My Heart

By 02:13:00

Memeluk Hati
(Sumber: www.twitter.com)

Bissmilahirrahmanirrahim... 

Today, I dunno what shall I write here. Haha.

Kali ini, aku pengen nulis tentang "Hatiku" dan "Isi di Dalamnya". Isi Hati bukan dalam makna sebenarnya loh ya, tapi "Isi Hati" yang dimaksudkan disini adalah "Rasa". Bukan juga Rasa Manis, Asem, Asin yang kayak iklan permen di TV itu. Yah, you know what I mean lah. Isi hati disini bukan hanya tentang cinta, tapi mencakup semuanya. Mulai dari seneng, galau, jengkel karena masalah, etc dah.

Hati itu memang bener-bener sesuatu ya, Subhanallah sekali Allah telah menciptakan sebuah organ yang bernama "Hati". Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggambarkan kepada kita tentang hal tersebut dalam sabdanya:
«أَلا وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ» رواه البخاري ومسلم.

"Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging,
apabila segumpal daging itu baik, maka akan baiklah
seluruh tubuhnya, dan apabila ia jelek maka jeleklah
seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu
adalah hati".

Menurut sabda Rasulullah diatas, bisa disimpulkan bahwa jika ada seseorang yang berhati mulia, maka mulia juga orang tersebut. Intinya sifat orang tersebut tergantung pada bagaimana kondisi hatinya. Hati adalah motor penggerak utama yang menjadi penentu bagaimana kemudian anggota badan lain kita akan berbuat. Ibaratnya, hati dalam diri kita ini menjadi imam untuk organ-organ yang lain.

Bagaimana dengan hatiku sendiri? Ya, mana ada yang tau. Hehe. Aku belum bisa istiqomah dalam suatu hal menuju kebaikkan. Mungkin ini karena iman yang kurang tebal. Sampai saat ini, aku terus berjuang agar bisa istiqomah.

Terkadang, aku ingin berubah menjadi yang lebih baik dalam suatu hal karena termotivasi oleh seseorang dan teman yang lain, tapi tiba-tiba mulai tergoda untuk keluar dari jalur itu karena ada yang kelihatan lebih menyenangkan daripada "ajeg" dalam dunia baruku. Astaghfirullah, akhirnya kemakan rayuan gombalnya syetan juga.

Tapi hatiku punya isi, walaupun mungkin masih banyak yang mudharat. Sebagai remaja (ceileh remaja :3), aku juga punya perasaan dalam hatiku. Semua juga pasti juga pernah merasakan apa yang aku rasakan. Ayah dan Ibuku juga pasti pernah, kata BCL "Merekapun pernah muda," hehe. Semua pasti bisa menebak rasa apakah itu.

Karena perasaan ini, aku jadi seperti buah simalakama. Bingung mau menyudahi tapi tak mau karena sudah terjerat di dalamnya, jadi serba salah. Rasa ini juga ujian bagiku, pencari ilmu. Syukuri sajalah, karena rasa ini juga datangnya dari Allah.          

Sudah ahh, sekian dulu tulisan "kurang bermutu" dari saya. Sudah malam, besok mau mencari ilmu...
 
Wallahu 'alam bisshowab ^^
          

You Might Also Like

0 comments