Hampir dua bulan yang lalu tepatnya pada hari Sabtu tanggal 18 November 2017, saya mengantar Ibu saya ke Bali untuk bertemu dengan cucu-cucunya. Rencananya, beliau akan menginap di rumah Kakak saya selama sebulan. Hari Jum'at sore saya berangkat dari Lombok menuju ke Surabaya, Sabtu pagi saya berangkat dari Surabaya ke Bali, dan pada Ahadnya saya berangkat dari Bali kembali menuju ke Lombok. Huft, everyday on board, kelihatannya melelahkan.

Drama Pesawat

Terminal 2 Juanda
Hari Jum'at sore saya sampai di rumah sekitar pukul 20.00, kemudian langsung bersiap-siap untuk istirahat. Keesokan harinya, di sinilah drama dimulai. Sabtu pukul 07.30, saya bertanya ke Ibu saya, "Kenapa Kakak laki-laki saya yang dari Malang belum juga sampai di rumah? Padahal pesawat kita jadwalnya jam 11.00,". Sontak Ibu saya kaget dan berteriak, "Loh pesawat jam 11.00 ya? Ibu kira jam 1 siang,". Langsung batin saya berkata, "Waduh, alamat telat iki,". Waktu ditelpon beberapa hari sebelum keberangkatan, saya berkata ke Ibu kalau jadwal pesawat kami pukul 11.00 dan akan tiba di Bali insyaAllah pukul 13.00 WITA. Tapi rupanya Ibu saya lupa. Saya juga salah sih, kemarin malamnya nggak konfirmasi lagi tentang jadwal pesawatnya.

Sudah pukul 09.30 tapi kakak saya belum sampai juga. Akhirnya kami mencari sopir pengganti dan berangkat ke Bandara pukul 10.00. Dan bisa ditebak, seperti apa ramenya lalu-lintas di jalan Sepanjang-Taman, Sidoarjo pada hari Sabtu. Kami pun baru sampai di Bandara pukul 11.15. Drama kedua, dompet Ibu saya sempet ketinggalan di bangku depan mobil karena saking paniknya. Alhamdulillah sopirnya baik hati, beliau balik lagi ke bandara untuk nganterin dompet Ibu. Alhasil waktu saya cek di aplikasi, kami udah ditinggal take off dong sama pesawatnya, ahaha. Padahal itu tiketnya sudah saya beli jauh-jauh hari biar dapetnya murah. Eh malah hangus sudah 2 buah tiket pesawat yang punya slogan 'The Airline of Indonesia' karena suatu alasan yang menggelikan 😂

Dadaah pesawat! 
Akhirnya kami pesen lagi dengan jadwal pukul 16.25 WIB. 

Akhirnya Boarding
On Board GA-344 SUB-DPS

Hi Bali!

Almost Landing
Karena ada drama tersebut, akhirnya semua rencana kami bubar juga. Kami sampai di Bali sekitar pukul 19.00 WITA dijemput oleh Kakak Perempuan saya dan Suaminya, kemudian langsung makan malam di Rumah Makan Padang di daerah Tuban. Selanjutnya, kami pergi ke Krisna untuk cari sedikit oleh-oleh untuk teman kantor saya. Dan langsung pulang menuju hotel di daerah Kuta.
Alhamdulillah, Assalamu'alaikum Bali!
My Mom
Kata Kakak saya, "Ini udah aku pilihkan hotel yang deket sama pantai Kuta, kali aja mau sunset waktu sore-sore di pantai Kuta biar tinggal jalan kaki,". Eh nggak taunya malah ada drama ya :')

Keesokan harinya, kami pergi ke Pantai Pandawa di daerah Bali Selatan. Perjalanan dari Kuta ke Pantai Pandawa membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Kami sampai di sana pukul 11.00, jadinya panas dan terik sekali. Pantainya biru, pasirnya putih, di balik dinding-dinding batu kapur ada patung Pandawa 5 yang dipajang, mungkin itulah kenapa pantai ini dinamakan Pantai Padawa.


Di sana kami hanya keliling-keliling sebentar dan berfoto-foto. Kondisi pantai lumayan ramai, karena saat itu pas hari Ahad. Jalanannya masih sepi sih, hampir tidak ada kendaraan umum yang menuju ke Pantai Pandawa (tapi nggak tau lagi sih, hehe). Kami berada di Pantai Pandawa selama 1 jam, ya lumayan lah untuk mengobati rasa penasaran saya. Tapi minim banget foto-fotonya, karena memburu waktu, ahaha.

Pantai Pandawa
Mi Familia
Keponakan Saya yang Paling Tua Lagi Ngambek
Setelah dari Pantai Pandawa, kami pergi ke Carrefour Sunset Road untuk makan siang. Kemudian setelah makan siang, ditinggal lah saya sendirian di Denpasar pada pukul 12.00 WITA karena keluarga saya udah harus balik ke Singaraja. Abisnya mau gimana lagi, tiket pesawat saya untuk balik ke Lombok masih jam 16.45 sih. Daripada nunggu lama akhirnya saya janjian ketemu sama temen-temen aja. 

Jumpa Kawan Lama

Kawan SMP
Akhirnya, setelah ribut dengan dua orang teman tentang tempat ngumpul, terpilihlah Sushi Hana sebagai tujuan kami. Jujur, awal masuk resto ini rasanya serem, kayak mau masuk rumah hantu, gelap gitu. Tapi setelah ketemu tempat duduknya, udah nggak serem lagi kok. Harga makanan di sini terjangkau lah, dan enak juga. Saya paling suka dengan menu Sushi yang berbentuk seperti gunung seperti foto di tengah itu, tapi lupa namanya, ahaha.

Sushinya Enak-enak
Setelah itu, kami berencana ingin pergi ke Gusto Gelato. Mumpung masih jam setengah 2 siang kan, masih bisa lah waktunya. Eh ternyata kok hujan, Alhamdulillah. Jadi, kami menunggu saja di tempat makan itu sambil banyak cerita.

Satu jam, dua jam menunggu, ternyata sudah hampir pukul 4 sore tapi hujannya masih awet sekali. Akhirnya kami memaksakan diri untuk pulang saja. Saya diantarkan teman saya Mike untuk pergi ke bandara naik motor sambil pakai mantel. Ingin pesan taksi online tapi sudah mepet sekali waktunya. Meskipun sudah pakai mantel, tapi badan saya tetap saja basah karena terkena air yang menetes dari mantel. Belum lagi sepatu saya yang dari kain ini, jangan ditanya gimana basahnya karena berkali-kali kena gejrotan air hujan. Gitu juga saya masih aja sempet ketawa-ketawa sama Mike. Alhamdulillah saya sampai di bandara dengan selamat, langsung saya lari dari pintu masuk ke dalam sambil hujan-hujan. Untung tidak sampai ketinggalan pesawat dan malah masih delay 30 menit :')

See You, Bali!
Demikian cerita liburan singkat saya ke Bali dalam rangka mengantar Ibu kemarin. Sebenernya masih ada lagi cerita tentang short escape di Bali yang lainnya. InsyaAllah akan saya tulis lagi di kemudian hari. See you!


Malam hari menjelang tidur selalu menjadi waktu yang tepat untuk merenung. Melukiskan pemikiran ke dalam sebuah tulisan. Tulisan ini adalah suatu refleksi, renungan bagi diri sendiri yang terkadang masih lalai. 

Kali ini menjelang tidur, terlintas di pikiran saya tentang dunia.Terkadang, saya sendiri pun masih bertanya-tanya dalam hati. Untuk apa saya mencari ilmu bertahun-tahun? Untuk apa saya membuat suatu postingan di media sosial? Untuk apa saya jatuh bangun meraih cita-cita? Untuk apa saya capek-capek berwisata ke beberapa daerah? Untuk apa saya melakukan ini dan itu? Benar-benar untuk beribadah kah atau hanya untuk mengejar kesenangan dunia? Untuk apa sih sebenarnya saya bekerja jauh-jauh hingga ke luar pulau dan rela terpisah dengan keluarga? Untuk benar-benar mencari ridho Allah kah, atau hanya untuk memperkaya diri dan memuaskan nafsu akan harta? 

Dunia itu luas tapi kecil, fana tapi mempesona. Dunia itu sementara, tidak kekal. Mobil, motor, handphone, tanah, rumah, sebenarnya semua itu adalah sarana yang kita gunakan untuk beribadah. Beribadah untuk mengumpulkan bekal akhirat, mengejar pahala yang telah Allah janjikan di balik setiap kebaikan yang telah kita perbuat. Semua yang kita miliki di dunia ini, suatu saat pasti akan kita tinggalkan. 

Jika kita telah tiada, maka yang tersisa hanyalah tinggal kenangan di ingatan orang lain. 
"Oh iya, ini dulu mobilnya si Alm. A,"
"Dulu Alm. B kerja keras sekali ngumpulin uang untuk bisa beli ini,"
"Rumah ini dulu yang desain Alm. C sendiri, katanya biar tenang tinggal di rumah impian yang nyaman,"

Selepas itu, semua harta benda tersebut akan berpindah tangan ke ahli waris kita. Saat kita diantar menuju ke tempat peristirahatan terakhir, mereka tidak akan ikut dikubur bersama jasad kita. Mobil mewah yang kita miliki di dunia, tidak akan dapat kita rasakan nyamannya lagi saat dikendarai. Baju mewah dan bermerk, tidak akan kita gunakan lagi untuk menghangatkan tubuh kita di dalam dinginnya liang lahat. Uang yang kita tabung dahulu, tidak akan dapat menebus dosa yang telah kita lakukan. Semuanya tidak akan berarti lagi. Kecuali jika ahli waris kita menggunakan harta yang kita tinggalkan untuk menghasilkan amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir meskipun kita sudah tiada. 

Apa yang akan kita bawa hingga di akhirat nanti? Semua pasti sudah tau jawabannya. Iya, satu-satunya harta yang kita miliki hingga di akhirat nanti adalah amal baik. Tapi, sudah cukupkah amal baik yang kita tabung di dunia ini untuk kita bawa jika sewaktu-waktu malaikat Izrail menjemput? Semua tidak akan pernah tahu sampai kapan kontraknya di dunia akan berakhir. Saya, kamu, kita semua tidak akan pernah tahu kapan waktu itu akan tiba. Mungkin jauh beberapa tahun ke depan, atau bisa jadi sedetik setelah ini. Semua tidak akan pernah mengerti. Maka jangan sia-siakan setiap waktu yang kita miliki hingga terbuang percuma. 

Setelah ini, tanyakan kembali pada diri masing-masing. Untuk apa tujuan hidupmu? Apa niatmu yang sesungguhnya dalam melakukan setiap sesuatu? Jadikanlah setiap detik waktu yang kita miliki ini untuk menghasilkan amalan sholeh. Niatkan segala sesuatu yang kita lakukan untuk beribadah. Jangan pernah terlintas sedikit pun dalam benak ini untuk berbuat keburukan atau bermaksiat. Rugi deh, bener-bener rugi! Jangan niatkan apa yang kita kerjakan ini hanya untuk dunia. Niatkan semuanya semata-mata hanya karena Allah. Memang yang berat itu istiqomah dalam ketaqwaan, karena dia berhadiah surga.

Semoga kita senantiasa menjadi hamba Allah yang selalu istiqomah di dalam ketaqwaan. Semoga kelak kita dapat berkumpul kembali di jannahNya yang terbaik. Aamiin yaa Rabbal alamiin. 

Semangat, istiqomah, niat karena Allah! 😇

Assalamu'alaikum!

Hai! Sudah lama saya tidak meninggalkan jejak pena saya di sini. Rupanya sekarang sudah berganti tahun saja ya, wah nggak kerasa. Meskipun sudah memasuki pertengahan bulan Januari, tapi aroma tahun baru masih hangat terasa. Tahun baru, usia baru, pasti identik dengan suatu hal bernama "resolusi" ataupun "wishlist". Saya punya banyaaak sekali resolusi, tapi belum sempat untuk menuangkannya ke dalam tulisan satu-persatu. 

Namanya juga kehidupan ya, jadi kita kudu punya mimpi ataupun target yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu. Urusan gagal meraih atau tidaknya itu belakangan saja, yang penting dicatat biar nggak lupa. Nah, tiba-tiba saja sekarang saya ingin menuliskan beberapa wishlist traveling saya di tahun 2018 ini. Apa sajakah itu? Here we go...

1. Labuan Bajo

Berawal dari percakapan antara saya dengan mbak Betha (senior di kampus yang sekarang satu perantauan) saat sedang di mobil, tiba-tiba munculah ide untuk piknik ke sana. Awalnya sih saya nggak ada niatan untuk pergi ke Bajo. Tapi mendengar ajakan dari mbak Betha yang penuh semangat dengan jiwa petualangnya yang tinggi, saya jadi tertarik juga. Karena ternyata, keindahan alam di Labuan Bajo dan sekitarnya itu sangat indah. Sepertinya saya harus melihat dan menikmati ciptaan Allah yang ada di sana. Mumpung masih muda dan fisik insyaAllah masih kuat. 

Rencananya, saya ingin keliling ke Labuan Bajo, Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, Danau Kelimutu, dan sekitarnya. Untuk transportasi, mbak Betha ngajakin saya buat naik kapal aja via Pelabuhan Lembar ke Labuan Bajo yang memakan waktu kira-kira 21 jam. Terus saya mikir, yaa Allah, saya naik kapal dari Lombok ke Bali yang hanya 4-5 jam aja udah bosen, apalagi ini yang sampai 21 jam dan bahkan bisa lebih! Kemudian Ibu saya kasih saran untuk naik pesawat aja. Memang sih meski naik pesawat pun bakalan transit di Bali, tapi setidaknya lebih nyaman lah ya. 


Pulau Padar

Komodo Dragon
Kalau naik kapal kira-kira bayarnya Rp 200.000 one way kalo nggak salah, tapi kalau pesawat sekitar Rp 900.000-1.200.000 one way. Jadwal keberangkatan untuk kapal hanya ada satu minggu sekali yaitu hari Sabtu, begitupun dari Bajo ke Lombok juga hanya ada di hari Sabtu. Sedangkan kalau naik pesawat kan bisa fleksibel karena banyak pilihan. Untuk penginapan saat saya cek-cek sepertinya ada sih yang tarifnya Rp 300.000-an per malam untuk dua orang. Bahkan tadi saya pas cek paket pesawat PP ditambah dengan penginapan 5 hari bisa jadi Rp 3.000.000an aja loh. 

Kalau ini jadi, kira-kira saya bakal berangkat sekitar tanggal 28 April dan pulang tanggal 3 Mei 2018. Kenapa ambil tanggal itu? Karena ada satu tanggal merah di tanggal 1 Mei, lumayan jadi nggak usah cuti panjang-panjang, hehe. 

2. Thailand
 
Jujur aja, sebenernya saya belum pernah traveling ke luar negeri karena saya dulu berpikiran untuk nggak pengen keliling LN sebelum umroh dulu. Tapi sekarang saya rasa sepertinya selagi ada kesempatan untuk ke LN meskipun tidak umroh dahulu, kenapa nggak disikat aja

Kenapa saya pilih Thailand? Karena saya tertarik dengan culture nya, bahasanya yang beda dengan Indonesia, dan tentu saja dengan kulinernya. Saat liat di akun food reviewer di instagram,  sepertinya street food Thailand itu unik-unik dan enak gitu. Meskipun kita juga nggak bisa sembarangan makan, harus pinter-pinter milih yang halal. 

Selain itu, Thailand adalah negara bebas visa untuk orang Indonesia dengan batas waktu tertentu. Jadi kita kan nggak perlu repot-repot urus visa ya, cukup pake paspor aja. Dan lagi, kata kakak saya kalau mau belanja di Thailand itu lumayan murah. Jadi bisa bawa oleh-oleh agak banyakan nanti 


Thailand
Thai Street Food
Rencananya kalau jadi, saya ingin ke sana sekitar bulan Juli awal gitu. Karena saat cek harga tiket pesawat maskapai AA, harga yang murah ya emang di tanggal segitu. Udah gitu aja 

3. Makassar dan Tana Toraja

Sudah dari lama saya pengen ke Makassar. Keinginan itu sudah muncul dari bulan Oktober tahun kemarin. Alasannya adalah, biar pernah menginjakkan kaki di Pulau Sulawesi, hahaha. Padahal saya sendiri juga nggak tau nanti bakalan mau jalan-jalan ke mana saat di Makassar. Yang jelas nggak hanya ke pantai Losari aja sih. 

Saya ingin sekali hunting kuliner Makassar seperti Konro Bakar, Coto Makassar, Palu Basa, Es Pisang Ijo, Mie Titi, Pisang Epe, dan lainnya. Selain itu, saya juga pengen banget ke Tana Toraja, ke Kete Kesu, terus liat kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung. Sepertinya akan menjadi sesuatu yang menarik. 


Tana Toraja
Air Terjun Bantimurung
Kupu-kupu di Bantimurung
Kalau ditanya kapan rencananya, saya juga masih bingung, ahaha. Mungkin di akhir tahun 2018 saja lah biar sambil bisa nabung-nabung. 

Itulah beberapa tempat yang ingin saya kunjungi untuk traveling di tahun 2018 ini. Saya nggak berani nulis banyak-banyak, cukup 3 ini dulu saja. Kalau pada kenyataannya nanti dikasih lebih ya Alhamdulillah. Semoga saja Allah memberi saya rejeki dan kemudahan untuk bisa traveling ke tempat-tempat tersebut. Dan semoga ini tidak hanya sekedar menjadi wacana :')

Kalau kamu, pengen traveling ke mana di tahun 2018 ini? 


Jika mendengar kata 'Pulau Lombok', pasti tempat jalan-jalan yang pertama kali terlintas di pikiran adalah Pantai Senggigi ya? Iya, saya dulu juga berpikiran seperti itu. Pesona Pulau Lombok seakan tidak lepas dari keindahan Pantai Senggigi. Tetapi, di daerah sekitar pesisir Lombok Tengah juga tersebar bermacam-macam pantai yang keindahannya tak kalah dengan Pantai Senggigi. Saya ada refrensi 5 Pantai Cantik di Lombok Tengah. Pantai apa sajakah itu? Yuk kita telusuri satu-persatu!

1. Pantai Kuta Lombok
Pantai Kuta
Siapa bilang pantai Kuta hanya ada di Bali? Lombok juga punya loh! Pantai yang mempelopori adanya ayunan di pinggir pantai ini terletak di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Jika berangkat dari kota Mataram, kita membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Jalan menuju ke pantai Kuta sangatlah lancar karena tidak ditemukan adanya kemacetan di sekitar daerah ini. Pantai ini memiliki pasir berwarna putih kecoklatan.

Saat itu, saya pertama kali singgah di pantai Kuta Lombok pada pukul 12.00, siang hari bolong. Otomatis sejak langkah pertama dan seterusnya terasa sangat panas dan menyengat sekali. Apalagi dari parkiran hingga menuju ke bibir pantai hampir tidak ada pepohonan yang bisa dipakai berteduh.

Pengunjungnya lumayan banyak, mulai dari wisatawan lokal hingga asing. Sepanjang berada di sini, anda akan banyak dihampiri oleh pedangang yang menjajakan kaos, kain tenun Sasak, maupun souvenir-souvenir lainnya. Tolaklah secara halus dan jangan coba bertanya-tanya jika anda tidak berniatan untuk membeli. Biar nggak bikin PHP gitu, hehe.

Spot foto favorit saya saat berada di pantai ini adalah di bibir pantai. Lekuk perbukitan di sisi belakang pantai bisa menjadi background yang indah. Di sisi kanan pantai ada plang di atas perbukitan bertuliskan "Kuta Mandalika" dan papan bertuliskan "Kuta Lombok" di sisi kiri depan pantai ini juga bagus buat foto. Yang paling penting, jangan lupa bergaya di atas ayunannya biar hits.


2. Pantai Tanjung Aan
Pantai Tanjung Aan
Pantai Tanjung Aan berjarak sekitar 5,2 km dari Pantai Kuta atau 60 km dari kota Mataram. Pantai ini memiliki pasir bertekstur halus dan butir-butir seperti merica berwarna putih. Warna airnya terlihat biru berkilau jika dilihat saat panas terik. Jika berkunjung ke pantai ini jangan lupa untuk menyempatkan diri berkunjung ke Bukit Merese, karena letaknya hampir berdekatan.

Karena letaknya yang berdekatan dengan Pantai Kuta, maka suasananya juga kurang lebih sama. Di belakang pantai terlihat lekukan bukit yang menambah indahnya pemandangan. Selain itu, masih banyak pula pedagang yang menawarkan dagangannya, mulai dari anak-anak sampai inaq-inaq.

Spot foto favorit saya yaitu di dekat papan selancar yang bertuliskan "Pantai Tanjung Aan", di dekat bibir pantai dengan background bukit-bukitnya, dan tak lupa di atas ayunannya biar lebih hits.


3. Pantai Mawun
Pantai Mawun
Pantai ini berjarak sekitar 52 km dari Kota Mataram. Jalan untuk mencapai pantai ini cukup naik-turun dan berliku. Keindahan Pantai Mawun semakin bertambah dengan keberadaan dua bukit yang mengapitnya. Pasirnya berwarna putih resik. Di sini masih banyak ditemukan pedagang yang menjajakan kaos dan kain tenun Sasak kepada pengunjung. Bagi kalian yang takut anjing, hati-hati kalau ke sini. Pasalnya di sini lumayan banyak anjing liar, tapi mereka nggak galak kok. Cukup diusir "hushh..hushh.." aja mereka udah pergi.

Dulu, temen-temen saya selalu iming-iming kalau Pantai Mawun itu bagus banget, warna pantainya biru. Temen saya yang nggak doyan pantai bilang ke saya kalau dia sampai takjub dengan keindahan Pantai Mawun. Tapi, saat saya ke sana kenapa biasa aja ya? Mungkin karena saya kesana pas lagi mendung, jadi air pantainya nggak keliatan biru, malah keliatan ijo.

But so far, Pantai ini recommended lah. Anda bisa santai-santai di kursi pantai sambil menikmati sebutir kelapa muda seharga 10rb. Eitsss, tapi jangan lupa bayar jasa penyewaan kursi pantainya juga, ya!


4. Pantai Selong Belanak
Pantai Selong Belanak
Pantai ini bisa dikatakan Pantai yang paling deket dari Mataram. Atau mungkin hanya perasaan saya saja? Jarak dari Mataram ke Pantai ini sekitar 51 km

Dari semua pantai yang ada, entah kenapa saya paling jatuh cinta sama Pantai ini. Pasirnya putih bersih, airnya biru berkilau ditambah banyak bule ganteng yang mau main selancar seliweran sangat memanjakan mata saya. Sekali lagi, saya sampai ke pantai ini saat siang hari bolong pukul 12.00. Mungkin, keindahan pantai hanya bisa dinikmati saat matahari bersinar sangat terik.

Di sini tidak ada pedagang souvenir lagi sih, tapi ganti jadi orang yang menawarkan jasa massage. Tapi untuk saya yang nggak biasa, jadi aneh gitu kalo ada yang nawarin massage pinggir pantai sekalipun yang nawarin sama-sama perempuan. Sama dengan Mawun, duduk di kursi pantai sini ada tarifnya sekitar 70rb.


5. Pantai Mawi
Pantai Mawi
Saat pertama masuk di gang kecil menuju pantai ini, dalam diri langsung mbatin, "Mana Pantainya? Kok nggak sampai-sampai ya? Jangan-jangan nyasar nih,". Karena jalannya sangat sempit dan 'ndelusup'. Jarak dari Mataram ke Pantai Mawi sekitar 55 km. Jalannya emang bener-bener kecil dan sempit, mirip jalan setapak di sawah-sawah gitu. Kalau ada mobil mau papasan kita harus pinter-pinter nempatin posisi.
 
Begitu sampai di Pantai ini, lagi-lagi saya mbatin, "Kok sepi ya? Ini di Lombok apa di Luar Negeri sih?". Pasalnya, hampir semua pengunjung di pantai ini adalah bule dan itu cuma beberapa orang saja. Yang orang lokal cuma yang jaga warung aja. Rata-rata mereka ke sini untuk snorkeling atau sekedar santai-santai di pinggir pantai saja.

Pasir di Pantai Mawi bulet-bulet kasar seperti Merica. Di pinggir pantai terdapat bukit batu yang kalau dibuat foto instagramable sekali. Airnya juga bening banget karena pasirnya gede-gede, jadi ga bikin butek. Di bibir pantai banyak sekali cangkang kerang dan keong yang lucu-lucu.

Sebenarnya, sebelum tiba di pantai Mawi, kita akan bertemu dengan dua jalan percabangan. Kalau belok kanan ke Pantai Mawi dan kalau belok kiri ke Pantai Cemeti. Karena waktunya kesorean, jadi kami tidak sempat mampir ke Pantai Cemeti deh.

Berikut ini saya kasih bonus foto dari 5 pantai tersebut ya: 
Kuta Lombok View
Tanjung Aan View
Tanjung Aan View
Mawun View
Selong Belanak
Mawi View
Mawi View
Pantai Mawi yang Jernih
Rumah Keong dan Karang di Mawi
Penjual Cilik
Selong Belanak View
Bayi Kepiting di Selong Belanak
Pantai Mawi
Sekian sedikit informasi tentang 5 Pantai cantik di Lombok Tengah yang pernah saya kunjungi. Kalau saya ada kesempatan explore lagi, InsyaAllah akan saya tulis info tentang pantai yang lainnya. Semoga informasi ini memberi manfaat ya.

Ada beberapa kenangan yang tersimpan di memori saya jika mengingat masa-masa On The Job Traveling Training atau yang biasa disingkat OJT. Masih beberapa bulan setahun yang lalu sih, jadi Alhamdulillah masih banyak yang diingat.



Assalamu'alaikum semua! Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis tentang Food Review. Padahal ada banyak sekali bahan yang bisa dijadikan untuk Food Review, tetapi semua itu terkalahkan oleh rasa malas dan capek yang kokoh tak tertandingi. *kayak iklan semen aja*

Menjatuhkan pilihan adalah bukan perkara yang mudah,
Bukannya pilih-pilih, tapi memang harus pandai memilih,
Bukankah salah satu hak anak adalah mendapatkan orangtua yang sebaik-baiknya?
Maka sebelum mereka hadir ke dunia, seyogyanya kita mewakilkan hak suara mereka,

Karena sekali kalimat itu terucap, maka selamanya dialah yang akan menjadi partner kita untuk menjalankan bahtera,
Dialah yang kita pilih sebagai Ayah atau Ibu dari anak-anak kita, selamanya,
Jadi, pilihlah pilihan yang mendekatkanmu kepada Allah.

Karena menikah tidak hanya untuk sehari, dua hari, 
Tapi untuk selamanya, sampai ke surga,
Dan untuk mencapai ke surga tersebut, kita harus memilih yang bisa saling menguatkan,
Dalam keimanan dan ketaqwaan.

Mari kita memantaskan diri sebelum Allah memilihkan yang pantas,
Mari menyibukkan diri dengan mencari ilmu dunia dan ilmu akhirat, 
Karena bisa jadi saat ini dia yang akan kau pilih juga sedang melakukan hal yang sama,
Dia yang kau pilih tidak akan datang tepat waktu, 
Tapi dia pasti datang di waktu yang tepat, InsyaAllah.




Alhamdulillah, setelah berpuasa perang melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan, akhirnya kita dipertemukan dengan Hari Kemenangan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya Kariim. Mohon maaf lahir batin atas segala salah dan khilaf baik yang disengaja maupun tidak disengaja.