Jika mendengar kata 'Pulau Lombok', pasti tempat jalan-jalan yang pertama kali terlintas di pikiran adalah Pantai Senggigi ya? Iya, saya dulu juga berpikiran seperti itu. Pesona Pulau Lombok seakan tidak lepas dari keindahan Pantai Senggigi. Tetapi, di daerah sekitar pesisir Lombok Tengah juga tersebar bermacam-macam pantai yang keindahannya tak kalah dengan Pantai Senggigi. Pantai apa sajakah itu? Yuk kita telusuri satu-persatu!

1. Pantai Kuta Lombok
Pantai Kuta
Siapa bilang pantai Kuta hanya ada di Bali? Lombok juga punya loh! Pantai yang mempelopori adanya ayunan di pinggir pantai ini terletak di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Jika berangkat dari kota Mataram, kita membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Jalan menuju ke pantai Kuta sangatlah lancar karena tidak ditemukan adanya kemacetan di sekitar daerah ini. Pantai ini memiliki pasir berwarna putih kecoklatan.

Saat itu, saya pertama kali singgah di pantai Kuta Lombok pada pukul 12.00, siang hari bolong. Otomatis sejak langkah pertama dan seterusnya terasa sangat panas dan menyengat sekali. Apalagi dari parkiran hingga menuju ke bibir pantai hampir tidak ada pepohonan yang bisa dipakai berteduh.

Pengunjungnya lumayan banyak, mulai dari wisatawan lokal hingga asing. Sepanjang berada di sini, anda akan banyak dihampiri oleh pedangang yang menjajakan kaos, kain tenun Sasak, maupun souvenir-souvenir lainnya. Tolaklah secara halus dan jangan coba bertanya-tanya jika anda tidak berniatan untuk membeli. Biar nggak bikin PHP gitu, hehe.

Spot foto favorit saya saat berada di pantai ini adalah di bibir pantai. Lekuk perbukitan di sisi belakang pantai bisa menjadi background yang indah. Di sisi kanan pantai ada plang di atas perbukitan bertuliskan "Kuta Mandalika" dan papan bertuliskan "Kuta Lombok" di sisi kiri depan pantai ini juga bagus buat foto. Yang paling penting, jangan lupa bergaya di atas ayunannya biar hits.


2. Pantai Tanjung Aan
Pantai Tanjung Aan
Pantai Tanjung Aan berjarak sekitar 5,2 km dari Pantai Kuta atau 60 km dari kota Mataram. Pantai ini memiliki pasir bertekstur halus dan butir-butir seperti merica berwarna putih. Warna airnya terlihat biru berkilau jika dilihat saat panas terik. Jika berkunjung ke pantai ini jangan lupa untuk menyempatkan diri berkunjung ke Bukit Merese, karena letaknya hampir berdekatan.

Karena letaknya yang berdekatan dengan Pantai Kuta, maka suasananya juga kurang lebih sama. Di belakang pantai terlihat lekukan bukit yang menambah indahnya pemandangan. Selain itu, masih banyak pula pedagang yang menawarkan dagangannya, mulai dari anak-anak sampai inaq-inaq.

Spot foto favorit saya yaitu di dekat papan selancar yang bertuliskan "Pantai Tanjung Aan", di dekat bibir pantai dengan background bukit-bukitnya, dan tak lupa di atas ayunannya biar lebih hits.


3. Pantai Mawun
Pantai Mawun
Pantai ini berjarak sekitar 52 km dari Kota Mataram. Jalan untuk mencapai pantai ini cukup naik-turun dan berliku. Keindahan Pantai Mawun semakin bertambah dengan keberadaan dua bukit yang mengapitnya. Pasirnya berwarna putih resik. Di sini masih banyak ditemukan pedagang yang menjajakan kaos dan kain tenun Sasak kepada pengunjung. Bagi kalian yang takut anjing, hati-hati kalau ke sini. Pasalnya di sini lumayan banyak anjing liar, tapi mereka nggak galak kok. Cukup diusir "hushh..hushh.." aja mereka udah pergi.

Dulu, temen-temen saya selalu iming-iming kalau Pantai Mawun itu bagus banget, warna pantainya biru. Temen saya yang nggak doyan pantai bilang ke saya kalau dia sampai takjub dengan keindahan Pantai Mawun. Tapi, saat saya ke sana kenapa biasa aja ya? Mungkin karena saya kesana pas lagi mendung, jadi air pantainya nggak keliatan biru, malah keliatan ijo.

But so far, Pantai ini recommended lah. Anda bisa santai-santai di kursi pantai sambil menikmati sebutir kelapa muda seharga 10rb. Eitsss, tapi jangan lupa bayar jasa penyewaan kursi pantainya juga, ya!


4. Pantai Selong Belanak
Pantai Selong Belanak
Pantai ini bisa dikatakan Pantai yang paling deket dari Mataram. Atau mungkin hanya perasaan saya saja? Jarak dari Mataram ke Pantai ini sekitar 51 km

Dari semua pantai yang ada, entah kenapa saya paling jatuh cinta sama Pantai ini. Pasirnya putih bersih, airnya biru berkilau ditambah banyak bule ganteng yang mau main selancar seliweran sangat memanjakan mata saya. Sekali lagi, saya sampai ke pantai ini saat siang hari bolong pukul 12.00. Mungkin, keindahan pantai hanya bisa dinikmati saat matahari bersinar sangat terik.

Di sini tidak ada pedagang souvenir lagi sih, tapi ganti jadi orang yang menawarkan jasa massage. Tapi untuk saya yang nggak biasa, jadi aneh gitu kalo ada yang nawarin massage pinggir pantai sekalipun yang nawarin sama-sama perempuan. Sama dengan Mawun, duduk di kursi pantai sini ada tarifnya sekitar 70rb.


5. Pantai Mawi
Pantai Mawi
Saat pertama masuk di gang kecil menuju pantai ini, dalam diri langsung mbatin, "Mana Pantainya? Kok nggak sampai-sampai ya? Jangan-jangan nyasar nih,". Karena jalannya sangat sempit dan 'ndelusup'. Jarak dari Mataram ke Pantai Mawi sekitar 55 km. Jalannya emang bener-bener kecil dan sempit, mirip jalan setapak di sawah-sawah gitu. Kalau ada mobil mau papasan kita harus pinter-pinter nempatin posisi.
 
Begitu sampai di Pantai ini, lagi-lagi saya mbatin, "Kok sepi ya? Ini di Lombok apa di Luar Negeri sih?". Pasalnya, hampir semua pengunjung di pantai ini adalah bule dan itu cuma beberapa orang saja. Yang orang lokal cuma yang jaga warung aja. Rata-rata mereka ke sini untuk snorkeling atau sekedar santai-santai di pinggir pantai saja.

Pasir di Pantai Mawi bulet-bulet kasar seperti Merica. Di pinggir pantai terdapat bukit batu yang kalau dibuat foto instagramable sekali. Airnya juga bening banget karena pasirnya gede-gede, jadi ga bikin butek. Di bibir pantai banyak sekali cangkang kerang dan keong yang lucu-lucu.

Sebenarnya, sebelum tiba di pantai Mawi, kita akan bertemu dengan dua jalan percabangan. Kalau belok kanan ke Pantai Mawi dan kalau belok kiri ke Pantai Cemeti. Karena waktunya kesorean, jadi kami tidak sempat mampir ke Pantai Cemeti deh.

Berikut ini saya kasih bonus foto dari 5 pantai tersebut ya: 
Kuta Lombok View
Tanjung Aan View
Tanjung Aan View
Mawun View
Selong Belanak
Mawi View
Mawi View
Pantai Mawi yang Jernih
Rumah Keong dan Karang di Mawi
Penjual Cilik
Selong Belanak View
Bayi Kepiting di Selong Belanak
Pantai Mawi
Sekian sedikit informasi tentang 5 Pantai cantik nan eksotis di Lombok Tengah yang pernah saya kunjungi. Kalau saya ada kesempatan explore lagi, InsyaAllah akan saya tulis info tentang pantai yang lainnya. Semoga informasi ini memberi manfaat ya.

Ada beberapa kenangan yang tersimpan di memori saya jika mengingat masa-masa On The Job Traveling Training atau yang biasa disingkat OJT. Masih beberapa bulan setahun yang lalu sih, jadi Alhamdulillah masih banyak yang diingat.



Assalamu'alaikum semua! Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis tentang Food Review. Padahal ada banyak sekali bahan yang bisa dijadikan untuk Food Review, tetapi semua itu terkalahkan oleh rasa malas dan capek yang kokoh tak tertandingi. *kayak iklan semen aja*

Menjatuhkan pilihan adalah bukan perkara yang mudah,
Bukannya pilih-pilih, tapi memang harus pandai memilih,
Bukankah salah satu hak anak adalah mendapatkan orangtua yang sebaik-baiknya?
Maka sebelum mereka hadir ke dunia, seyogyanya kita mewakilkan hak suara mereka,

Karena sekali kalimat itu terucap, maka selamanya dialah yang akan menjadi partner kita untuk menjalankan bahtera,
Dialah yang kita pilih sebagai Ayah atau Ibu dari anak-anak kita, selamanya,
Jadi, pilihlah pilihan yang mendekatkanmu kepada Allah.

Karena menikah tidak hanya untuk sehari, dua hari, 
Tapi untuk selamanya, sampai ke surga,
Dan untuk mencapai ke surga tersebut, kita harus memilih yang bisa saling menguatkan,
Dalam keimanan dan ketaqwaan.

Mari kita memantaskan diri sebelum Allah memilihkan yang pantas,
Mari menyibukkan diri dengan mencari ilmu dunia dan ilmu akhirat, 
Karena bisa jadi saat ini dia yang akan kau pilih juga sedang melakukan hal yang sama,
Dia yang kau pilih tidak akan datang tepat waktu, 
Tapi dia pasti datang di waktu yang tepat, InsyaAllah.




Alhamdulillah, setelah berpuasa perang melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan, akhirnya kita dipertemukan dengan Hari Kemenangan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Kariim. Mohon maaf lahir batin atas segala salah dan khilaf baik yang disengaja maupun tidak disengaja. 


Alhamdulillah, lebaran sebentar lagi akan tiba. Bagaimana, apakah sudah siap? Awas, kalian harus siap siaga jika nanti akan diberondong pertanyaan seputar masalah jodoh dan menikah. Apalagi untuk yang sudah bekerja dan hidup mandiri. Duh, bakal nggak keitung deh berapa yang nanya! 


Assalamu'alaikum semua, apa kabar? Alhamdulillah saat ini kita sudah memasuki hari ke-25 di bulan Ramadhan. Itu artinya sebentar lagi kita bisa mudik dong ya? Alhamdulillah :)


Sepertinya, tahun ini merupakan tahun yang penuh dengan throwback bagi saya. Pada tanggal 1 Juni yang juga bertepatan dengan hari lahir Pancasila ini, tepat setahun sudah saya ikut berkontribusi dalam menerangi pulau Lombok. Setahun sudah saya terima SK Pengangkatan Pegawai. Karena sudah bekerja selama setahun, that's mean saya sudah berhak untuk mengajukan cuti tahunan. Ah, senangnyaaaa wkwk.

Alhamdulillah, tepat tanggal 22 Mei kemarin satu tahun sudah saya tinggal di Pulau nan Eksotis ini. I've been living here for a year! Nggak kerasa, cepet banget waktu bergulir. Rasanya kayak baru kemarin aja saya nunggu delay 2,5 jam sebelum boarding di pesawat yang mengantarkan saya ke Lombok. Rasanya baru kemarin saya makan snackyang dikasih maskapai karenadelay. Bener-bener nggak kerasa kalau waktu itu jalannya cepet banget :')


Pulang kampung bulan kemarin, saya pergi ke tempat Oom Tante saya di Gresik. Tepatnya di perumahan Gresik Kota Baru, a.k.a GKB. Di sepanjang perjalanan menuju rumahnya, saya melihat banyak sekali sticker "Glico Wings" tertempel di pintu depan sebuah minimarket. Tentu saja, minimarket tersebut jumlahnya nggak cuma satu ya, tapi banyak tersebar di perumahan itu.

Apakah ini pertanda bahwa Es Krim Glico sudah ada di minimarket tersebut? Kalau sudah tersedia, berarti saya nanti harus mampir untuk nyobain Es Krim ini. Wajib!

Sore hari selepas maghrib, Alhamdulillah Allah beri kesempatan saya untuk mampir ke minimarket itu. Saya ajakin deh adek sepupu saya yang masih SMA untuk jajan makanan yang membahagiakan ini. Sebelum melangkah menuju pintu masuk minimarket, hati saya sudah deg-degan ga karuan macam mau ketemu sama seseorang yang ditaksir. Masalahnya, di pintu depannya ini ga ada sticker seperti yang sudah saya sebutkan di atas. "Ah nggak masalah, kalau misal nggak ada ya kita langsung keluar aja," celetuk saya. Adek sepupu saya langsung ketawa, mungkin dia geli punya kakak sepupu yang nggak punya malu.

Selangkah demi selangkah saya tapaki dengan penuh penghayatan. Hingga akhirnya, sampailah saya di depan sebuah box freezer es krim yang bertuliskan "Glico Wings". Ternyata ada permisaaaah! Terharu saya melihatnya, karena di Tanah Rantau Es Krim macam ini belom ada. Es krim Glico Wings belom nyampek di Lombok :")

Treasures!
Langsung saya buka freezernya, saya ambil deh 4 macam Es krim dengan 2 varian rasa yang berbeda tanpa melihat daftar harga. Masing-masing dari kita dapat 4 es krim, jadi totalnya saya punya 8 es krim. Sampai di kasir saya baru ingat kalau saya cuma sangu 90ribu, 8 es krim itu ternyata totalnya hanya 58rb. Alhamdulillah uangnya cukup, saya nggak harus balikin es krimnya, ahaha. Harganya murah sekali, antara Rp 1.000 - Rp 12.000. Semua rasanya enak, kecuali greentea of course, karena saya nggak suka greentea.

Favorit Saya!
Sekian deh curhatan dari saya dalam menemukan harta karun ini. Mohon maaf jika ceritanya agak banyak lebay dan fotonya kurang "eye-catch". Maklum, waktu itu saya fotoinnya di pinggir jalan sambil ngemper depan butik, ahaha. Terima kasih sudah bersedia membaca sampai akhir ;)

PS: postingan ini tidak disponsori ya 




Hal yang paling saya khawatirkan saat menjalani Diklat Prajabatan adalah "Penempatan". Bagaimana tidak, sesuai dengan perjanjian yang telah saya tanda tangani, siap tidak siap saya harus menjalankan tugas di tempat penempatan itu nanti. Saya harus siap disebar entah dimana, yang pasti di seluruh Indonesia. Dan Indonesia itu sangatlah luas. Dari Sabang sampai Merauke, dari Barat sampai Timur.

Tempat penempatan itu kami dapatkan secara acak. Ibaratnya seperti kita mengambil segenggam beras, kemudian kita jatuhkan mereka di atas peta Indonesia. Dimana bulir beras yang bernama saya jatuh, maka disitulah tempat saya mengabdi.

Tentu saja, Pulau Jawa tetaplah menjadi Pulau Impian untuk bertugas. Meskipun saya tahu kemungkinan untuk ditempatkan di pulau Jawa sangatlah kecil, apalagi ditempatkan di daerah asal. Tapi kata temen-temen saya, "Sing penting yakin," ahahah.

KITSBS? Perfecto!
13 Mei 2016, saat dimana riuh tawa dan isak tangis menyatu. Tepat setahun yg lalu, hati ini gelisah menanti keputusan akan kemanakah kaki ini melangkah. Hingga tibalah saatnya sang pembawa acara untuk membacakan tempat penempatan saya.

"...Sherly Nazulia Dewi. Selamat, anda ditempatkan di PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat,"

Akhirnya, telah terjawab sudah pertanyaan terbesar dalam diri ini bahwa tempat pertama saya untuk berkarya bukanlah di Pulau Jawa. Masih belum, tapi suatu saat nanti, InsyaAllah.

Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari letak kantor wilayah NTB di Google Maps yang ternyata berada di Pulau Lombok, pulau yang sering dijadikan tujuan wisata bagi banyak orang. Kemudian hal kedua yg saya lakukan adalah mengecek harga tiket pesawat untuk pergi ke sana. Melihat nominal daftar harganya sedikit melegakan hati ini, "Alhamdulillah, aman".

I will always love you, my girls!
Satu pelajaran penting dalam hidup saya dari pengumuman penempatan ini. Jangan sedih saat kamu tahu bahwa kamu mendapatkan sesuatu yg tidak menjadi keinginanmu. Carilah kelebihan lain dari Hal tersebut yang bisa membuat hatimu berbahagia dan bangga karena telah mendapatkannya.


Dibalik fenomenalnya PILKADA DKI Jakarta putaran pertama beberapa bulan kemarin, ada beberapa pihak yang berbahagia. Salah satunya adalah saya. Saya bahagia karena dari Rabu tanggal 13 Februari kemarin telah ditetapkan sebagai libur nasional oleh Pak Jokowi. Bahagia banget, nggak ikutan milih tapi ikutan libur.


Saat makan siang enaknya makan yang pedes, mantep, porsinya banyak, dan yang penting enak, huahaha. Iya loh, kita butuh porsi banyak supaya kerjanya semangat *ngeles*. Salah satu tempat yang enak dan mantep buat makan siang di daerah Mataram ini adalah Warung Banjar.

Perkenalan awal saya dengan tempat makan ini adalah saat jadi pegawai baru dulu. Saya dan beberapa teman kantor termasuk 2 orang pegawai baru lainnya diajak makan siang oleh Pak Asman ke sini. Disitu ada banyak menu, mulai dari Soto Banjar, Sate Banjar, Gulai, bahkan Nasi Kebuli juga ada di sini. Namanya juga Warung Banjar, jadi waktu itu saya pesan Soto Banjar untuk menyegarkan siang hari di Mataram yang cukup fanash ini *tsahhh*.

Lokasinya ada di sebuah gang, kondisi jalanan masuknya agak sepi sih memang. Tapi kalo pas jam makan siang gitu rame banget sama pegawai-pegawai yang lagi makan siang. Tempatnya agak sempit sih, kayak di halaman depan rumah gitu. 

Yang Jualan

Daftar Menu, Tapi Ngeblur :(
Beberapa bulan kemudian, saya dan teman-teman saya ke situ lagi. Waktu itu hari Sabtu siang kalo nggak salah, saat hari libur kantor. Suasananya agak sepi, tapi masih terlihat ada beberapa pegawai yang makan siang di situ. Kali ini, kami mau nyobain Sate Kambing yang keliatannya endeus. Akhirnya, saya dan teman-teman pesan Sate Kambing, Gulai Kambing, Nasi, Es Teh, dan Es Jeruk untuk minumnya.

Sembari menunggu, kami duduk di meja makan sambil ngobrol-ngobrol. Kira-kira 6 menit kemudian, minuman kami datang dan disusul 10 menit kemudian makanan yang kami pesan datang. Baru aja makanan sama minumannya dateng, eh terjadilah sebuah tragedi. Tangan teman saya nggak sengaja nyenggol gelas minumnya, akhirnya tumpleklah segelas Es Teh tersebut. Untung gelasnya nggak apa-apa, nggak ada yang kena basah, paling cuma kena di ujung bawah baju dikit.

After Tragedy
Kami pindah meja, tapi Alhamdulillah yang punya sabar banget. Es yang tumpah tadi dilap sama pegawainya. Teman saya pesan minum lagi deh ya, kali ini dia pesen Es jeruk. Huahaha, sabar ya kawan.

Review:

1. Soto Banjar
Sotonya enak, bening, segeer banget. Isinya ayam suir gitu, bumbunya kerasa. Kayaknya sama aja deh ya sama Soto Ayam Lamongan gitu, haha. Cuma yang ini kuahnya bening.
- Price: Rp - (nggak tau harganya, soalnya waktu itu ditraktir, haha)
- Rating:4/5

(Mohon maaf nggak ada fotonya karena nggak sempet ngefoto, ahaha)

2. Sate Kambing
Ini menu yang paling saya suka dari Warung ini. Awwenaaaak, endeuuusss banget! Satu porsi isinya 10 tusuk sate kambing dan irisannya agak gede gitu. Bumbunya dari kecap sama sambel, bukan bumbu kacang seperti Sate Madura. Mantep lah pokoknya, tapi sayang, dagingnya ada yang agak yang alot gitu, hehe.
- Price: Rp 30.000
- Rating:4,5/5

3. Gulai Kambing
Ini juga enak, hahaha. Seger banget, pas kalau dimakan sama Sate Kambing. Soulmate-nya lah... 
- Price: Rp 30.000
- Rating: 4/5

4. Es Jeruk
Seperti es jeruk pada umumnya, manis dan seger.
- Price: Rp 7.000
- Rating: 4,5/5




Location:  
Warung Banjar
Jl. Energi No.1 Ampenan, Mataram

Sampai jumpa di food review selanjutnya ;)