Ramadhan dan Idul Fitri 1437 Hijriyah

By 10:19:00

Buka Puasa Bersama

Oh ya, sebelumnya saya mu mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah ya. Semoga kita semua bisa kembali Fitri dan tetap semangat menjalankan ibadah seperti pada bulan Ramadhan kemarin. Bagi saya, Ramadhan tahun ini  sangat amat berbeda dengan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, sekarang saya udah kerja, udah hidup mandiri, dan saya tinggal jauh dari keluarga di luar pulau. Meskipun begitu tetap disyukuri aja, karena masih bisa menikmati Ramadhan bersama dengan keluarga baru, teman-teman baru, dan tempat baru tentunya.

Di Ramadhan tahun ini dari awal sampai dengan hari ke-26 puasa, saya ada di perantauan terus. Saya baru mudik di hari ke-26 malam dan itu bertepatan dengan buka puasa. Jadinya ya buka puasa di bandara dengan takjil seadanya yang diberi oleh pihak bandara. 

Sebelumnya, di sini banyak sekali kegiatan saat Ramadhan. Mulai dari buka puasa bersama se-PLN wilayah NTB yang ada di Mataram, muter dari kantor wilayah sampai kantor APDP. Karena waktunya mepet, akhirnya kantor Sektor dan kantor Area jadinya buka sendiri-sendiri. Kami mengundang anak yatim dari panti asuhan bersama pengurusnya, dan juga warga sekitar. Acaranya lumayan meriah dan di akhir acara ada pembagian bingkisan berupa sembako untuk anak-anak panti asuhan dan warga sekitar.


Buka Puasa Bersama
From Left: Mbak Mytha, Me, Istri Pegawai, Mbak Reza
Ramadhan di tanah rantau dan di pulau yang berbeda rasanya hampir sama dengan Ramadhan sebelumnya.  Karena saya rasa atmosfer (ciyeee atmosfer :p) di pulau Lombok ini hampir sama dengan pulau Jawa. Apalagi banyak perantau dari Jawa di sini, seperti keluarga sendiri.

Akhirnya setelah menunggu berhari-hari, di hari Jum’at tanggal 1 Juli saya pulang kampung. Sengaja saya milih tiket hari Jum’at malam pukul 18.50 tujuan Lombok-Surabaya supaya efisien, jadi lebih lama di rumah gitu, hehe. Sejak dari kantor saya sudah disuruh pulang cepet oleh Bapak-Bapak karena mereka tau saya bakal pulang kampung malam itu. Setelah jam pulang, saya langsung menuju ke bandara bersama 4 teman kantor saya diantarkan oleh supir kantor.

Berburu Oleh-oleh Sebelum Pulang

Penerbangan tidak berlangsung lama, kira-kira 50 menit lah. Sesampainya di bandara, saya langsung menghubungi orangtua saya yang sudah menunggu sedari tadi. Suasana bandara malam itu masyaAllah, rame dan tumpah ruah mobil sampai macet. Sepertinya para perantau pada pulang kampung di hari itu.

Hari-hari Ramadhan di rumah terasa singkat sekali tapi saya bahagia karena akhirnya bisa menikmati momen berbuka puasa bersama dengan keluarga dan teman-teman lama saya. 

Buka Bersama Keluarga Sepulang Dari Bandara
Buka Bersama Teman Jaman SMP

Hingga akhirnya tiba juga hari yang dinanti, Hari Kemenangan, Hari Raya Idul Fitri. Tak terasa sudah lima malam terlewati semenjak kedatangan saya di kampung halaman. Banyak keluarga saya berkumpul di sini seperti Tante, Oom, dan Kakak saya. Rumah saya menjadi tujuan keluarga yang mudik karena Ayah dan Ibu saya adalah saudara tertua, terlebih lagi Kakek dan Nenek saya dari Ayah sudah tiada.
Banyak sekali tamu berdatangan untuk silaturrahim pada hari pertama dan kedua. Setelah dirasa agak sepi, barulah kami sekeluarga berkunjung ke saudara tua Ayah dan Ibu, seperti Bibi dari Ayah atau saya memanggilnya dengan sebutan ‘Mbah’.


Minal Aidzin wal Faizin
Mbah (Tantenya Ibu)
Budhe Endang (Sepupunya Kakek dari Ayah Saya)

Tak terasa, sepuluh hari telah berlalu. Tiba waktunya untuk saya kembali ke tanah rantu lagi. Dan tepat saat itu juga penyakit lama saya untuk tidak mau meninggalkan rumah datang kembali. Jangankan untuk pergi ke tanah rantau yang letaknya nyeberang pulau, untuk balik ke kota Surabaya yang notabene dekat sekali dengan rumah saat kuliah dulu saja saya suka teriak-teriak. Agak aneh memang ya, harap maklum :D
Jadwal keberangkatan saya untuk kembali ke Lombok adalah pukul 20.00. Tetapi entah mengapa realitanya jadi delay 25 menit padahal itu penerbangan malam terakhir. Alhasil saya sampai di bandara pukul 23.00 WITA dan saat itu taksi sudah hampir tidak ada.  Alhamdulillah, karena di bandara sebelumnya saya sudah bertemu dengan banyak teman-teman angkatan, jadi kami memutuskan untuk naik taksi besar berlima. Lumayan lah bisa patungan, kan lebih hemat *prinsip anak kos*. 
Kami sampai di Mataram sekitar pukul 00.00 dini hari. Saya adalah penumpang yang terkahir turun. Sedangkan untuk menuju kos itu saya harus melewati jalan kecil yang sempit dan hanya muat 1 mobil. Daripada si Bapak supir taksi susah-susah, saya turun saja di depan gang. Dengan menggeret koper dan menenteng tas besar berisi berbagai oleh-oleh, saya lebih terlihat seperti orang hilang yang  kebingungan jalan, haha. 
Hari Senin pertama masuk kantor kami langsung ikut halal-bihalal sekantor. Kemudian besoknya dilanjutkan dengan syukuran dan makan-makan ketupat opor. Dan besok harinya lagi, saya dan beberapa teman yang lain ditunjuk untuk menjadi panitia halal-bihalal PLN se-wilayah Nusa Tenggara Barat. Alhamdulillah, acara berlangsung lancar dan meriah. Sukses! :D


Halal Bihalal

Ibu-ibu Penerima Tamu
Saya dan Mbak Reza


Hiburan Halal Bihalal
 
Panitia Halal Bihalal dari Sektor Lombok

Yahhh, demikianlah kisah-kisah saya di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1437 H kemarin. Cukup berkesan dimana sekarang status saya sudah bekerja, sudah punya kewajiban berbagi uang jajan ke keponakan dan sepupu-sepupu yang kecil, haha :D
Alhamdulillah bulan Ramadhan telah terlewati dan mumpung masih Syawal, saya mengucapkan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir batin jika selama ini saya punya salah ya. Semoga kita bisa bertemu dengan Ramdhan dan Idul Fitri tahun mendatang, aamin :)

You Might Also Like

0 comments