Sherly's Diary

Today is a new story for a new history




Assalamu'alaikum, hai semua! Post ini adalah kelanjutan dari postingan minggu kemarin. Kalau belum baca bisa liat di sini. Langsung aja ya... 

Jadi, seminggu setelah mengikuti Pengarahan Diklat Prajabatan dan Ikatan Kerja, kami berkumpul kembali di kantor PLN Disjatim sebelum berangkat untuk mengikuti Diklat Prajabatan. Well, itu adalah awal mula perjalanan panjang saya untuk hidup mandiri. Kami berangkat bersama dengan anak-anak dari Kelas Kerjasama Polinema-PLN. Di sana sudah disediakan tiga bus dan masing-masing bus isinya campur antara anak Polinema dan ITS. Tujuan pertama adalah ke PUSDIKPOM Cimahi untuk mengikuti Diklat Pembentukan Fisik dan Karakter (Kesamaptaan). Asli, perjalanan ini lama banget, terlama yang pernah saya jalani. Kami menghabiskan waktu hampir 24 jam dari Surabaya untuk menuju ke Cimahi. 

(baca juga: Perjalanan Ke Cimahi)

Singkatnya, dalam Diklat saya kemarin ada beberapa jenis kegiatan. Pertama, sudah jelas Kesamaptaan dulu di PUSDIKPOM Cimahi untuk menjalani serangkaian kegiatan fisik, bela negara, dan pembentukan karakter. Kesamaptaan ini berlangsung selama 14 hari dan baju sehari-hari kami adalah seragam PDL, baju ijo-ijo tentara gitu plus sepatu dinas, ditambah ikat pinggang, peples, dan topi. Kecuali untuk senam pagi tentunya kami pakai baju training dan sepatu olahraga lah ya, juga kalau tidur ya pakai baju tidur. Menurut saya, ini adalah masa-masa yang paling butuh banyak perjuangan, tenaga, dan penuh tantangan. Intinya, masa ini harus dijalani dengan hati yang tenang dan senang deh :D


Kedua, dilanjutkan dengan Pengenalan Perusahaan di Kantor PLN Pusat di Jakarta selama tiga hari. Acaranya sesuai dengan namanya, disitu kami bisa dapat pengetahuan banyak tentang calon perusahaan tempat kami akan bekerja. Seharian penuh, mulai dari pagi pukul 08.00-16.00 kami hanya duduk di bangku sambil mendengarkan Bapak atau Ibu pemateri menyampaikan ilmunya. Kami bisa tanya sepuasnya tentang seluk-beluk PLN ini mulai dari proses bisnis sampai dengan perhitungan gaji dan bonus yang akan diterima nantinya, hahaha.  

Kegiatan ketiga, yaitu Pembidangan dimana kami akan dipencar-pencar sesuai dengan jurusan kami kuliah. Pengumuman tempat Pembidangan ini berlangsung seusai acara Pengenalan Perusahaan. Waktu itu, angkatan saya dibagi ke beberapa Udiklat. Yaitu, Udiklat Makassar (Distribusi), Udiklat Pandaan (Distribusi), Udiklat Semarang (Transmisi), Udiklat Bogor (Proyek), dan Udiklat Suralaya (Pembangkitan). Di layar terpampang jelas nama-nama siswa prajab beserta dengan tempat pembidangannya. Kalau saya dulu kan lulusan dari D3 Teknik Mesin, jadi saya masuk ke kelas Teknisi Pembangkit Listrik (TPL) yang pembidangannya di Udiklat Suralaya, Banten. Pembidangan ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Kegiatannya sama seperti kuliah, dari pagi pukul 07.30-16.00 kami ada kelas, bisa materi di dalam kelas atau praktek di lapangan. Ini adalah kegiatan paling seru bagi saya, karena kami bisa lebih mengenal banyak teman yang terkadang sampai benar-benar bisa akrab.  

Pada kegiatan yang keempat, kami kembali dipisahkan oleh PLN untuk mengikuti kegiatan On Job Training (OJT), hikss. Waktu itu, saya dapat tempat OJT di PLTU Ombilin, Sawahlunto, Sumatera Barat. Saat OJT ini, kami diberi tugas berupa Project Assignment (PA) dan Science Technology Olympiad (STO). OJT saya kemarin berlangsung selama dua setengah bulan. Dalam OJT tersebut, kami mulai latihan seperti pegawai sungguhan, ahaha. Masuk pukul 07.30 dan pulang pukul 16.00. Kerjaannya, terkadang bantu-bantu kalau ada kegiatan, jalan-jalan ke unit, cari data untuk mengerjakan PA dan STO, atau sekedar berdiskusi dengan mentor terkait penugasan kami. 

Terakhir adalah Ujian PA, STO, dan Pengumuman Penempatan. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari  di kantor PLN KITSBS, Palembang, Sumatera Selatan. Jadi, pada hari Sabtu kami sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju ke Palembang menggunakan bus. Daaaan, di bagian inilah perpisahan yang sebenarnya terjadi. Kami dipisahkan ke tempat penempatan kami masing-masing, hikss. Ketika Ibu MC membacakan tempat penempatan, saya agak deg-degan sih. Kami semua benar-benar disebar ke seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Alhamdulillah, saya mendapatkan penempatan di PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat.0 Awalnya agak gimana gitu ya, karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun setelah saya coba-coba cek harga tiket untuk berangkat dan pulang kampung dari Lombok, saya makin bersyukur lagi dapat penempatan di situ, Alhamdulillah. 

(baca juga: Pengumuman Penempatan PLN Angkatan 50)

Setelah itu kami bisa langsung pulang ke rumah dan diberi waktu libur satu minggu. Setelah satu minggu terlewati, pergilah saya ke tempat penempatan saya, di Pulau Lombok, NTB. Saya lapor ke kantor PLN Wilayah bersama dengan 16 teman saya yang lain. Kami menunggu dari Senin hingga Rabu untuk dapat mengetahui tempat penempatan kami yang sebenar-benarnya, haha. Alhamdulillah, saya ditempatkan di Kantor PLN Sektor Pembangkitan Lombok yang letaknya tidak jauh dari Kantor Wilayah, sama-sama di kota Mataram hingga saat ini ☺

(baca juga: A New Destination: LOMBOK ISLAND!)

Ya, begitulah kira-kira cerita singkat saya bagaimana awal mula berkenalan hingga bisa bekerja di PLN ini. Ada asiknya, ada nggak asiknya juga. Asiknya, saya bisa jalan-jalan keliling ke beberapa provinsi di Indonesia gratis, bertemu dengan banyak teman dari seluruh Indonesia, dapat banyak pengalaman baru, dan masih banyak lagi, Alhamdulillah. Nggak asiknya juga nggak kalah banyak, tapi tetap harus disyukuri aja ya, Alhamdulillah ala kulli haal :)

Semua hal yang indah, pasti butuh perjuangan. Landasilah semua perjuangan itu dengan niat hanya karena Allah, dengan penuh ketakwaan. Agar semua yang kita lakukan di dunia ini menjadi amal baik yang bisa menemani kita di hari akhir nanti. Jika hubungan kita dengan Allah baik, insyaAllah semua perjuangan kita senantiasa akan dimudahkan.

Apa di minggu selanjutnya saya harus bikin postingan tentang masing-masing kegiatan di Diklat Prajabatan PLN ya? Supaya ceritanya lebih jelas gitu. Kan kalo ditulis di sini semua jadi kepanjangan.

Kalau kamu, ada yang tertarik kerja di PLN nggak? ☺



Assalamu'alaikum... Hallo semua!

Nggak kerasa tahunnya sekarang udah berganti dari 2016 menjadi 2017. Well, dalam postingan yang perdana di tahun 2017 ini, saya mau sedikit cerita gimana sih perjalanan saya sampai bisa bekerja di tempat yang sekarang. Kali aja ada yang penasaran kan, ehehe. Sebenernya ini rencananya mau saya tulis di bulan Desember tahun kemarin pas anniversary angkatan prajab saya yang pertama di tanggal 14 Desember. Namun apalah daya ini, niatan terkalahkan oleh kesibukan berkarir, huahaha alesan aja. Oke, kita mulai dari awal ya.

Perkenalan saya dengan PLN bermula di tahun 2012 saat mau masuk kuliah. Kakak saya yang pertama ngasih tau di telepon kalo ada pendaftaran tes Seleksi Masuk ITS (SMITS) untuk D3 Kerjasama PT. PLN (Persero) Tahun 2012. Karena suami Kakak saya itu kerja di PLN, saya direkomendasikan sama dia untuk daftar ini. Selain itu, udah dari lama keluarga inti saya memberi pesan agar memilih ITS sebagai tempat untuk meneruskan pendidikan tinggi. 

Akhirnya, mendaftarlah saya di SMITS itu dan memilih jurusan Teknik Mesin. Dalam ujian ini, saya harus melewati beberapa tahapan dan menggunakan sistem gugur. Tes yang saya ikuti adalah Tes Akademik (Tahap 1), Tes Kesehatan Fisik dan Tes IQ (Tahap 2), Tes Kesehatan Penunjang (Tahap 3), Tes Wawancara (Tahap 4), dan terakhir Pengumuman. Jarak antara Tes Tahap 1 dengan Pengumuman cukup lama, sekitar satu bulan.

Setelah dinyatakan lulus, akhirnya saya kuliah dong, hehe. Saat kuliah itu kami harus tanda tangan kontrak, yang intinya kita nggak boleh keluar dari perkuliahan di kelas D3 Kerjasama ini. Kalau sampai keluar kita harus membayar denda sebesar Rp 70 juta. Ada juga kelebihan lain untuk kelas kerjasama, pas jaman saya dulu PLN akan memberikan beasiswa di tiap semester sebesar Rp 6 juta untuk mahasiswa yang menduduki peringkat tiga pertama. Tapi untuk ini, saya nggak pernah dapet, haha. Kami diberi syarat supaya IPK nya tidak kurang dari 2,75. Kalau kurang dari nilai tersebut, bisa jadi kontrak dibatalkan. Juga yang terpenting harus lulus tepat waktu dan jaga kesehatan.

Alhamdulillah, setelah melewati tiga tahun bersama, akhirnya kami lulus semua. Selanjutnya kami harus mengikuti tes Fisik sebelum dapat mengikuti kegiatan diklat Prajabatan. Seminggu kemudian, dokter akan ke kampus untuk mengevaluasi kondisi kesehatan kami. Jika ada yang kesehatannya kurang memenuhi syarat, dokter akan memberikan saran tindak lanjut dan hasil dari tindak lanjut tersebut harus dikirimkan melalui e-mail kepada PIC kita yang merupakan orang dari SDM PLN Pusat. Waktu itu saya dapet saran dari dokter buat nurunin 2 kg karena BMI saya kalau nggak salah 23,8 sedangkan, BMI maks.nya harus 22. Tapi untuk kasus seperti saya ini hasilnya tidak perlu dikirimkan ke SDM PLN Pusat.

Setelah semua sudah mengirimkan hasil tindak lanjut dari tes fisik, sudah sehat semua, kami kembali dipanggil ke Kantor PLN DISJATIM untuk mengikuti kegiatan penjelasan Diklat Prajabatan dan Penandatanganan Kontrak. (baca juga: Pengarahan Diklat Prajabatan dan Ikatan Kerja PLN Angkatan 50)

Seminggu kemudian, kami... ngapain ya? Ahaha. Karena sepertinya cerita ini terlalu panjang, jadi kelanjutannya bersambung ya.

See you in the next post, guys! ;)


Semua ini bermula pada saat saya tidak sengaja menonton video mbak Dewi Hughes dari feed YouTube. Karena judulnya berbau tentang "menurunkan berat badan", saya jadi tertarik untuk meng-klik video tersebut. Akhirnya, dari satu video, saya lanjutkan menonton video beliau yang lain. Isi-isinya cukup menarik, berisi tips tentang informasi seputar diet yang beliau jalani hingga bisa menurunkan berat badan sekitar 40an kg. Angka yang fantastis bukan?


Dari sekian banyak bangku sekolah yang saya alami (kalimat ini salah ga ya?), menurut saya waktu SMP itulah saat yang paling berkesan. Kalau kalian, pasti waktu SMA ya? Kenapa saya lebih milih masa SMP? Karena di saat SMA saya tinggalnya di Islamic Boarding School alias 'mondok'. Jadi nggak bisa ngerasain hidup bebas layaknya siswa SMA yang lain. Tapi, meskipun semasa SMA hidup penuh aturan dan nggak bisa bebas, saya sangat menikmatinya (eh, kok malah jadi bahas SMA).

Well, back to the topic. Masa SMP adalah masa yang paling berkesan bagi saya. Karena pada masa itulah saya dapat merasakan kebebasan dan bergaul dengan teman-teman saya sepuasnya. Tapi, bebas di sini bukan dalam arti yang negatif ya.

Semasa SMP dulu, saya punya grup main yang kami namakan "Flexor". Bagi orang yang punya basic ilmu biologi atau kedokteran pasti tau deh apa arti dari "Flexor". Yup, Flexor adalah nama otot yang berfungsi untuk membengkokkan. Kami mendapat inspirasi nama ini pada saat pelajaran biologi. Guru kami lagi nerangin tentang otot-otot gitu deh. Kemudian, terucaplah nama otot "Flexor" beserta penjelasannya. Karena menurut temen saya nama itu unik, akhirnya kami pilih deh nama itu.

Grup ini terbentuk di saat saya awal menginjak kelas IX, atau sekitar tahun 2009 yang lalu. Kalau dihitung-hitung udah lumayan lama juga ya ternyata, udah 6 tahun aja. Anggotanya ada enam orang, termasuk saya. (Baca juga: It Has Been 4 Years Ago, Spenzaro)

Ada banyak sekali kenangan yang kami lakukan bersama. Saya jadi kangen masa-masa "edan" saya saat SMP bareng mereka. Karena kenangannya lumayan panjang kalau dijabarkan, jadi saya nulisnya satu-satu aja ya biar enak.

1. Ngenet Bareng
Ini nih yang paling sering kami lakukan bersama saat pulang sekolah, ngenet bareng di warnet. Jaman dulu kan smartphone belum se-smart jaman sekarang, umumnya anak SMP masih pakai HP yang O.S nya Java atau Symbian, nggak punya modem portabel yang kayak flashdisk itu, udah gitu jarang ada tempat yang menyediakan fasilitas wi-fi. Jadinya, kami kalau pulang sekolah selalu janjian untuk pergi ke warnet bareng yang lokasinya ada di depan sekolah.

Ngapain sih kita di warnet? Kadang kita cari bahan buat tugas-tugas yang kita dapet dari guru. Kalo nggak gitu, ya main sosmed dong, ahaha. Pas saya SMP, si Facebook sama Twitter lagi tenar-tenarnya nih. Kami juga masih dapet kesempatan untuk merasakan si Friendster itu, yang sekarang entah bagaimana kabarnya. 

Trus kami main mIRC, ahaha jadi ngerasa jadul dan udah tua banget deh kalo pernah pakai aplikasi ini. Di mIRC itu, kami nggak mau chat sama orang Indonesia, kami milih yang room khusus Internasional. Tapi, kami harus milih yang chat nya nggak "aneh-aneh", kalo udah mulai "aneh" langsung kami disconnect aja. Kebanyakan dari teman saya dapat kenalan dari Yunani. Kami dulu hanya punya tujuan bahwa dengan chat sama orang bule, kami bisa mengasah bahasa Inggris kami. Abis chat di mIRC, kami tuker-tukeran ID Yahoo Massenger, kalau sekarang kan tukeran ID Line ya. Ahaha, jadul abis! Dan Ngenet ini adalah sesuatu yang buat kami lupa jam, mainnya bisa luamaaaa banget sampai sore.

2. Nonton Film Bareng
Karena rumah kami jauh dari bioskop, kami sering pergi ke penyewaan DVD film kemudian nonton bareng. Ada rumah salah satu teman kami yang sering dipake buat nobar karena rumahnya paling dekat dengan sekolah, namanya Sylvi.

Nontonnya juga di komputer tabung yang punya CPU gede itu, nggak kayak sekarang pakenya laptop. Jaman saya SMP dulu, laptop adalah barang yang mewah. Yang punya laptop bisa diitung dengan jari.

Biasanya, abis nonton film kami cerita-cerita dan saling curhat gitu deh. Saking keasikan ngobrol, kami jadi pulang malem. Kalo pulang malem kita naik angkot atau bis kan serem ya, jadinya saya sering ngerjain Ayah atau Kakak saya buat jemput di rumah Sylvi. Padahal jaraknya lumayan, sekitar 5 km lah. Tapi kalau dengan posisi saya yang sekarang ada di Lombok, jarak rumahnya Sylvi dengan rumah saya itu nggak ada apa-apanya ya :')

3. Makan Mie Ayam Depan Sekolah
Ini juga salah satu kebiasaan yang sering kami lakukan saat pulang sekolah. Biasanya, kalo lagi ada yang ultah, ada yang punya rejeki lebih, atau sekedar ingin makan bareng, kami mampir dulu di Mie Ayam depan sekolah ini. Harganya murah meriah pake banget, cuma Rp 4.000 aja. Kalau mau tambah Es Teh nambah Rp 1.000 jadi totalnya Rp 5.000.

Meskipun harganya murmer banget, tapi rasanya juga lumayan. Mienya home cooking, pedagangnya bikin sendiri gitu. Ada sayur sama ayamnya juga. Kalau sekarang sih, jangankan Mie Ayam, Cilok Rp 4.000 aja dapetnya cuma seupil.

4. Bikin Video Clip
Jadi ya, jaman SMP dulu saya dan temen-temen Flexor sangat amat memfavoritkan Justin Bieber. Kayaknya saat itu kami duluan deh yang tau tentang mas Bieber di SMP *sombong*. Kayaknya loh ya. Kami kenal mas Bieber dari pertengahan tahun 2009 dan lagu pertama yang kami tau saat itu adalah One Time. Temen-temen lain nggak tau itu lagu apa, yang ada mereka pada ketawa saat kami nyanyi "Me plus you". Saya nggak inget dari mana awal pertama tau JB, tapi kayaknya karena kita kebanyakan ngenet deh, hehe.  

Karena saking ngefansnya dengan mas JB, kami sampai iseng-iseng bikin video clip ala-ala gitu dengan menggunakan lagu One Time dan Baby. Ya ampun, ngakak abis saya kalau nonton video itu. Orang yang punya ide di balik pembuatan video clip itu adalah teman saya yang bernama Thoriqoh. Dia tuh kreatif dan gokil abis anaknya. Sayang, sekarang saya nggak bisa upload video itu karena alasan tertentu.

5. Foto Bareng
Kalo ini sudah pasti ya, kayaknya normal-normal aja deh. Tapi yang bikin nggak normal saat foto bareng adalah posenya. Terkadang kami harus pose gaya tertentu yang anehnya minta ampun. Lagi-lagi yang punya ide untuk bikin pose-pose aneh adalah si Thoriqoh ini. Sampai sekarang, saya masih nyimpan beberapa fotonya loh. Sedih campur ngakak kalo liat fotonya :')

Oke, jadi itulah beberapa hal yang paling saya kenang saat masih SMP. Ah, jadi kangen, kapan saya bisa kumpul lagi dengan mereka? Thoriqoh, Firda, Eny, Lina, Sylvi, saya sangat merindukan kebersamaan dengan kalian. Semoga suatu saat kita bisa ketemu lagi dan berkumpul lengkap ya, aamiin ;)

Hasil Editan Teman "Flexor", Sylvi, yang Keren Pada Masanya :')
Kalau kamu, masa sekolah yang mana yang paling berkesan? ;)



Weekend kemarin pergi kemana? Kalau saya sih jalan-jalan ya, sayang banget kan di Lombok tapi ga dipake jalan-jalan, ehehe *sok-sok an*. Nggak-nggak, sejujurnya meskipun sudah hampir tujuh bulan saya tinggal di sini, tapi saya belum pernah explore pulau indah ini. Cupu banget kan... Jadi, perjalanan liburan saya di cerita ini nanti sepertinya akan jadi perjalanan liburan terjauh saya selama di Lombok.

Dahulu saat saya masih berada di bangku SD, saya bermimpi untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi saya di Universitas Airlangga. Seiring dengan berjalannya waktu dan tahun yang berganti, tibalah saya di akhir bangku sekolah. Semua teman sibuk untuk memilih Universitas impian tempat dia akan mendaftar dan  jurusan apa yang dia inginkan, termasuk saya. Saya harus memilih dua Universitas impian saya, tetapi anehnya saya tidak memilih untuk mendaftar di Universitas Airlangga yang merupakan impian saya dari kecil. Saya memilih untuk melanjutkan perguruan tinggi di sebuah Institut yang bertetangga dengan Universitas Airlangga kampus C Mulyorejo.



Beberapa minggu lalu, saya menemani teman saya pergi belanja hingga malam. Kemudian, kami memutuskan untuk langsung pergi makan setelah selesai belanja. Selalu saja ada drama saat saya dan teman saya pergi makan. Semua drama itu tidak jauh dari karena adanya pertanyaan, "Mau makan di mana?", dan jawabnya, "Terserah," atau, "Sembarang,". Lama-lama saya bikin rumah makan "Terserah" sama "Sembarang" aja kalau kayak gitu, hehe.


Di Mataram sekarang mulai memasuki musim hujan, seringkali turunnya di siang hari sampai sore. Kalau hujannya pas siang sampai sore gitu, biasanya bikin dingin pas malem. Nah malem-malem dingin enaknya makan yang anget-anget dan enak, haha. So, Mie Aceh jadi pilihan saya dan teman saya untuk makan malam.


Hi guys! Pada kemana liburan kemarin? Dua minggu yang lalu, saya abis nyobain cafe susu hits terbaru di Mataram bareng temen-temen, nama kafenya It's Milk Lombok. Kalo saya browsing di google sih kayaknya udah banyak deh ya kafe It's Milk ini, udah tersebar di beberapa wilayah khususnya di Jawa. Kalau tidak salah, kafe It's Milk yang di Lombok ini baru dibuka sekitar bulan September kemarin.

Mungkin udah banyak yang tau Mokko Factory ini meskipun belum tersebar di seluruh Indonesia. 


Beberapa minggu (atau bahkan bulan) yang lalu, saya dan teman saya pergi makan malam. Teman saya ini lagi pingin makan Nasi Kebuli, kalau saya sih mana aja asal kenyang. Masalahnya, saya belum tau nih daerah mana di sekitar sini yang jualan Nasi Kebuli. Kami sudah bertanya ke beberapa Kakak angkatan yang ada di sini, ke teman kantor, tapi mereka juga tidak ada yang tau. Kemudian bertanyalah kami ke 'Mbah Gugel' sebagai solusi terakhir. Nemu juga sih, ada dua rumah makan yang jualan Nasi Kebuli. Tapi jalannya itu masih bingung, maklum lah watu itu kami masih anak baru, hehe.

Setelah mbulet beberapa menit karena bingung mau makan dimana, akhirnya teman saya memutuskan untuk pergi ke LEM aja, karena kata dia di situ ada salah satu resto yang jualan Nasi Kebuli. Selain itu, abis makan-makan kan kita bisa window shopping sebentar meskipun nggak shopping sih, ahaha. So, berangkatlah kami ke LEM. Anyway, LEM itu Lombok Epicentrum Mall, salah satu mall terbesar di pulau Lombok ini :D

Sampai situ, kami langsung menuju ke sebuah resto di Lower Ground yang letaknya berada di sebelah ekskalator. Sesuai dengan judul dari postingan ini, nama restonya adalah Indonesian Delight. Resto yang menurut saya tidak pernah terlihat sepi dari pengunjung.

Setelah melihat-lihat daftar menu yang terletak di depan resto, kami langsung masuk dan mencari spot tempat duduk yang nyaman dan asik kalo dibuat foto-foto, hehe. Kemudian pelayan mendatangi meja kami dan memberikan daftar menu yang sedikit tebal. Di resto ini menyediakan beberapa makanan khas Indonesia, seperti masakan Minang, Sayur Asem, Tongseng, Sate, Balado, Nasi Goreng, Sop, dll. Ada juga beberapa makanan khas dari negara lain, seperti Nasi Kebuli itu. Ada juga beberapa cemilan khas Indonesia seperti Lumpia, Asinan, dan juga bermacam-macam jenis minuman.

Menu Makanan Indonesia
Menu Jajanan
Teman saya, Ria, langsung memesan satu porsi Nasi Kebuli Kambing, Es Minthy Fresh Lemonade, dan Asinan Sayur Bogor. Saya memesan seporsi Gulai Kikil dan Lime Squash. Sembari menunggu pesanan datang, kami foto-foto dong, ahaha. Sekitar 10-15 menit kemudian datanglah makanan yang kami pesan secara bergantian. 

Interior Resto
Ready to Eat

Review

1. Gulai Kikil
Gulai Kikilnya, bumbunya enak, mantep tapi sayang masih ada kayak aroma-aroma sapi gitu, dikit sih. Kikilnya juga agak alot, nggak kenyal gitu
- Price: Rp 36.500
- Rating: 3/5

Gulai Kikil

2. Nasi Kebuli Kambing
Nasi Kebulinya kelihatan yummy dengan potongan daging kambing dan taburan bawang goreng. Rasanya lumayan lah, tidak bau kambing tapi menurut saya bumbunya kurang kuat seperti halnya masakan khas Timur Tengah pada umumnya.
- Price: Rp 46.500
- Rating:3/5

Nasi Kebuli Kambing

3. Lime Squash
Es Lime Squash yang saya pesan rasanya beuh seger banget, asem-asem manis gimana gitu. Rasa Esnya nyenengin, hehe. Pas lah ya, abis makan yang berlemak minumnya yang asem-asem.
- Price: Rp 17.900
- Rating: 5/5

Lime Squash

4. Minthy Fresh Lemonade
First impression saat liat es Minthy Fresh Lemonade pesanan teman saya adalah terlihat hijau, sepertinya segar sekali seperti jus sayur, hahaha. Rasanya lumayan, asem-asem mint gitu, nggak terlalu manis.
- Price: Rp 19.900
- Rating: 4/5

Minthy Fresh Lemonade

5. Asinan Sayur Bogor
Kalau Asinan Sayur Bogor isinya potongan mentimun, kubis, kacang panjang, kacang goreng, dan nanas. Rasanya juga enak, segar cocok untuk dijadikan pencuci mulut.
- Price: 11.900
- Rating: 4/5 
 
Asinan Sayur Bogor

Location: 
Indonesian Delight – Lombok Epicentrum Mall LG  
Jl. Sriwijaya No.333 Mataram

Sampai jumpa di food review selanjutnya ;)

Entah kenapa akhir-akhir ini saya jadi homesick. Rasanya pengen banget pulang ke rumah, tidur di rumah, bertemu dengan suasana kenyamanan rumah, makan di rumah, semuanya yang penting di rumah. Kalau biasanya mau makan sudah disiapkan, sekarang harus mikir sendiri nanti mau makan apa. Jangankan mau masak, mau beli aja kadang mager, haha. Walaupun dulu saat saya masih kuliah juga semuanya serba mandiri, tapi minimal setiap satu minggu sekali pulang lah. Nah sekarang? Kalo nggak tanggal merahnya berjajar saya nggak bakal pulang.



Ceritanya, saya sekarang lagi hobi bikin-bikin review tentang makanan kemudian di-upload ke Instagram gitu. Saya sengaja bikin Instagram yang isinya khusus untuk makanan-makanan yang pernah saya foto. Sebenernya ini bukan karena hobi bikin review sih, tapi lebih kepada hobi saya sebagai culinary hunter. So, apa salahanya kalo saya juga bikin review makanannya di blog ini, hehe.


Wisuda 112 ITS

Hari ini Senin, 19 September 2016. Ada apa dengan hari ini? Oh, sepertinya di tanggal ini tepat setahun yang lalu ada hal bersejarah dalam hidup saya. Saya wisuda.

Weekend kemarin, tepatnya hari Sabtu tanggal 13 Agustus 2016, saya dan teman-teman kantor pergi rafting. Sebenernya acara rafting ini sudah diumumkan sejak hari Selasa saat ada rapat, tetapi infonya baru disebar di grup hari Kamis. Jadinya, peserta yang ikut Cuma sedikit karena acaranya terkesan mendadak. Akhirnya, dari ruangan saya hanya ada 4 orang yang berangkat.

Sebelum rafting, ada beberapa perlengkapan yang perlu dipersiapkan, khususnya untuk muslimah seperti saya, seperti:
1. Kaos panjang
2. Rok celana
3. Kerudung
4. Kaos kaki
5. Baju ganti
6. Sunblock
7. Peralatan mandi
8. Handuk
9. Sendal jepit/sendal gunung

Untuk sandal jepit, tidak usah dipakai saat rafting. Takutnya nanti hanyut, atau istilah Jawanya ‘kintir’. Tapi kalo sandal gunung, bisa dipakai saat rafting, kan rapet sandalnya.

Kami semua kumpul di kantor Sektor pukul 09.00 pagi. Kemudian, kami foto-foto dulu sebelum berangkat ke lokasi. Penumpang mobil sudah diplot, jadi tinggal masuk saja ke mobil yang sesuai dengan daftar plotting. Lokasi rafting kami yaitu di Lombok Rafting, Narmada, Lombok Barat. Perjalanan menuju ke lokasi hanya memakan waktu sekitar 30 menit.
 



Sampai di lokasi, kami langsung diajakuntuk berjalan ke basecamp rafting, berupa aula yang ukurannya lumayan besar, tempat untuk kami mempersiapkan peralatan dan briefing sebelum memulai  rafting. Anggota kami berjumlah sekitar 40an orang, tetapi jumlah perahunya terbatas, hanya ada sekitar 7 perahu karet. Jadi, kami dibagi menjadi 2 kloter yang akhirnya saya kebagian kloter pertama.

Setelah selesai pembagian helm, pelampung, dan dayung, kami diberikan briefing tentang keamanan dan tata cara rafting. Kemudian setelah briefing, kami berangkat ke lokasi start rafting. Untuk menuju tempat start rafting, kami perlu naik jeep dan bak terbuka. Seru banget lah naik bak terbuka bersama dengan teman-teman. Apalagi saat ada jalan yang tidak rata dan bergelombang, kasihan sama teman-teman yang duduk di pinggiran bak terbuka. Pasti badannya terbentur dengan pinggiran yang keras itu. Tapi lucu juga kalo dilihat, haha.
 



Sesampainya di lokasi start, kami berfoto-foto lagi. Peserta perempuannya berjumlah 5 orang, tetapi untuk alasan keselamatan kami tidak boleh dijadikan dalam satu perahu. Akhirnya, saya kebagian untuk berada di satu perahu dengan mas Bagus, pak Tri, dan mas Suko (PIC diklat K3 dari PT lain). Saya sudah cukup kenal dengan orang-orang tersebut. Kemudian kami mulai naik ke perahu masing-masing. Dari awal, kami sudah basah karena saling serang ciprat-cipratan air. Seperti kembali ke masa kecil, lucu dan seru juga, haha. Dari Pak Manajer, Pak Asman, sampai pegawai baru saling adu ciprat-cipratan air.



Rafting dimulai kira-kira pukul 11.15 WITA. Aliran air di sungainya tidak terlalu deras karena bukan musim penghujan, jadinya ya lumayan memakan waktu yang lama, kurang lebih 2 jam. Ini adalah rafting pertama bagi saya. Meskipun aliran airnya tidak terlalu deras, tapi cukup seru. Sekali lagi, maklum ini pengalaman pertama. Oh ya, masing-masing perahu memiliki satu instruktur yang tugasnya mengarahkan dan membantu untuk mendayung. Dayung saya diminta sama instrukturnya, jadi di perahu saya diam saja. Sepertinya semua peserta yang perempuan juga gitu ya, tidak mendayung saat rafting. Padahal sensasi serunya itu ya pas mendayung. 





Jalur rafting-nya tidak terlalu ekstrim menurut saya, mungkin karena aliran airnya tidak terlalu kencang kali ya. Tiap kali ada aliran sungai yang menurun, perahu kami selalu tersangkut di batu. Bisa jadi karena perahu kami kelebihan muatan alias overload, wong penumpang di perahu kami badannya lumayan berisi, haha. Selain itu, perhau kami juga agak kempes.

Sampai akhirnya kami tiba di satu lokasi yang dekat dengan tebing. Kami turun dari perahu dan loncat dari atas tebing. Saya pernah nonton ini di tivi dulu, sangat asyik sekali. dan akhirnya, sekarang saya melakukannya sendiri. Untuk naik ke atas bukit butuh sedikit perjuangan, karena susah sekali. Sampai pelampung saya ditarik oleh instrukturnya supaya bisa naik ke atas tebing. Sampai di atas tebing, saya sedikit deg-degan. MasyaAllah, lumayan keder juga ngelihat air dari atas ketinggian 7 meter. Orang-orang di bawah menunggu saya sambil teriak, “Ayo mbak Sherly,”. Bismillah, akhirnya terjunlah saya ke bawah, “Byurrr”.

Aduh, ada air yang masuk ke dalam hidung saya. Rasanya lumayan sakit, dan rasanya cukup mengganggu. Tapi saya biarkan saja, lama-lama ilang juga. Setelah itu kami melewati perkampungan warga dimana tempatnya agak sedikit kotor. Ada yang atasnya langsung berhadapan sama kandang sapi dan kami hanya bisa tertawa.

Kurang lebih 2 jam kami mengarungi trek sungai yang panjangnya kurang lebih 7 km. akhirnya sampai juga di finish. Saya dan bu Netty tidak langsung naik ke atas, tapi kami berendam dulu di sungai sembari menunggu kedatangan teman-teman dari perahu yang lain. Teman-teman yang lain pun ikut berendam, kami sambil main ciprat-cipratan air lagi. Seru, benar-benar pengalaman baru yang tak terlupakan.



Setelah itu kami naik dan di aula makan siang sudah tersedia. Karena kamar mandi hanya ada 3, jadi saya mempersilahkan ibu-ibu untuk mandi terlebih dahulu. Saya dan mbak Risa menunggu sambil makan siang. Kemudian ganti kloter kedua berangkat untuk rafting.

Setelah mandi, saya dan mbak Risa pergi sholat ke mushola yang jaraknya kurang lebih 400 meter dari aula. Musholanya terletak di perkampungan warga. Kembali dari mushola, eh tiba-tiba sudah tersedia rujak buah aja di meja. Mantap sekali, masyaAllah. Beberapa menit kemudian habis sudah rujaknya dan disusul dengan pisang goreng hangat yang manis. 

Setelah kloter dua selesai rafting, mereka makan snack, kemudian mandi. Mereka semua adalah cowok, jadi mandinya lumayan cepet. Sekitar pukul 4 sore, kami meninggalkan tempat dan kembali ke kantor sektor kemudian pulang ke rumah masing-masing. Sampai di kos, badan saya rasanya lemes, akhirnya saya tidur deh sambil nunggu sholat maghrib (jangan dicontoh ya, ga boleh, hehe).

Nah, begitulah pengalaman saya rafting di weekend kemarin. Semoga nanti bisa rafting lagi, dan kalau bisa gratis lagi, hihi :p