Sherly's Diary

Today is a new story for a new history

Perjuangan Menjemput Amanah

By 08:00:00

Assalamu'alaikum, halo semua!

Setiap manusia pasti pernah mengalami kejenuhan dan rasa tidak semangat. Kala rasa itu menghampiri, saya selalu mengingat bagaimana perjalanan saya hingga mendapatkan amanah pekerjaan ini. Saat itu pula kembali terkenang perjuangan saya untuk dapat melanjutkan pendidikan dari SMA ke bangku kuliah.

Yaa Allah, di masa ini rasanya saya hampir angkat tangan. Rasanya mau menyerah saja. Bagaimana tidak, sudah 6 model tes seleksi masuk perguruan tinggi saya ikuti tapi tidak ada satupun yang lolos. Mulai dari SNMPTN Undangan, Sipecantar AMKG, PBSB Depag, SNMPTN Tulis, PMDK PENS, dan SPMB PTAIN, semuanya tidak ada yang lolos.

Karena kegagalan yang terus terjadi, sampai terbesit pertanyaan dalam hati, "Apakah semasa di pesantren dulu saya pernah melakukan maksiat (kesalahan) yang besar? Sampai-sampai sulit sekali bagi saya untuk mendapatkan bangku kuliah. Apakah saya kurang tawadhu'?" Dan berbagai perasaan bersalah lainnya yang menghampiri. Padahal saya merasa bisa mengerjakan soal-soal yang ada, tapi entah kenapa tidak ada satupun yang nyantol.

Orangtua dan kakak-kakak saya ribut sendiri karena saya gagal terus. Sedangkan saat itu sudah memasuki bulan Juni akhir, dimana hampir semua universitas sudah menutup seleksi masuk. Ibu saya sampai berkata, "Kalau nggak keterima-keterima di universitas negeri, ya nanti daftar di universitas swasta dekat rumah saja. Daripada nganggur di rumah nggak ngapa-ngapain,"

Di sela-sela penantian itu, ada saja yang membuat resah. Bingung kalau ditanyain tetangga, "Sudah keterima di mana?". Hingga akhirnya ada salah satu tetangga yang nyeletuk, "Nggak apa-apa sekarang belum keterima, siapa tau nanti tiba-tiba keterima kuliah sekaligus kerjanya,". 

Selang beberapa minggu kemudian, Kakak saya yang dulu tinggal di Bali memberi informasi bahwa ada seleksi masuk ITS yang kerjasama. Dimana kalau kita lulus nanti akan langsung bisa bekerja di perusahaan tersebut. Akhirnya saya coba untuk mendaftar ke situ. Tahap demi tahap seleksi harus saya lalui. Sampai di tahap terakhir saya harus menunggu hasil pengumuman tes wawancara cukup lama. Sehingga saya juga sempat ikut seleksi D3 Reguler untuk dijadikan pegangan jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Alhamdulillah, saya Lulus di D3 Reguler, kemudian saya mengikuti serangkaian acara penerimaan mahasiswa baru.

Bagaimana kabarnya dengan pengumuman hasil wawancara D3 Kerjasama? Di hari ketiga saya mengikuti acara kegiatan maba, dengan segala kebaikan Allah, Alhamdulillah saya LOLOS D3 Kerjasama! Apa yang diceletukkan tetangga saya tadi akhirnya menjadi kenyataan. Saya keterima kuliah sekaligus dengan pekerjaannya. Terimakasih untuk Ibu tetangga yang sudah nyeletuk dulu, karena diam-diam ucapannya telah diamini oleh malaikat.

Dari sini juga saya mengambil kesimpulan agar selalu mengucapkan hal-hal yang baik di saat kondisi hati sedang tidak baik-baik saja sekalipun. Karena ucapan adalah doa. Sebagaimana dalam sebuah perpata yang berbunyi:

(Kullu kalam addu'a) - كل كلام الدعاء
"Setiap perkataan itu merupakan do’a."

Tulisan ini saya persembahkan untuk diri saya sendiri agar selalu mengingat bahwa perjuangan untuk menjemput Amanah yang saat ini Allah titipkan ke saya itu tidak mudah. Semoga kita semua selalu diberikan semangat dalam menjalankan amanah.



You Might Also Like

0 comments