saya mu mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah ya. Semoga kita semua bisa kembali Fitri dan tetap semangat menjalankan ibadah seperti pada bulan Ramadhan kemarin. Bagi saya, Ramadhan tahun ini  sangat amat berbeda dengan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, sekarang saya udah kerja, udah hidup mandiri, dan saya tinggal jauh dari keluarga di luar pulau. Meskipun begitu tetap disyukuri aja, karena masih bisa menikmati Ramadhan bersama dengan keluarga baru, teman-teman baru, dan tempat baru tentunya.



Selamat hari Rabu, semoga hari ini menjadi barokah. Oh ya, cerita ini sebenernya udah saya tulis agak lama sekitar 2 bulan yang lalu saat saya masih OJT. Tapi saya lupa untuk mempostingnya di blog, sampai akhirnya tadi buka-buka file dan nemu dokumen ini hahaha. Nulisnya di Sumbar, tapi postingnya di Lombok. Nggak apa-apa ya, daripada nggak diposting kan sayang.




Selamat pagi! Selamat liburan! Alhamdulillah, semoga weekend pertama di bulan Ramadhan ini jadi lebih menyenangkan. 

Oh iya, weekend kemana aja nih? Jangan bilang nggak kemana-mana karena lagi puasa loh ya… Meskipun lagi puasa kita semua harus semangat.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya jalan-jalan pertama di pulau Lombok. Sekitar dua minggu kemarin, saya nengokin pantai yang terkenal di pulau ini. Yes, pantai Senggigi. Senggigi mempunyai garis pantai yang panjang dan lokasinya lebih rendah daripada jalan raya. Di seberang jalan dari pantai Senggigi banyak tebing-tebing yang membuatnya semakin indah walau kita hanya numpang lewat jalan.




Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya kesempatan untuk bernafas hingga detik ini. Alhamdulillah pula, pada hari Jum'at tanggal 13 Mei kemarin telah diumumkan tempat penempatan untuk semua Prajab PLN Angkatan 50. Sebenernya saya nggak terlalu deg-degan sih hari itu, karena teman saya sudah memberi informasi dimana saya akan ditempatkan di hari Kamis sebelumnya, hehe. Seperti pada judul di atas, itulah tempat penempatan saya. Iya, di Lombok provinsi Nusa Tenggara Barat. (Cerita tentang pengumuman proyeksi penempatan insyaAllah akan saya tulis di edisi mendatang)

Sebelumnya, saya mau curhat sedikit tentang liburan. Setelah liburan seminggu, akhirnya hari pemberangkatan itu datang juga. Ga kerasa banget, liburan rasanya kurang dibandingkan dengan lamanya waktu diklat yakni lima bulan tanpa putus. Namun, berapapun waktu yang diberikan kita harus bersyukur ya karena masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan keluarga sebelum merantau kembali.

Sebelum berangkat, saya pamitan dulu sama Tante dan Mbah Pu'ah (bibi dari Ayah saya). Kemudian saya berangkat ke bandara pukul 06.30 ditemani oleh Ayah, Ibu, Mbah Putri, dan Cak Jon (orang yang biasanya dimintain tolong buat bantu-bantu Ayah). Alhamdulillah jalanan nggak macet, jadi waktu perjalanan hanya ditempuh selama 1,5 jam. Pukul 08.00 kami sudah sampai di bandara, Cak Jon bantuin saya buat nurunin koper dan barang yang lain.





Di bandara, saya langsung menuju ke tempat teman-teman saya kumpul. Jeda waktunya singkat banget, sekitar 5 menit kemudian saya mulai check in. Saat penimbangan bagasi, Alhamdulillah koper saya nggak melebihi muatan, pas 20 kg. Jadi saya nggak perlu ngeluarin uang lagi buat bayar dendanya, hehe.

Setelah selesai timbang bagasi dan ngurusin segala macem, akhirnya saya menuju ke gate tempat ruang tunggu sebelum boarding. Ternyata gate belum dibuka, alhasil saya nunggu selama kurang lebih 10 menit bersama dengan penumpang yang lain. Setelah check in, saya langsung nyari tempat duduk dan menunggu sampai final call pukul 08.55 WIB.


Ternyata penerbangannya ditunda lagi sampai pukul 10.55 WIB. Yaa Allah, harus banyak-banyak sabar ini sepertinya. Jadilah saya menunggu sambil ngobrol dengan Ibu yang duduk di samping saya. Beliau adalah seorang pengusaha garment, tujunnya ke Lombok mau liburan. Katanya, si Ibu setiap bulan pergi ke Lombok. Jadi beliau agak hafal daerah-daerah di Lombok, terutama di Mataram. Oh ya, karena pesawat yang akan saya tumpangi delay lebih dari sejam, jadi pihak maskapai ngasih snack. Alhamdulillah, lumayan buat ngganjel perut yang sarapan cuma sedikit pagi tadi.






Sampai di pesawat juga akhirnya, nggak kerasa udah berangkat lagi padahal kemarin-kemarin baru nyampek Juanda. Sedih, tapi mau gimana lagi, kan demi masa depan yang cerah. Saya di pesawat Cuma bisa duduk-duduk aja. Bosen banget, saya dapat duduk di ujung dekat jalan jadi nggak bisa ke arah jendela. 



Baru aja duduk “mapan” di pesawat, eh si pak Pilot udah bilang kalo bentar lagi mau landing aja. Ternyata jarak antara pengumuman sama landingnya agak lama, jadinya saya ketiduran sebentar. Maklum lah, kemarin malem saya tidurnya Cuma 2 jam karena waktunya kebanyakan kebuang gara-gara packing).



Alhamdulillah setelah 55 menit di atas awan akhirnya landing juga, cepet banget. Akhirnya, sampai juga di Bandara Internasional Lombok, Praya. Sampai di bandara, kami ngambil barang bagasi dulu, kemudian langsung menuju ke depan bandara. Bapak sopir pesanan sudah sampai dan menunggu. Walaupun udah nungguin dengan waktu yang lumayan lama, si Bapak tetep bantui kita ngangkat-ngangkat koper ke dalam mobil. 







Kata pertama setelah menginjak Lombok dan keluar dari bandara adalah: PANAS. Hawanya sedikit mirip dengan Surabaya, tapi jauh lebih panas di Lombok. Sepanjang jalan yang terlihat adalah dataran dengan rumput-rumput gersang karena saat ini sedang musim kemarau. Sungguh sangat eksotis. Sesekali terlihat pegunungan, tapi saya nggak tau nama gunungnya, hehe.


Perjalanan dari Praya ke Mataram memakan waktu kurang lebih 45 menit. Sampai di kota Mataram, kami keliling dulu nih buat nyari tempat penginapan sementara buat cowok-cowoknya. Kalo saya dengan temna-teman cewek yang lain udah booking di hotel dekat kantor wilayah.



Saat lagi muter-muter naik-turun mobil buat tanya-tanya tentang kosan, tiba-tiba turun hujan. Akhirnya, kami yang cewek diantarkan ke hotel dulu. Alhamdulillah, saya dan teman-teman sampai dengan selamat sampai pengumuman penematan jilid 2 diumumkan. Semoga diberikan tempat yang terbaik, aamiin.



 

Selamat malam, selamat hari Senin semuanya. Alhamdulillah, di hari ini saya bisa posting pengalaman saya pertama kali liburan di Ranah Minang. Akhirnya, jadi juga tulisan ini meskipun sudah tertunda berhari-hari, berminggu-minggu, sampai akhirnya jadi sebulan karena saking malesnya saya ngetik.

Sebulan kemarin tepatnya hari Sabtu tanggal 5 Maret, saya dan teman-teman OJT di Ombilin pergi main. Kami mau eksplor ke tempat wisata yang terdekat dari tempat tinggal kami. Namanya juga OJT, kepanjangan dari On the Job Traveling, jadi kita harus eksplor-eksplor tempat wisata selama ada di sini *ehhh*. 


Assalamu'alaikum, selamat weekend semuanya. Akhirnya, hari ini  saya bisa bikin postingan lagi setelah beberapa kali kalah dalam perang melawan rasa malas. Ternyata cukup lama juga ya saya nggak nulis-nulis di sini.

Pada postingan kali ini, saya mau cerita tentang liburan saya di minggu kemarin. Pertama kali dalam hidup saya liburan di pulau orang, yakni pulau Sumatera. Liburan saya terasa jadi cukup berkesan karena ada beberapa perbedaan di sini dengan kampung halaman saya. Perbedaan pertama adalah budayanya, dapat dilihat dari contoh kecil yakni bentuk atap rumah di sini seperti rumah gadang. Bahkan ada rumah yang modern, tetapi atapnya masih berupa atap rumah gadang. Budaya di sini masih terasa kental dan saya seneng liatnya. Perbedaan kedua adalah jalanannya yang berkelok-kelok karena berada di daerah perbukitan. Sangat seru, tapi kadang juga merinding saat mau papasan sama truk atau kendaraan besar lainnya tepat di kelokan.





Kamis, 4 Februari 2016
23.35

“Menantimu, hingga saat cintaku temukan dirimu
Usai sudah sampai di sini
Berdiri, melabuhkan asmara

Menikah denganku, menempatkan cinta
Melintasi perjalanan usia
Menikah denganmu, menetapkan jiwa
Bertahtakan kesetiaan cinta
Selamanya…”

Entah kenapa, saya suka sekali mendengarkan lagu ini mungkin sejak setahun yang lalu. Meskipun liriknya sederhana, tapi menurut saya artinya dalam sekali. Saya pernah searching video klipnya karena pengen tau kayak gimana so sweet-nya, apakah sejalan dengan lagunya atau nggak. 
Vitamin Sea
Hai, selamat hari Jum’at! Sepertinya sudah lamaaa banget saya nggak posting di blog, biasa anak prajab sibuk, haha. Kali ini saya mau ceritain tentang liburan tipis-tipis.



Alhamdulillah sudah masuk di minggu kedua pembidangan. Ga kerasa, udah sebulan saya menjadi anak perantauan karena diklat prajab. Mulai dari hari Rabu kemarin sampai Jumat besok jadwal kelas saya praktikum terus. Kemarin praktikum valve, tadi praktikum pompa, besok praktikum kompressor.

Kalau praktikum pompa sama compressor saya udah pernah sih pas kuliah, tapi kali ini beda. Pas kuliah lebih banyak praktikum tentang performanya, kalau pas diklat ini praktikumnya di bawah naungan mata pelajaran NDT (Non Desructive Test) atau Pengujian Tidak Merusak. Ya, NDT adalah salah satu jenis perawatan pada mesin untuk mengetahui kerusakan atau umur suatu mesin. Ada banyak jenis dari NDT, salah satunya adalah penetrant test yang saya dan temen-temen sekelas praktikumkan. 







Walaupun alatnya bermacam-macam seperti valve, pompa, dan compressor, tapi prosedur praktikumnya tetep aja sama. Bongkar mesin, diuji NDT, terus pasang lagi. Satu hal yang tak akan terlewat untuk diucapkan, SERU! Mainan sama kunci pas, kunci ring, grease, oli, dll itu adalah sesuatu yang akan sangat jarang untuk dilakukan bagi seorang perempuan. Dan saya merasa sangat beruntung, bersyukur bisa mendapatkan amanah dari Allah untuk masuk di bidang ini.




Kotor nggak? Ya jelas dong, tangan kena alat uji seperti penetrant, remover, developer. Tapi sekali lagi, ini seru! Haha. Terlepas dari itu, pasti ilmu yang didapatkan jadi tambah banyak banget. Paling susah kalau masang bagian-bagian mesin yang udah dipretelin. Biar nggak keliru, diurutin aja bagian-bagian mesinnya pas dipretelin. Ngatur alignment antara motor sama pompa juga susah, harus angkat dikit ganjel, angkat dikit ganjel, gitu terus sampai pas. Tapi yang banyak kerja untuk itu anak-anak cowok kok, saya sebagai cewek lebih banyak nyatet-nyatet doing, hihi. Sambil sesekali nyobain nyemprot remover, penetrant, developer atau  masang mur baut. Ya pokoknya yang ringan-ringan gitu, yang penting paham. Hehe.





Baiklah, sekian dulu. Besok saya mau senam karena hari Jumat. See you next day! 



My Love, In White Hijab

Akhirnya atas izin Allah, pada hari ini (12/12) saya akan memulai babak baru dalam kehidupan, yakni dunia kerja. Kehidupan yang nyata akan segera dimulai...
Rencananya, saya mau berangkat pukul 5.00 dari rumah. Yah, sepertinya rencana akan hanya tinggal rencana. Ternyata jam 5.00 kami semua baru mandi! Dan semua pada tergesa-gesa, belum lagi ada tragedi dimana SIM A saya hampir hilang. Setelah saya periksa kembali, ternyata ada di saku dalam tas. Fiuhh, Alhamdulillah nggak jadi ngurus SIM A lagi, nggak jadi dimarahin Ayah 😂 Karena saking molornya, sampai akhirnya saya memutuskan untuk sarapan di dalam mobil demi menghemat waktu.
Alhamdulillah lagi, saya sampai di PLN Disjatim pukul 6.55, mepet ya. Tapi percuma aja saya dateng sebelum pukul 7 karena ternyata pengarahannya sudah dimulai kira-kira pukul 6.45. Tetep aja telat. Hehe.
Setelah selesai pengarahan, kami diabsen kembali kemudian keluar sesuai nomor urut bus masing-masing. Saya ditempatkan di bus 1, dimana ceweknya cuma 10 orang. Tempat duduknya juga banyak yang kosong termasuk di sebelah saya, enak, kalo capek tinggal selonjor sana selonjor sini, nyaman. Hehe.
Setelah keluar dari ruang pengarahan, kami tidak langsung menuju bus. Kami diberi waktu untuk pamit ke orangtua dan keluarga masing-masing. Ada yang foto-foto, salaman, cipika-cipiki, dsb. Sekejap suasana bahagia berubah menjadi haru biru. Tak sedikit yang menumpahkan airmatanya saat berpisah, termasuk keluarga saya. Ibu, Tante, Mbah, bahkan Ayah saya yang kelihatannya tegar itupun ikut menitihkan airmata, terlihat lebih sedih daripada yang lain. Hanya Yuk Kus (orang yang biasa dimintai tolong keluarga saya) yang nggak nangis. Saya berusaha untuk tidak menangis karena memang saya tidak ingin menangis. Tapi, begitu melihat keluarga saya menangis, saya jadi ikut-ikutan mellow. Saya mellow, tapi saya berusaha untuk tidak menunjukkan kesedihan saya, supaya keluarga saya tahu, bahwa si Bungsu ini tegar dan mampu mandiri. Lagian sudah dari lama saya belajar mandiri, dari mulai Aliyah.
Daaan... perjalanan dilanjutkan seperti biasa. Ada 3 rombongan bis yang diisi oleh anak D3K Teknik Mesin, Teknik Elektro dari ITS, dan D3K Teknik Kelistrikan dari Polinema. Semuanya dicampur, diacak, tapi tempat duduk boleh milih, 
Jujur, saya sama sekali nggak ngerasa sedih. Saya malah ngerasa seneng karena bisa jalan-jalan jauh, terutama ke tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya meskipun hanya lewat. Mungkin karena dari awal saya sudah punya motivasi kalau kerja jauh saya anggap itu sebagai bagian dari jalan-jalan kali yah, jadinya saya enjoy untuk ngejalani. Semoga saja terus seperti ini hingga beberapa bulan ke depan.
Selama perjalanan, kami berhenti di dua tempat rest area, yaitu di Tuban dan Kendal. Tempat makan di Tuban bagus, view belakangnya langsung pantai. Sayangnha saya belom sempet foto-foto.
Ini adalah perjalanan panjang denga  bus yang pertama kali saya lakukan dan Alhamdulillah saya sangat menikmatinya.
Oh ya, perjalanan saya ke tempat diklat prajabatan PLN 50 ini melewati jalur pantura. Sampai detik ini, saya sudah melewati rute Surabaya, gresik, lamongan, tuban, rembang, pati, kudus, demak, semarang, kendal, batang, pekalongan, pemalang dan sekarang entah sampai mana. Sepertinya sudah hampir memasuki wilayah Tegal, that's mean that we still need 4.15 hours more to reach the location. Mungkin kami nanti tiba di lokasi kira-kira pukul 04.00.
Temen-temen di bus sudah banyak yang mengheningkan cipta. Dan akhirnya, sekian dulu yang bisa saya bagikan. Maaf jika ada kalimat-kalimat yang membingungkan dikarenakan saya agak-agak mengantuk (sebenernya meski ngantuk juga harus profesional ya, hehe).
Semoga saya bisa menyambung ceritanya sebelum semua gadget dikumpulkan.
Sekian 😊

(PS: foto-foto lainnya menyusul)

See you, family

Mommy, Daddy, and Aunty, maybe this is not the first time for us being separated by long distance. But now, the situation is different.. 

"Iya, si kecil bungsumu ini akan mulai berjuang untuk hidup mandiri. Mulai hari ini, kehidupan yang nyata akan dia jalani. Tapi dia percaya bahwa dimanapun dia berada, doa2mu akan selalu merangkul jiwanya," 

Terima kasih atas semua doa dan kasih sayang yang telah diberikan selama ini. Sehingga atas izin Allah, saya bisa meraih satu persatu asa yg terbesit dlm hati. I hope you both will always be healthy. Semoga Ibu, Ayah, Tante, dan keluarga semua selalu dlm lindungan dan penjagaan Allah.

Sampai jumpa di tiga bulan kemudian dalam keadaan yang lebih baik ya, InsyaAllah. 
Shelly will always loves you...😊😘👪❤ 

12 Des 2015, dalam perjalanan menuju Cimahi.





Dear...
Bagaimana bisa aku tidak patuh padamu?
Bagaimana bisa aku melawan tutur katamu?
Bagaimana bisa aku tidak melakukan kewajibanku untukmu?
Bagaimana bisa aku berkata kasar padamu?
Rasanya tak mungkin semua hal buruk dan larangan-larangan itu aku lakukan padamu. 
Naudzubillah, tsumma naudzubillah.

Kenapa?
Karena aku butuh kesabaran untuk dapat bertemu denganmu, 
Karena aku tlah meneteskan airmata di sela2 munajatku kepada Allah untuk memintamu,
Karena aku memilih menyendiri dan memperbaiki diri sebelum dapat bersanding denganmu,
Aku butuh perjuangan keras untuk mendapatkanmu.

Tapi aku menikmati setiap waktu yg kugunakan untuk menunggumu,
Bagaimana mungkin aku dapat menyia-nyiakanmu?
Aku akan menjaga dan merawatmu dengan sepenuh hatiku,
Karena bagiku, kaulah anugerah terindah dari Allah dalam hidupku,
Hadiah terindah yg akan membuatku semakin mencintaiNya dengan penuh,
Pelengkap jiwa yang akan membimbingku untuk bertakwa selalu,
Semoga cinta ini akan dapat terkawal hingga ke JannahNya yang syahdu,
Aamiin.


Tertanda,
Istri (masa depan)mu^^